• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
PBB Didesak Lakukan Intervensi atas Penebangan Liar

PBB Didesak Lakukan Intervensi atas Penebangan Liar

Juni 3, 2025
Atasi Kelebihan Kapasitas Lapas, UU Narkotika di Indonesia akan di Revisi

Atasi Kelebihan Kapasitas Lapas, UU Narkotika di Indonesia akan di Revisi

Oktober 10, 2026
Menkum Supratman: Karya Jurnalistik Wajib Dilindungi Hak Cipta, Soroti Penggunaan Konten Tanpa Izin oleh Platform Dig

Menkum Supratman: Karya Jurnalistik Wajib Dilindungi Hak Cipta, Soroti Penggunaan Konten Tanpa Izin oleh Platform Dig

Oktober 10, 2026
ADVERTISEMENT
Hadiri Forum Jurnalis ASEAN, Indonesia Dorong Perlindungan Hak Cipta Karya Jurnalistik di Era AI

Hadiri Forum Jurnalis ASEAN, Indonesia Dorong Perlindungan Hak Cipta Karya Jurnalistik di Era AI

Oktober 10, 2026
Indonesia Berikan Hibah untuk Renovasi Gedung Parlemen Vanuatu

Indonesia Berikan Hibah untuk Renovasi Gedung Parlemen Vanuatu

Oktober 10, 2026
Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG: Jakarta Didominasi Berawan 

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG: Jakarta Didominasi Berawan 

Oktober 10, 2026
Pemerintah Percepat Revisi UU Narkotika, Yusril Sebut Lebih dari 50 Persen Penghuni Lapas Terkait Kasus Narkoba

Pemerintah Percepat Revisi UU Narkotika, Yusril Sebut Lebih dari 50 Persen Penghuni Lapas Terkait Kasus Narkoba

Oktober 10, 2026
FWB Gelar Rapat di BCC HOTEL, Jubir Pengadilan Negeri Batam dan Akademis Hukum Tata Negara Jadi Narasumber

FWB Gelar Rapat di BCC HOTEL, Jubir Pengadilan Negeri Batam dan Akademis Hukum Tata Negara Jadi Narasumber

Oktober 10, 2026
Pemerintah Siapkan 51.721 Hektare Untuk Pengembangan Kelapa

Pemerintah Siapkan 51.721 Hektare Untuk Pengembangan Kelapa

Oktober 10, 2026
Kontak Tembak di Maybrat, Komandan TPNPB Sorong Raya Dilaporkan Gugur

Kontak Tembak di Maybrat, Komandan TPNPB Sorong Raya Dilaporkan Gugur

Oktober 10, 2026
Tentara Australia dan PNG Berpartisipasi dalam Latihan Prajurit Wantok

Tentara Australia dan PNG Berpartisipasi dalam Latihan Prajurit Wantok

Oktober 9, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

PBB Didesak Lakukan Intervensi atas Penebangan Liar

[Internasional]

Juni 3, 2025
in Nasional, News
0
0
SHARES
290
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

FOTO: Kapal pengangkut kayu di Teluk Turubu, East Sepik – diambil dari gambar sampul laporan Skandal Penebangan Kayu FCA//ISTIMEWA

JAKARTA, SatukanIndonesia.com – Sebuah komite Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didesak, bertindak atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi akibat maraknya penebangan liar di Papua Nugini (PNG).

Permintaan ini muncul karena kawasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia terus terancam, sementara hutan adat yang hilang tidak dapat dipulihkan lagi.

Kelompok pengawas ACT NOW! dan Jubilee Australia telah mengajukan permintaan resmi kepada Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial. Mereka meminta agar masalah ini dibahas pada pertemuan berikutnya pada Agustus 2025 mendatang.

“Kami telah menekankan kepada PBB bahwa ada kerugian luas, terus-menerus, dan tidak dapat diperbaiki yang dialami pemilik sumber daya adat karena hutan mereka dicuri oleh perusahaan penebangan,” kata Manajer Kampanye ACT NOW!, Eddie Tanago, sebagaimana dikutip dari laman RNZ Pasifik, Senin (02/06/3025).

Tanago menjelaskan bahwa pelanggaran ini dilakukan secara sistematis, dilembagakan, dan disetujui oleh pemerintah PNG melalui dua instrumen khusus: Izin Khusus Pertanian dan Bisnis (SABL) dan Otoritas Pembukaan Hutan (FCA).

“Lebih dari satu dekade sejak Komisi Penyelidikan SABL, pemerintah PNG secara konsisten menyetujui pencurian hutan adat dengan mendukung skema SABL yang tidak bermoral dan memperluas penggunaan FCA,”jelas Tanago.

Ia juga menambahkan, pemerintah telah gagal mencabut SABL yang diperoleh secara curang, mengabaikan hukum, atau tanpa persetujuan dari pemilik tanah.

“Sementara itu, perusahaan penebangan meraup ratusan juta hingga miliaran keuntungan secara ilegal dengan mencuri hutan adat melalui FCA,”katanya.

Pengaduan ini juga menyoroti kesulitan pemilik adat dalam menantang pelanggaran tersebut. Pasalnya, PNG bahkan tidak memiliki catatan dasar terkait SABL atau FCA, sehingga pemilik sumber daya adat tidak memiliki akses terhadap informasi penting, seperti:

Pertama, ‘Adanya SABL atau FCA atas hutan mereka.

Kedua, Peta batas sewa atau izin penebangan.

Ketiga, Informasi tentang proyek pertanian yang digunakan sebagai dalih penerbitan izin.

Keempat, Nilai kayu gelondongan yang diambil dari hutan.

Kelima, Siapa sebenarnya yang memperoleh keuntungan dari penebangan liar.

“Satu-satunya alasan perusahaan asing terlibat dalam penebangan liar di PNG adalah untuk mencari keuntungan,” tegas Tanago.

“Keuntungan itu tetap ada karena perusahaan dan negara pengimpor bersedia menerima kayu ilegal dalam pasar dan rantai pasokan mereka.”

Tanago menekankan, jika perusahaan dan negara pengimpor menolak kayu dari wilayah SABL dan FCA, serta menuntut audit publik atas izin penebangan, praktik ilegal itu akan terhenti.

ACT NOW! dan Jubilee Australia berharap perhatian PBB akan mendorong masyarakat internasional untuk melihat bahwa masalah ini bukan sekadar lemahnya penegakan hukum kehutanan.

“Ini adalah sistem yang dibentuk selama puluhan tahun, yang menyebabkan kerusakan tak dapat diperbaiki bagi masyarakat adat di seluruh PNG melalui pelanggaran HAM besar-besaran dan penghancuran hutan mereka,”tandasnya. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: HAMPBBpenebangan liar
ShareTweetSend

Related Posts

Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

September 30, 2026
Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

September 23, 2026
Forum Pasifik Mengadvokasi Isu-isu regional di Majelis Umum PBB

Forum Pasifik Mengadvokasi Isu-isu regional di Majelis Umum PBB

September 21, 2026

MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

September 5, 2026

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 4, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?