
MANOKWARI, satukanindonesia.com – Gerakan literasi di kabupaten Manokwari, provinsi Papua Barat akan mendapatkan angin segar, dengan rencana pembentukan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Organisasi yang telah berdiri selama 20 tahun di tingkat Nasional sebagai wadah bagi komunitas dan pegiat literasi di seluruh Indonesia ini, akhirnya akan mengukuhkan keberadaannya di Manokwari melalui Musyawarah Daerah (Musda) Pertama yang direncanakan pada 26 Juli 2025 mendatang.
Meskipun Forum TBM telah lama berkiprah, pembentukannya di Manokwari merupakan langkah awal yang signifikan. Kehadiran Forum TBM ini diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi dan kolaborasi bagi berbagai inisiatif literasi yang sudah ada maupun yang akan berkembang di wilayah Manokwari, salah satu dari tujuh kabupaten di Provinsi Papua Barat.
Safei Desima, Ketua Panitia Musyawarah Daerah Pertama Forum TBM Kabupaten Manokwari menjelaskan, Forum ini merupakan wadah bagi para pegiat Literasi di kabupaten Manokwari untuk meningkatkan kapasitas dan jaringan kerja yang lebih luas.
“Bagi para pegiat literasi, relawan, pengelola TBM, dan siapa pun yang peduli terhadap dunia buku dan baca, Forum TBM akan menjadi rumah bersama. Di sinilah kami bisa berbagi ide, pengalaman, serta merancang program-program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,”urai Safei, usai rapat di Sekretariat Panitia di Gazebo Perpustakaan Daerah kabupaten Manokwari, Rabu (23/07/2025).
Sejak lama, Forum TBM Nasional dan di berbagai daerah telah berjuang untuk meningkatkan akses dan minat baca.
Di Manokwari, Forum TBM akan berperan aktif dalam mendorong pendirian dan pengembangan taman bacaan di berbagai pelosok Manokwari, memastikan lebih banyak masyarakat memiliki akses terhadap buku dan sumber bacaan. Ini adalah kunci untuk meningkatkan minat baca dari usia dini hingga dewasa.
Sementara Lamek Dowansiba, salah satu Pegiat Literasi yang saat menjadi anggota DPD RI menyampaikan, Forum TBM akan menjembatani komunikasi dan kolaborasi antara TBM-TBM di Manokwari, pemerintah daerah, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat lainnya.
“Sinergi ini penting untuk menciptakan ekosistem literasi yang kuat dan saling mendukung,”kata Lamek, yang sementara melaksanakan tugas senator di daerah pemilihannya.
Sebagai anggota DPD RI dengan latar belakang Pegiat Literasi, Lamek mendukung sepenuhnya pembentukan Forum TBM di Manokwari, dan tentu saja di seluruh kabupaten di Papua Barat, bahkan di seluruh Tanah Papua.
Lamek berharap, dengan adanya forum ini, akan muncul berbagai program literasi inovatif yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat Manokwari, seperti pelatihan membaca, lokakarya menulis, bedah buku, hingga festival literasi.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Manokwari melalui budaya literasi yang kokoh.
Masyarakat yang literat akan lebih berdaya saing dan kritis dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan dukungan dari semua pihak, Forum TBM bisa menjadi motor penggerak untuk menciptakan masyarakat Manokwari yang lebih literat dan berpengetahuan. [**/GRW]













