
Kediri, SatukanIndonesia.com — Arus mudik Lebaran 2026 yang beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi membuat pengamanan di Kabupaten Kediri diperketat. Polres Kediri mengerahkan 536 personel gabungan demikian hasil Apel Gabungan Operasi Ketupat Semeru dalam rangka pengamanan Nyepi dan Idul Fitri yang digelar di halaman belakang Mapolres Kediri, Kamis (12/3).
Sejumlah personal tersebut untuk mengawal mobilitas masyarakat, terutama di sejumlah titik rawan kemacetan dan jalur utama lintasan pemudik.
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 ini melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga organisasi kemasyarakatan.
Operasi pengamanan ini sendiri dijadwalkan berlangsung 13 hingga 25 Maret 2026 dengan fokus pada kelancaran arus mudik, pengamanan pusat keramaian, serta perlindungan masyarakat selama libur panjang.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menegaskan seluruh personel akan disebar ke sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, serta titik rawan lalu lintas yang telah dipetakan sebelumnya.
“Total ada 536 personel gabungan yang kami libatkan dalam Operasi Ketupat Semeru. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik,” ujar Bramastyo.
Untuk mendukung pengamanan, Polres Kediri menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di jalur utama perlintasan kendaraan.
Pos-pos tersebut antara lain berada di kawasan Simpang Mengkreng, Papar, Plemahan, Kandangan, dan Kras—wilayah yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kepadatan kendaraan saat musim mudik.
Selain itu, aparat juga menempatkan personel di kawasan pusat aktivitas masyarakat seperti Simpang Lima Gumul dan Ringin Budho Pare yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas selama libur Lebaran.
Di pos-pos tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengaturan lalu lintas, tetapi juga memberikan layanan bagi pemudik, mulai dari informasi jalur, layanan kesehatan, hingga tempat istirahat sementara bagi pengendara yang kelelahan. Keberadaan pos pelayanan diharapkan menjadi titik bantuan cepat bagi masyarakat yang mengalami kendala di perjalanan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut pengamanan tahun ini memiliki dinamika tersendiri karena dua momentum keagamaan besar berlangsung berdekatan. Pemerintah daerah memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sekitar 18 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, pemerintah juga menerapkan pembatasan operasional truk non-esensial pada periode tertentu selama arus mudik dan arus balik. Kendaraan yang membawa logistik penting seperti bahan pokok dan bahan bakar tetap diperbolehkan melintas.
Selain pengamanan di jalan, Polres Kediri juga membuka layanan darurat 110 serta fasilitas penitipan kendaraan di kantor kepolisian bagi masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik.
Dengan skema pengamanan tersebut, aparat berharap arus mudik di wilayah Kediri dapat berlangsung aman dan lancar, sekaligus memberi rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga di kampung halaman. (Tim Liputan Lebaran Satukan Indonesia Biro Jatim)













