• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

April 28, 2026
Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Pimpin Rapat Finalisasi Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Siap Dibawa ke Paripurna

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Pimpin Rapat Finalisasi Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Siap Dibawa ke Paripurna

Juli 8, 2026
CPNS dan PPPK di Provinsi Papua Barat Terima SK Formasi 2021

CPNS dan PPPK di Provinsi Papua Barat Terima SK Formasi 2021

Juli 7, 2026
ADVERTISEMENT
Tri Adhianto Dukung GUNTING Untuk Penanaman Pohon, Bentuk Kepedulian Terhadap Penghijauan Kota Bekasi

Tri Adhianto Dukung GUNTING Untuk Penanaman Pohon, Bentuk Kepedulian Terhadap Penghijauan Kota Bekasi

Juli 7, 2026
Prabowo Dukung India Mau Bangun Kampus Top di Indonesia  

Prabowo Dukung India Mau Bangun Kampus Top di Indonesia  

Juli 7, 2026
BGN Diminta Tindak Lanjuti 10 Rekomendasi KPK untuk Perbaikan Tata Kelola Program MBG

BGN Diminta Tindak Lanjuti 10 Rekomendasi KPK untuk Perbaikan Tata Kelola Program MBG

Juli 7, 2026
Pemkot Bekasi Raih Warta Kota Awards 2026, Tri Adhianto: Motivasi untuk Terus Bekerja Lebih Baik.

Pemkot Bekasi Raih Warta Kota Awards 2026, Tri Adhianto: Motivasi untuk Terus Bekerja Lebih Baik.

Juli 7, 2026
RUU Administrasi Pertanahan untuk Atasi Tumpang Tindih Lahan dan Kepastian Hukum

RUU Administrasi Pertanahan untuk Atasi Tumpang Tindih Lahan dan Kepastian Hukum

Juli 7, 2026
Marak OTT Berlanjut, Doli Desak Sistem Rekrutmen dan Pilkada Dibenahi Total

Marak OTT Berlanjut, Doli Desak Sistem Rekrutmen dan Pilkada Dibenahi Total

Juli 7, 2026
Prof Ir Marthin Doddy  Sumajow: SK Rektor Unsrat nomor 1132 Telah Diselesaikan Lewat Mekanisme Hukum

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Ahmadi : Evaluasi Proses SPMB 2026 akan Dilakukan Setelah Masa Reses

Juli 7, 2026
Polresta Bandara Soetta Bongkar Sindikat Jaringan Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar

Polresta Bandara Soetta Bongkar Sindikat Jaringan Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar

Juli 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juli 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

(Daerah)

April 28, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
154
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

MANOKWARI, /satukanindonesia.com – Advokat senior di tanah Papua, Metuzalak Awom, angkat bicara terkait insiden kekerasan yang terjadi di SMA Taruna Kasuari Nusantara (TKN), di Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Peristiwa yang melibatkan siswa kelas XI terhadap siswa kelas X pada Rabu (22/04/2026) malam itu mengakibatkan sedikitnya delapan siswa mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan, di RSAL Manokwari.

Menurut Awom, bentrokan antara siswa senior dan junior tersebut harus ditindaklanjuti secara serius oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pengelola sekolah.

Ia menyatakan, sebagai sekolah unggulan, SMA Taruna Kasuari Nusantara memiliki peran penting sebagai representasi kualitas pendidikan di Papua Barat, baik saat ini maupun di masa depan.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama. Sekolah ini adalah salah satu cerminan kualitas pendidikan di Papua Barat,”ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/04/2026).

Ia mendorong, adanya langkah nyata untuk mencari solusi sekaligus menyelesaikan persoalan yang terjadi. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Perlu dilakukan evaluasi total terhadap sistem pendidikan dan pembinaan di sekolah tersebut. Fokus kita adalah menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik di Papua Barat,”terangnya.

Lebih lanjut, Awom juga menyinggung sejarah pendidikan di tanah Papua, khususnya terkait sistem sekolah berasrama yang telah ada sejak masa kolonial. Ia menjelaskan, model pendidikan berpola asrama sebenarnya bukan hal baru di Papua.

Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, sejumlah lembaga pendidikan telah menerapkan sistem asrama, namun tidak berada di bawah pendekatan militeristik.

Pada sekitar tahun 1920-an, misalnya, telah berdiri sekolah guru seperti Sekolah Guru Miei di Wasior, Teluk Wondama, serta sekolah-sekolah bestuur (pemerintahan) di wilayah seperti Merauke dan Fakfak.

Memasuki periode 1950–1962, saat wilayah Papua masih berada di bawah administrasi Netherlands New Guinea (NNG), perkembangan pendidikan semakin terlihat dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan, seperti OSIBA (Opleidingsschool voor Inlandse Bestuursambtenaren) di Hollandia (kini Jayapura), Sekolah Guru Bantu (SGB) di Serui, serta Sekolah Kepandaian Putri (SKP) di Merauke. Lembaga-lembaga ini berperan dalam mencetak tenaga pendidik, dan aparatur lokal.

Menurut Awom, sekolah-sekolah tersebut relatif tidak mencatat konflik kekerasan yang fatal, karena menerapkan pembentukan mental, kesadaran, dan ketaatan berbasis nilai-nilai sosial dan budaya setempat, bukan melalui pendekatan pemaksaan ideologi.

“Pendidikan saat itu lebih mengimplementasikan pembentukan karakter dan kesadaran. Bukan memaksakan keseragaman atau pendekatan ideologis tertentu,”jelasnya.

Ia menilai, dalam perkembangan pendidikan modern di Indonesia, terdapat kecenderungan penerapan metode yang lebih terpusat dan seragam, termasuk dalam pola pembinaan yang menyerupai pendekatan militer.

Hal ini, menurutnya, berpotensi menggerus identitas, jati diri, serta karakter khas generasi muda Papua.

“Maka generasi ini berisiko kehilangan identitas dan jati diri, karena semua diarahkan mengikuti pola yang seragam, bahkan cenderung militeristik,”tuturnya.

Awom berharap, insiden di SMA Taruna Kasuari Nusantara dijadikan refleksi bersama untuk membenahi sistem pendidikan di Papua Barat, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal serta pendekatan pembinaan yang humanis. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: AdvokatMetuzalakSMA Taruna KasuariTawuran
ShareTweetSend

Related Posts

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Sabu, Ekstasi dan Ganja Periode Februari & Maret 2025

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Sabu, Ekstasi dan Ganja Periode Februari & Maret 2025

Maret 19, 2025
Ketua PWI Bekasi Raya Apresiasi Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Tawuran

Ketua PWI Bekasi Raya Apresiasi Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Tawuran

Januari 29, 2025
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin Kritik Kinerja Polres Metro Bekasi Terkait Maraknya Tawuran

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin Kritik Kinerja Polres Metro Bekasi Terkait Maraknya Tawuran

Januari 27, 2025

Polisi Tangkap 17 Pelaku Tawuran di Bekasi Yang Menewaskan Seorang Remaja

Juli 26, 2023

Pj Gubernur DKI Jakarta Ancam Cabut KJP Siswa Yang Terlibat Tawuran

April 14, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?