• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemda Diminta Benahi Anggaran, TKD Tak Akan Ditambah Jika Serapan Lemah

Pemda Diminta Benahi Anggaran, TKD Tak Akan Ditambah Jika Serapan Lemah

Oktober 8, 2025
DPD Hanura Kepri Gelar Pembekalan Politik, Perkuat Konsolidasi Hadapi Verifikasi Partai Menuju Pemilu 2029

DPD Hanura Kepri Gelar Pembekalan Politik, Perkuat Konsolidasi Hadapi Verifikasi Partai Menuju Pemilu 2029

Juli 29, 2026
Komisi II DPR Akan Rapat dengan Mendagri-Kepala Daerah Bahas Fiskal Saat Reses

Komisi II DPR Akan Rapat dengan Mendagri-Kepala Daerah Bahas Fiskal Saat Reses

Juli 29, 2026
ADVERTISEMENT
Wujudkan Pendidikan Berkwalitas, Pemkab Taput Laksanakan Asesmen Maretong Serentak Tingkat SD dan SMP

Wujudkan Pendidikan Berkwalitas, Pemkab Taput Laksanakan Asesmen Maretong Serentak Tingkat SD dan SMP

Juli 29, 2026
Diduga Rugikan Negara Rp6,5 Miliar, Polda Tingkatkan Dugaan Korupsi DPR Papua Barat Daya ke Penyidikan

Diduga Rugikan Negara Rp6,5 Miliar, Polda Tingkatkan Dugaan Korupsi DPR Papua Barat Daya ke Penyidikan

Juli 29, 2026
Wamendagri Minta Kepala Daerah Tak PHK PPPK

Wamendagri Minta Kepala Daerah Tak PHK PPPK

Juli 29, 2026
Lulusan IHTP Papua Ditargetkan Berorientasi Wiraswasta, Tidak Hanya Mengejar ASN

Lulusan IHTP Papua Ditargetkan Berorientasi Wiraswasta, Tidak Hanya Mengejar ASN

Juli 29, 2026
Hindari Pelanggaran Hukum, Masyarakat Kaimana Diimbau Bijak Bermedia Sosial

Hindari Pelanggaran Hukum, Masyarakat Kaimana Diimbau Bijak Bermedia Sosial

Juli 29, 2026
KKN Kolaborasi 133-134 Kaur UNIB Serahkan Rekomendasi Kajian Analisis Persoalan Sampah Ke Forkopimda Setempat

KKN Kolaborasi 133-134 Kaur UNIB Serahkan Rekomendasi Kajian Analisis Persoalan Sampah Ke Forkopimda Setempat

Juli 29, 2026
Prediksi BMKG Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Suhu Udara Rata-rata Berkisar 27-34 Derajat Celcius

Prediksi BMKG Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Suhu Udara Rata-rata Berkisar 27-34 Derajat Celcius

Juli 29, 2026
KY Tetapkan 23 Peserta Lolos Seleksi Kesehatan dan Kepribadian, Siap Ikuti Wawancara Calon Hakim Agung 2026

KY Tetapkan 23 Peserta Lolos Seleksi Kesehatan dan Kepribadian, Siap Ikuti Wawancara Calon Hakim Agung 2026

Juli 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Pemda Diminta Benahi Anggaran, TKD Tak Akan Ditambah Jika Serapan Lemah

[Nasional]

Oktober 8, 2025
in Nasional
0
0
SHARES
178
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/ISTIMEWA

JAKARTA, satukanindonesia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pentingnya pemerintah daerah (Pemda) memperbaiki kualitas belanja dan tata kelola anggaran agar Transfer ke Daerah (TKD) benar-benar memberi dampak optimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi gini, ini semuanya tergantung pada kepala daerahnya lagi nanti ke depannya,”ujar Purbaya dalam keterangan yang diterima, (08/10/2025).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi fiskal melalui mekanisme TKD dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Menkeu menanggapi, protes dari APPSI mengenai penurunan TKD dengan menekankan bahwa komitmen kepala daerah menjadi kunci efektivitas pengelolaan keuangan daerah.

Ia menilai, reformasi birokrasi dan pengelolaan fiskal yang baik dapat menciptakan citra positif di mata pemerintah pusat.

Purbaya menjelaskan, alokasi anggaran pemerintah pusat ke daerah sejatinya tidak berkurang, melainkan disalurkan melalui berbagai mekanisme belanja kementerian yang totalnya mencapai Rp1.300 triliun.

Namun, ia mengakui, masih terdapat ketidakjelasan dalam proses penyaluran yang menyebabkan munculnya pertanyaan dari sejumlah kepala daerah mengenai pemanfaatan dana tersebut.

Untuk itu, Kementerian Keuangan akan melakukan pemantauan hingga akhir tahun terhadap serapan anggaran agar penyaluran dana benar-benar tepat sasaran, efisien, dan bebas dari penyimpangan.

“Saya akan monitor sampai akhir tahun seperti apa penyerapan anggarannya. Kalau bagus dan tepat waktu tanpa temuan, tentu akan dipertimbangkan untuk ditambah,”sebutnya.

Menurut Purbaya, persepsi terhadap pengelolaan anggaran daerah selama ini masih kurang baik. Karena itu, diperlukan pembenahan agar desentralisasi fiskal dapat memberi manfaat nyata bagi pembangunan.

Menkeu juga menepis anggapan bahwa kebijakan TKD mengarah pada sentralisasi. Menurutnya, setiap keputusan diambil berdasarkan evaluasi dan kinerja pemerintah daerah.

“Yang penting, Pemda bisa tunjukkan dulu kinerja yang efisien dan transparan. Kalau hasilnya baik, arahnya bisa kembali ke desentralisasi,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua APPSI sekaligus Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi daerah akibat pengurangan TKD.

Menurutnya, penurunan tersebut berimbas pada kemampuan daerah dalam membayar tunjangan tambahan penghasilan (TPP) serta belanja operasional pegawai dan PPPK.

“Dengan TKD yang turun drastis, banyak daerah yang kesulitan menjalankan kewajiban dasar, termasuk pembayaran pegawai,”ujar Haris usai pertemuan dengan Menkeu.

Secara nasional, alokasi TKD dalam RAPBN 2026 direncanakan sebesar Rp649,99 triliun, turun tajam dari perkiraan realisasi 2025 sebesar Rp864 triliun dan jauh di bawah alokasi APBN 2025 yang mencapai Rp919,9 triliun.

Sebagai kompensasi, pemerintah pusat menaikkan belanja program Kementerian/Lembaga (K/L) untuk daerah menjadi sekitar Rp1.300 triliun, meningkat signifikan dari sebelumnya Rp900 triliun.

Langkah Kementerian Keuangan untuk menekan ketimpangan dan memperkuat sinergi fiskal pusat-daerah menuntut komitmen kuat dari kepala daerah.

Dengan tata kelola anggaran yang baik, dana TKD diharapkan dapat memberi hasil nyata bagi masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: menteri keuanganPurbaya Yudhi SadewaTransfer ke daerah (TKD)
ShareTweetSend

Related Posts

RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Menjadi Undang-Undang

RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Menjadi Undang-Undang

Juli 22, 2026
Menkeu Purbaya Tambah Anggaran ASDP dan Pelni, Wakil Ketua DPR Kasih Dua Jempol

Menkeu Purbaya Tambah Anggaran ASDP dan Pelni, Wakil Ketua DPR Kasih Dua Jempol

Juli 21, 2026
Menkeu Purbaya Optimis Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Menkeu Purbaya Optimis Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Juni 29, 2026

Menkeu Purbaya Apresiasi Dukungan DPR terhadap Rencana Kerja Kemenkeu 2027

Juni 17, 2026

Pemulihan Aset, Menkeu Purbaya Terima PNBP Rp1,029 Triliun

Juni 16, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?