• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

April 28, 2026
Revitalisasi Dua Ruangan UPT SMPN 017 Lobutua Senilai Rp1,04 Miliar Dipertanyakan, Kepala Sekolah Dikabarkan Menghindar Saat Dikonfirmasi

Revitalisasi Dua Ruangan UPT SMPN 017 Lobutua Senilai Rp1,04 Miliar Dipertanyakan, Kepala Sekolah Dikabarkan Menghindar Saat Dikonfirmasi

Agustus 27, 2026
Dukung Penanganan Gempa Bumi di NTT, Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp200 Miliar

Dukung Penanganan Gempa Bumi di NTT, Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp200 Miliar

Agustus 27, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Capai Swasembada Energi

Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Capai Swasembada Energi

Agustus 27, 2026
1.000 Perwira TNI-Polri dan Inovasi Gambut Disiapkan Hadapi Karhutla

1.000 Perwira TNI-Polri dan Inovasi Gambut Disiapkan Hadapi Karhutla

Agustus 27, 2026
Desember 2026, RUU Perampasan Aset Disahkan

Desember 2026, RUU Perampasan Aset Disahkan

Agustus 27, 2026
Harun Barangan Resmi Pimpin Ikatan Pemuda Toraja di Manokwari Papua Barat

Harun Barangan Resmi Pimpin Ikatan Pemuda Toraja di Manokwari Papua Barat

Agustus 27, 2026
Karhutla di Indonesia adalah Kejahatan Negara dan Koorporasi

Karhutla di Indonesia adalah Kejahatan Negara dan Koorporasi

Agustus 27, 2026
Ketum Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi 27 Agustus 2026

Ketum Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi 27 Agustus 2026

Agustus 26, 2026
Rekam Demo KNPB di Papua, WNA Rusia Diamankan Imigrasi Indonesia

Rekam Demo KNPB di Papua, WNA Rusia Diamankan Imigrasi Indonesia

Agustus 26, 2026
DPD RI Segera Evaluasi Keppres 17 Tahun 2022 dan Inpres 2 Tahun 2023

DPD RI Segera Evaluasi Keppres 17 Tahun 2022 dan Inpres 2 Tahun 2023

Agustus 26, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

(Daerah)

April 28, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
158
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

MANOKWARI, /satukanindonesia.com – Advokat senior di tanah Papua, Metuzalak Awom, angkat bicara terkait insiden kekerasan yang terjadi di SMA Taruna Kasuari Nusantara (TKN), di Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Peristiwa yang melibatkan siswa kelas XI terhadap siswa kelas X pada Rabu (22/04/2026) malam itu mengakibatkan sedikitnya delapan siswa mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan, di RSAL Manokwari.

Menurut Awom, bentrokan antara siswa senior dan junior tersebut harus ditindaklanjuti secara serius oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pengelola sekolah.

Ia menyatakan, sebagai sekolah unggulan, SMA Taruna Kasuari Nusantara memiliki peran penting sebagai representasi kualitas pendidikan di Papua Barat, baik saat ini maupun di masa depan.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama. Sekolah ini adalah salah satu cerminan kualitas pendidikan di Papua Barat,”ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/04/2026).

Ia mendorong, adanya langkah nyata untuk mencari solusi sekaligus menyelesaikan persoalan yang terjadi. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Perlu dilakukan evaluasi total terhadap sistem pendidikan dan pembinaan di sekolah tersebut. Fokus kita adalah menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik di Papua Barat,”terangnya.

Lebih lanjut, Awom juga menyinggung sejarah pendidikan di tanah Papua, khususnya terkait sistem sekolah berasrama yang telah ada sejak masa kolonial. Ia menjelaskan, model pendidikan berpola asrama sebenarnya bukan hal baru di Papua.

Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, sejumlah lembaga pendidikan telah menerapkan sistem asrama, namun tidak berada di bawah pendekatan militeristik.

Pada sekitar tahun 1920-an, misalnya, telah berdiri sekolah guru seperti Sekolah Guru Miei di Wasior, Teluk Wondama, serta sekolah-sekolah bestuur (pemerintahan) di wilayah seperti Merauke dan Fakfak.

Memasuki periode 1950–1962, saat wilayah Papua masih berada di bawah administrasi Netherlands New Guinea (NNG), perkembangan pendidikan semakin terlihat dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan, seperti OSIBA (Opleidingsschool voor Inlandse Bestuursambtenaren) di Hollandia (kini Jayapura), Sekolah Guru Bantu (SGB) di Serui, serta Sekolah Kepandaian Putri (SKP) di Merauke. Lembaga-lembaga ini berperan dalam mencetak tenaga pendidik, dan aparatur lokal.

Menurut Awom, sekolah-sekolah tersebut relatif tidak mencatat konflik kekerasan yang fatal, karena menerapkan pembentukan mental, kesadaran, dan ketaatan berbasis nilai-nilai sosial dan budaya setempat, bukan melalui pendekatan pemaksaan ideologi.

“Pendidikan saat itu lebih mengimplementasikan pembentukan karakter dan kesadaran. Bukan memaksakan keseragaman atau pendekatan ideologis tertentu,”jelasnya.

Ia menilai, dalam perkembangan pendidikan modern di Indonesia, terdapat kecenderungan penerapan metode yang lebih terpusat dan seragam, termasuk dalam pola pembinaan yang menyerupai pendekatan militer.

Hal ini, menurutnya, berpotensi menggerus identitas, jati diri, serta karakter khas generasi muda Papua.

“Maka generasi ini berisiko kehilangan identitas dan jati diri, karena semua diarahkan mengikuti pola yang seragam, bahkan cenderung militeristik,”tuturnya.

Awom berharap, insiden di SMA Taruna Kasuari Nusantara dijadikan refleksi bersama untuk membenahi sistem pendidikan di Papua Barat, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal serta pendekatan pembinaan yang humanis. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: AdvokatMetuzalakSMA Taruna KasuariTawuran
ShareTweetSend

Related Posts

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Sabu, Ekstasi dan Ganja Periode Februari & Maret 2025

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Sabu, Ekstasi dan Ganja Periode Februari & Maret 2025

Maret 19, 2025
Ketua PWI Bekasi Raya Apresiasi Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Tawuran

Ketua PWI Bekasi Raya Apresiasi Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Tawuran

Januari 29, 2025
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin Kritik Kinerja Polres Metro Bekasi Terkait Maraknya Tawuran

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin Kritik Kinerja Polres Metro Bekasi Terkait Maraknya Tawuran

Januari 27, 2025

Polisi Tangkap 17 Pelaku Tawuran di Bekasi Yang Menewaskan Seorang Remaja

Juli 26, 2023

Pj Gubernur DKI Jakarta Ancam Cabut KJP Siswa Yang Terlibat Tawuran

April 14, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?