
JAYAPURA, satukanindonesia.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi untuk penerimaan Negara bisa meningkat hingga Rp100 triliun sampai dengan Rp 120 triliun per tahun.
Demikian hal ini singkat Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dalam sambutan upacara HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Papua Tengah, dikutip Selasa (25/08/2026).
Menurutnya, penerimaan Negara tersebut meningkat apabila produksi pertambangan bawah tanah perusahaan sudah pulih 100 persen.
PTFI menargetkan pemulihan produksi perusahaan hingga 100 persen akan tercapai pada akhir tahun 2027 mendatang. Selaras dengan upaya pemulihan itu, nilai setoran ke kas negara diproyeksikan melonjak dua kali lipat lebih dari angka saat ini.
“Dan kalau kita sudah 100 persen itu kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari 100 triliun, mungkin 120 triliun setiap tahunnya. Jadi itulah kira-kira kontribusi Freeport kepada negara,”kata Wenas.
Untuk menjamin keberlanjutan setoran kepada negara, PTFI juga akan mendorong, pengembangan tambang bawah tanah yakni Kucing Liar dengan total nilai investasi mencapai Rp 72 triliun.
Proyek tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas sepanjang masa operasinya.
“Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, Freeport Indonesia tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa dan negara,”tandasnya.
Untuk tahun 2026 ini, perusahaan pertambangan tembaga dan emas ini menargetkan, bisa memberikan kontribusi terhadap negara mencapai Rp 47 triliun seiring kegiatan produksi yang baru bisa mencapai 65 persen imbas insiden longsoran di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
“Katakan bahwa kita hanya bisa produksi 65 persen. Tapi diproyeksikan bahwa penerimaan negara dari Freeport Indonesia bisa mencapai 47 triliun. Dan tahun depan tentu akan lebih tinggi lagi karena tahun depan kita kan bisa mencapai semester satu itu 75 persen dan akhir tahun depan itu menuju ke 100 persen,”jelas Tony.
Adapun, target kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara tahun ini didorong oleh rencana produksi sebesar 800 juta pound tembaga dan 700.000 ounces emas. [***/GRW]













