• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemda Diminta Benahi Anggaran, TKD Tak Akan Ditambah Jika Serapan Lemah

Pemda Diminta Benahi Anggaran, TKD Tak Akan Ditambah Jika Serapan Lemah

Oktober 8, 2025
Menkop: ODA Smart Factory Korea dan Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Menkop: ODA Smart Factory Korea dan Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

November 3, 2026
Gerindra Pecat Tiga Anggota DPRD Jawa Timur Terkait Kasus Narkoba, Habiburokhman: Tak Intervensi Polisi

Gerindra Pecat Tiga Anggota DPRD Jawa Timur Terkait Kasus Narkoba, Habiburokhman: Tak Intervensi Polisi

November 3, 2026
ADVERTISEMENT
Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital dan Lintas Negara

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital dan Lintas Negara

November 3, 2026
Ketua Bapemperda DPRD Jatim dan Wakil Sektertaris DPRD Jatim Yordan Bataragoa

Yordan M. Batara Goa, Merawat Konstituen dan Menjaga Kepekaan terhadap Persoalan Rakyat

November 3, 2026
Sumpah Pemuda 1928 dan Asta Cita:  Dari Ikrar Persatuan Menuju Pembuktian Indonesia Emas 2045

Sumpah Pemuda 1928 dan Asta Cita: Dari Ikrar Persatuan Menuju Pembuktian Indonesia Emas 2045

November 3, 2026
Lewat Pedang Pora, Kodam Brawijaya Sambut Pangdam Baru dan Lepas Rudy Saladin

Lewat Pedang Pora, Kodam Brawijaya Sambut Pangdam Baru dan Lepas Rudy Saladin

November 3, 2026
Kombes Pol Debby Asri Nugroho Sosok Tegas dan Humanis di Polda Sultra

Kombes Pol Debby Asri Nugroho Sosok Tegas dan Humanis di Polda Sultra

November 3, 2026
Menteri Singapura Bantah Pernyataan Bahlil soal Impor LNG Dijual lagi ke Negara Lain

Menteri Singapura Bantah Pernyataan Bahlil soal Impor LNG Dijual lagi ke Negara Lain

November 3, 2026
Sentil Pengusaha Tambang, Menteri Bahlil : Jangan Kelola SDA seperti Orang Kelaparan

Sentil Pengusaha Tambang, Menteri Bahlil : Jangan Kelola SDA seperti Orang Kelaparan

November 3, 2026
Wujudkan Polri Peduli Pendidikan, Kapolsek Shohibul Mahir ‘bantu’ Mengajar

Wujudkan Polri Peduli Pendidikan, Kapolsek Shohibul Mahir ‘bantu’ Mengajar

November 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, November 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Pemda Diminta Benahi Anggaran, TKD Tak Akan Ditambah Jika Serapan Lemah

[Nasional]

Oktober 8, 2025
in Nasional
0
0
SHARES
180
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/ISTIMEWA

JAKARTA, satukanindonesia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pentingnya pemerintah daerah (Pemda) memperbaiki kualitas belanja dan tata kelola anggaran agar Transfer ke Daerah (TKD) benar-benar memberi dampak optimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi gini, ini semuanya tergantung pada kepala daerahnya lagi nanti ke depannya,”ujar Purbaya dalam keterangan yang diterima, (08/10/2025).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi fiskal melalui mekanisme TKD dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Menkeu menanggapi, protes dari APPSI mengenai penurunan TKD dengan menekankan bahwa komitmen kepala daerah menjadi kunci efektivitas pengelolaan keuangan daerah.

Ia menilai, reformasi birokrasi dan pengelolaan fiskal yang baik dapat menciptakan citra positif di mata pemerintah pusat.

Purbaya menjelaskan, alokasi anggaran pemerintah pusat ke daerah sejatinya tidak berkurang, melainkan disalurkan melalui berbagai mekanisme belanja kementerian yang totalnya mencapai Rp1.300 triliun.

Namun, ia mengakui, masih terdapat ketidakjelasan dalam proses penyaluran yang menyebabkan munculnya pertanyaan dari sejumlah kepala daerah mengenai pemanfaatan dana tersebut.

Untuk itu, Kementerian Keuangan akan melakukan pemantauan hingga akhir tahun terhadap serapan anggaran agar penyaluran dana benar-benar tepat sasaran, efisien, dan bebas dari penyimpangan.

“Saya akan monitor sampai akhir tahun seperti apa penyerapan anggarannya. Kalau bagus dan tepat waktu tanpa temuan, tentu akan dipertimbangkan untuk ditambah,”sebutnya.

Menurut Purbaya, persepsi terhadap pengelolaan anggaran daerah selama ini masih kurang baik. Karena itu, diperlukan pembenahan agar desentralisasi fiskal dapat memberi manfaat nyata bagi pembangunan.

Menkeu juga menepis anggapan bahwa kebijakan TKD mengarah pada sentralisasi. Menurutnya, setiap keputusan diambil berdasarkan evaluasi dan kinerja pemerintah daerah.

“Yang penting, Pemda bisa tunjukkan dulu kinerja yang efisien dan transparan. Kalau hasilnya baik, arahnya bisa kembali ke desentralisasi,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua APPSI sekaligus Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi daerah akibat pengurangan TKD.

Menurutnya, penurunan tersebut berimbas pada kemampuan daerah dalam membayar tunjangan tambahan penghasilan (TPP) serta belanja operasional pegawai dan PPPK.

“Dengan TKD yang turun drastis, banyak daerah yang kesulitan menjalankan kewajiban dasar, termasuk pembayaran pegawai,”ujar Haris usai pertemuan dengan Menkeu.

Secara nasional, alokasi TKD dalam RAPBN 2026 direncanakan sebesar Rp649,99 triliun, turun tajam dari perkiraan realisasi 2025 sebesar Rp864 triliun dan jauh di bawah alokasi APBN 2025 yang mencapai Rp919,9 triliun.

Sebagai kompensasi, pemerintah pusat menaikkan belanja program Kementerian/Lembaga (K/L) untuk daerah menjadi sekitar Rp1.300 triliun, meningkat signifikan dari sebelumnya Rp900 triliun.

Langkah Kementerian Keuangan untuk menekan ketimpangan dan memperkuat sinergi fiskal pusat-daerah menuntut komitmen kuat dari kepala daerah.

Dengan tata kelola anggaran yang baik, dana TKD diharapkan dapat memberi hasil nyata bagi masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: menteri keuanganPurbaya Yudhi SadewaTransfer ke daerah (TKD)
ShareTweetSend

Related Posts

2 Tahun Prabowo-Gibran: APBN Perkuat Program Prioritas dan Stabilitas Ekonomi

2 Tahun Prabowo-Gibran: APBN Perkuat Program Prioritas dan Stabilitas Ekonomi

Oktober 9, 2026
Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

September 18, 2026
Wakil Ketua Komisi XI DPR: Pergantian Purbaya ke Suahasil Merupakan Hak Prerogatif Presiden

Wakil Ketua Komisi XI DPR: Pergantian Purbaya ke Suahasil Merupakan Hak Prerogatif Presiden

September 16, 2026

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

September 14, 2026

Pemerintah Pastikan Status Guru PPPK Paruh Waktu Tidak Ganggu Stabilitas Fiskal Negara

Agustus 19, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?