
MANOKWARI, satukanindonesia.com – Menanggapi berbagai sorotan dari elemen masyarakat terkait kunjungan Anggota Komisi III DPR RI , Yan Permenas Mandenas ke Manokwari, Papua Barat. Panglima Kesatria Parlemen Jalanan (PARJAL), Ronald Mambieuw buka suara.
Menurutnya, kehadiran Anggota Komisi III DPR RI tersebut merupakan hal positif, yang patut mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat karena meski Yan Permenas Mandenas adalah anggota DPR RI Dapil lain tetapi ia memiliki niat yang tulus untuk membantu pemerintah daerah membangun kabupaten Manokwari.
“Sekali pun beliau (Yan Mandenas) berasal dari daerah pemilihan di provinsi Papua, tapi ia punya hati bahwa Papua adalah satu kesatuan. Masyarakat jangan mau dikerdilkan dengan pikiran-pikiran yang negatif bahwa kunjungan Mandenas ke Manokwari ada apa?,”ujar Ronald Mambieuw kepada wartawan, Sabtu (27/02025).
Tetapi, lanjut Mambieuw, masyarakat dan semua pihak di Manokwari Papua Barat harus melihat bahwa Yan Mandenas adalah anak asli Papua, yang memiliki semangat membangun tanah Papua terlebih Manokwari.
“Kepercayaan yang diberitakan oleh Negara atau pemerintah pusat kepada dia (Yan Mandenas) merupakan satu langkah maju bagi kami anak-anak asli Papua,”tuturnya.
Dia mengatakan, kedatangan Yan Mandenas sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra tersebut untuk menyelesaikan sejumlah persoalan di daerah termasuk aktivitas tambang emas illegal yang beroperasi di wilayah kabupaten Manokwari.
“Kehadirannya di lokasi tambang emas illegal bukan inisiatif, tapi itu pemerintah negara. Artinya, seorang Yan Mandenas diberikan kepercayaan untuk menginvetarisir semua persoalan tambang yang ada diatas tanah Papua,”katanya.
Maka, menurut Ronald Mambieuw, langkah pemberhentian aktivitas tambang illegal di Manokwari oleh Yan Mandenas sebagai anggota DPR RI bersama Bupati dan Kapolda Papua Barat sangatlah tepat.
“Ia tidak datang untuk merampas hak masyarakat, tapi datang untuk menjaga dan melindungi hak masyarakat agar tidak ada kerugian yang lebih besar dikemudian hari,”kata Mambieuw.
Sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Papua Barat, Ronald Mambieuw menegaskan, sangat mendukung upaya penertiban dan penataan pengelolaan sumber daya alam (SDA) agar tidak menjadi masalah.
Katanya, salah satu tujuan penertiban dan penetapan pengelolaan SDA di Wasirawi, agar daerah memiliki pendapatan asli daerah (PAD) dan untuk kepentingan rakyat.
“Yang jelas, beliau (Yan Mandenas) bersama Bupati dan Kapolda tidak mau masyarakat lokal atau masyarakat adat yang kerja jadi buruh kasar, tetapi masyarakat harus bisa mengelolah sumber daya alamnya sendiri,”tandasnya. [/GRW]













