• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Marak OTT Berlanjut, Doli Desak Sistem Rekrutmen dan Pilkada Dibenahi Total

Marak OTT Berlanjut, Doli Desak Sistem Rekrutmen dan Pilkada Dibenahi Total

Juli 7, 2026
​TNI AL Kerahkan KRI Teluk PARIGI-539 Angkut Bantuan Logistik Bencana Gempa Bumi NTT ke Maumere

​TNI AL Kerahkan KRI Teluk PARIGI-539 Angkut Bantuan Logistik Bencana Gempa Bumi NTT ke Maumere

Agustus 26, 2026
Dukung Penanggulangan Bencana Alam, TNI AL Melalui KRI Semarang-594 Siap Salurkan 150 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT

Dukung Penanggulangan Bencana Alam, TNI AL Melalui KRI Semarang-594 Siap Salurkan 150 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT

Agustus 26, 2026
ADVERTISEMENT
KRI dr. Soeharso-990 jadi Rumah Sakit Darurat Korban Bencana NTT, Rawat Pasien Hingga Suplai Oksigen

KRI dr. Soeharso-990 jadi Rumah Sakit Darurat Korban Bencana NTT, Rawat Pasien Hingga Suplai Oksigen

Agustus 26, 2026
Freeport Setor Rp100 Triliun Lebih Buat Republik Indonesia

Freeport Setor Rp100 Triliun Lebih Buat Republik Indonesia

Agustus 26, 2026
Buka FDS ke-XV, Gubernur Fakhiri Mendorong Pelestarian Budaya Lokal

Buka FDS ke-XV, Gubernur Fakhiri Mendorong Pelestarian Budaya Lokal

Agustus 26, 2026
Sinergi TNI AL dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Desa Sekarang, Kalsel

Sinergi TNI AL dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Desa Sekarang, Kalsel

Agustus 25, 2026
Pengelolaan Pesisir dan Kelautan Indonesia Diperkuat Platform Geospasial

Pengelolaan Pesisir dan Kelautan Indonesia Diperkuat Platform Geospasial

Agustus 25, 2026
Wawali Harris Bobihoe Tinjau Perbaikan Ruang Kelas SDN 05 Bojong Menteng

Wawali Harris Bobihoe Tinjau Perbaikan Ruang Kelas SDN 05 Bojong Menteng

Agustus 25, 2026
Gegara Pungli dan PKL Marak di Plaza Patriot Semrawut, Tri Adhianto Nonaktifkan 5 Pejabat Pemkot Bekasi

Gegara Pungli dan PKL Marak di Plaza Patriot Semrawut, Tri Adhianto Nonaktifkan 5 Pejabat Pemkot Bekasi

Agustus 25, 2026
Pemerintah Kota Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Hankam Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati

Pemerintah Kota Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Hankam Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati

Agustus 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Marak OTT Berlanjut, Doli Desak Sistem Rekrutmen dan Pilkada Dibenahi Total

(Politik)

Juli 7, 2026
in Politik
0
0
SHARES
32
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung/istimewa

Jakarta, satukanindonesia.com – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali menjerat kepala daerah dinilai menjadi peringatan keras bahwa sistem politik dan tata kelola pemerintahan di Indonesia membutuhkan evaluasi secara menyeluruh. Tidak hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga proses rekrutmen calon kepala daerah, mekanisme pemilihan, hingga budaya antikorupsi di tengah masyarakat.

Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin atau Ondim sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Salah satu perkara yang disorot dalam kasus tersebut berkaitan dengan pengadaan seragam sekolah dasar (SD).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi sepanjang tahun ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.

“Walaupun sangat memprihatinkan sekaligus mengherankan kenapa kejadian serupa terus berulang dan tidak membuat kapok, namun kita harus bisa mengambil pelajaran yang berharga,” ujar Doli, sebagaimana dilansir dari INDOPOSCO, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, semakin banyak kepala daerah yang berhadapan dengan hukum semestinya menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama mereka yang berniat maju dalam kontestasi politik.

“Dengan semakin banyaknya kepala daerah yang terjerat masalah hukum, mudah-mudahan membuat semua kita sadar, takut, dan perlu berpikir masak-masak untuk mau menjadi kepala daerah. Sehingga ke depan, proses rekrutmen calon kepala daerah bertambah selektif, karena mereka adalah orang-orang yang betul-betul punya kesadaran untuk maju sebagai calon kepala daerah, dengan kesiapan yang matang, tahu dan siap untuk tidak korupsi, sekaligus siap dengan konsep membangun dan memajukan daerah yang akan dipimpinnya,” kata Doli.

Doli menegaskan, partai politik memegang peranan sangat penting dalam proses tersebut. Menurutnya, partai tidak boleh lagi mengedepankan pertimbangan pragmatis saat menentukan calon kepala daerah.

“Di sinilah pentingnya peran partai politik dalam melakukan proses pencalonan. Partai politik tidak boleh lagi sembarangan menetapkan calon yang tidak berintegritas. Itu yang pertama,” tegasnya.

Selain proses rekrutmen, Doli juga menilai sistem pemilihan kepala daerah perlu dievaluasi secara komprehensif. Namun, menurut dia, perdebatan mengenai apakah kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat atau melalui DPRD bukanlah persoalan utama.

“Ini bukan soal kembali ke DPRD atau tetap dipilih secara langsung, seperti yang diperdebatkan selama ini. Yang paling penting adalah komitmen kita semua untuk membuat pengaturan pemilihan yang bebas dari political transactional secara rinci dan konsekuen, apa pun mekanisme pemilihannya,” tutur Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu.

Ia mengingatkan bahwa praktik politik uang dan berbagai bentuk transaksi politik menjadi penyebab utama mahalnya biaya politik, baik dalam pemilu maupun pilkada.

“Politik uang dan kawan-kawan sejenisnya yang membuat pemilu dan pilkada menjadi mahal dapat dipraktikkan di arena publik maupun DPRD. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama, terutama dari partai politik, DPR, dan pemerintah, untuk menutup seluruh ruang terjadinya praktik tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh, Doli mengusulkan adanya konsensus nasional yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat upaya pemberantasan korupsi.

“Kita semua perlu membuat konsensus baru; elite, pemerintah, partai politik, aparat penegak hukum, KPK, birokrasi, dan masyarakat, untuk sama-sama memerangi korupsi dan menjalankan pemerintahan yang bersih,” terang Doli.

Menurut dia, konsensus tersebut harus diwujudkan melalui peninjauan ulang terhadap seluruh sistem dan regulasi yang masih membuka peluang terjadinya korupsi, gratifikasi, suap, pungutan liar, maupun berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah. Mekanisme pengawasan juga harus diperkuat agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Sebagai langkah terakhir, Doli menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mampu melahirkan budaya antikorupsi secara berkelanjutan.

“Kita juga harus berkemauan dan mampu membangun ekosistem yang melahirkan budaya antikorupsi di tengah-tengah masyarakat, dengan literasi dan kampanye yang terus-menerus dilakukan tanpa henti,” tutupnya.

Menurut Doli, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Perbaikan sistem politik, penguatan integritas penyelenggara negara, pengawasan yang efektif, serta pendidikan antikorupsi harus berjalan beriringan agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang. (***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Ahmad Doli Kurnia TandjungKomisi Pemberantasan KorupsiOTTWakil Ketua Umum Partai Golkar
ShareTweetSend

Related Posts

Komisi X DPR Prihatin Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Komisi X DPR Prihatin Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Agustus 21, 2026
KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

Juli 28, 2026
Jaksa Agung: Penanganan Kasus Febrie Dilakukan Transparan dan Profesional

Jaksa Agung: Penanganan Kasus Febrie Dilakukan Transparan dan Profesional

Juli 26, 2026

Kemendagri dan KPK Jalin Sinergi, Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Daerah

Juli 25, 2026

KPK RI Ajak Mahasiswa Awasi Pengelolaan Dana Otsus Papua

Juli 17, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?