• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
1 Mei, PARJAL Serukan ‘Pelurusan Sejarah’ Papua bergabung ke Indonesia

1 Mei, PARJAL Serukan ‘Pelurusan Sejarah’ Papua bergabung ke Indonesia

April 29, 2026
Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

Sikapi Insiden di SMA Taruna Kasuari, Metuzalak Awom Singgung Sejarah Pendidikan Papua

April 28, 2026
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Perintahkan Investigasi dan Perbaikan Lintasan

Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Perintahkan Investigasi dan Perbaikan Lintasan

April 28, 2026
ADVERTISEMENT
Baznas Kerahkan Tim Bantu Evakuasi Korban Tabrakan KRL di Bekasi

Baznas Kerahkan Tim Bantu Evakuasi Korban Tabrakan KRL di Bekasi

April 28, 2026
Bangun Papua Berbasis Etnosains, APS akan Gelar Konferensi III di Jayapura Papua

Bangun Papua Berbasis Etnosains, APS akan Gelar Konferensi III di Jayapura Papua

April 28, 2026
KAI: Korban Tewas Kecelakaan Kreta  Api di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

KAI: Korban Tewas Kecelakaan Kreta Api di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

April 28, 2026
Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Stasiun Gambir dan Pasar Senen Kembali Beroperasi Normal

Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Stasiun Gambir dan Pasar Senen Kembali Beroperasi Normal

April 28, 2026
Waket Komisi XIII DPR : Reshuffle KSP, Hak Prerogatif Presiden Pilih Orang Sesuai Kapabilitas

Waket Komisi XIII DPR : Reshuffle KSP, Hak Prerogatif Presiden Pilih Orang Sesuai Kapabilitas

April 28, 2026
Anggota Komisi XII DPR RI Dorong Pemerintah Percepat Pemerataan Akses Listrik di Seluruh Daerah

Anggota Komisi XII DPR RI Dorong Pemerintah Percepat Pemerataan Akses Listrik di Seluruh Daerah

April 28, 2026
KPAI Soroti Kasus Kekerasan di Daycare Berulang, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh

KPAI Soroti Kasus Kekerasan di Daycare Berulang, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh

April 28, 2026
Kemkomdigi Dorong Kolaborasi Global, Perkuat Kedaulatan Industri Digital Nasional

Kemkomdigi Dorong Kolaborasi Global, Perkuat Kedaulatan Industri Digital Nasional

April 28, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, April 29, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

1 Mei, PARJAL Serukan ‘Pelurusan Sejarah’ Papua bergabung ke Indonesia

(Daerah)

April 29, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
36
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Ketika Panglima Kesatria Parlemen Jalanan Papua Barat, Ronald Mambieuw, SH bersama rakyat Papua//GRW

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Menjelang moment 63 Tahun (1 Mei 1963 – 1 Mei 2026) Papua bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kesatria Parlemen Jalanan (PARJAL) Papua Barat menyerukan, Pelurusan Sejarah Papua bergabung ke Indonesia.

Pasalnya, moment 1 Mei sering disebut sebagai Hari Aneksasi Papua oleh orang Papua dan kelompok pro-kemerdekaan, sedangkan versi Pemerintah Indonesia sebagai Hari Integrasi kembalinya Irian Jaya (Papua) ke Pangkuan NKRI.

 

Panglima Kesatria PARJAL Papua Barat, Ronald Mambieuw, SH mengatakan, 63 Tahun pemerintah Indonesia memaknai 1 Mei sebagai hari integrasi Papua, sedangkan orang Papua dan kelompok pro-kemerdekaan memandangnya sebagai hari Aneksasi.

“Tanggal 1 Mei versi Pemerintah Indonesia adalah hari integrasi Papua, dimana Papua kembali ke pangkuan ibu Pertiwi. Tetapi, disisi lain orang Papua mengklaim bahwa 1 Mei adalah hari pemaksaan Papua masuk ke dalam bingkai NKRI,”ujar Ronald Mambieuw, SH,. Panglima PARJAL kepada wartawan, Selasa (28/04/2026).

Meski pun, katanya, puluhan tahun Papua bergabung ke NKRI dan mendapat berbagai perhatian termasuk jabatan dalam pemerintah Indonesia, tetapi masih banyak orang Papua yang mengalami tindakan kekerasan, ketidakadilan, bahkan pelanggaran HAM pun masih terjadi.

“Maka generasi Papua dan kami (PARJAL) menilai bahwa itu bagian dari pemaksaan. Sekali pun orang Papua duduk dipangkuan ibu Pertiwi, tapi banyak orang Papua yang masih dibunuh. Ini perlu dipertanyakan,”katanya.

Karena, lanjut dia, apabila Pemerintah Indonesia beranggapan bahwa tidak ada Aneksasi, dan 1 Mei 1963 merupakan hari Integrasi. Sambungnya, maka Pemerintah Indonesia wajib wujudkan tanpa memaksakan orang Papua menggunakan senjata.

“Tapi kalau tidak, ya orang Papua tetap akan kembali ke hari pemaksaan (aneksasi) atau pencaplokan wilayah Papua ke dalam Republik Indonesia. 63 Tahun ini usia yang sangat dewasa, tapi negara masih kekanak-kanakan dalam mengelola Papua,”tegas Mantan Presiden Mahasiswa UNIPA ini.

Untuk itu, sebagai Panglima PARJAL mengimbau, Pemerintah Indonesia dan semua elemen masyarakat serta masyarakat non-Papua yang berada di tanah Papua untuk dapat memberikan kontribusi pemikiran, agar persoalan Papua tidak dilihat sebagai ancaman.

“Semua orang Papua dan non-Papua yang lahir besar di tanah Papua, kami minta dengan hormat untuk turut berpikir tentang persoalan Papua. Supaya tidak terkesan bahwa kalian (non-Papua) hidup di atas tanah Papua untuk mengambil kekayaan alamnya, tetapi manusianya kalian tidak pernah mendukung untuk hidup bersama-sama,”aku Ronald Mambieuw, SH.

Berikutnya, Panglima Kesatria PARJAL menyatakan, akan menggelar aksi moral pada 30 April 2026 sebagai bentuk respons atas berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Tanah Papua, sekaligus peringatan 1 Mei.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, aksi ini disebut sebagai bagian dari gerakan spontan yang juga dilakukan di berbagai daerah untuk menyuarakan kondisi kemanusiaan di Papua.

Dalam aksi, PARJAL akan mempertanyakan komitmen dan langkah pemerintah Indonesia serta lembaga-lembaga negara, termasuk DPR Papua Barat, Fraksi Otsus DPRP, MRP, BP3OKP, dan institusi lain yang dibentuk dalam kerangka percepatan pembangunan Papua.

Sebab, menurutnya, hingga saat ini belum terlihat tindak lanjut nyata terhadap aspirasi kemanusiaan yang sebelumnya telah disampaikan masyarakat.

Aksi pada 30 April 2026 tersebut, diharapkan menjadi moment untuk mempertanyakan kembali komitmen Pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Tanah Papua. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: 1 MeiHari Aneksasi PapuaPARJALRonald mambieuw
ShareTweetSend

Related Posts

PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

April 25, 2026
PARJAL Papua Barat Minta Kepsek SMA Taruna Diganti

PARJAL Papua Barat Minta Kepsek SMA Taruna Diganti

April 24, 2026
Rakyat Papua Ditipu Soal Otsus, PARJAL ‘Warning’ Pemerintah Indonesia

Rakyat Papua Ditipu Soal Otsus, PARJAL ‘Warning’ Pemerintah Indonesia

Oktober 10, 2025

PARJAL Apresiasi Kunjungan Anggota DPR RI Yan Mandenas ke Manokwari

September 28, 2025

Masyarakat di Papua Barat Diimbau Jaga Kamtibmas Jelang HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia

Agustus 14, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?