
Jakarta, SATUKANINDONESIA.Com – Menyikapi adanya wacana aksi demonstrasi besar-besaran 27 Agustus 2026, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Etnisitas Nusantara (DPP PENA), Achmad Suhawi menyerukan kepada setiap elemen etnis dan kedaerahan di seluruh Indonesia agar tidak turut menyebarluaskan aksi – aksi hoax, hasut, provokasi dan fitnah yang ditebar untuk memecah belah kerukunan dan ketentraman bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dan kedaulatan bangsa dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“DPP Persaudaraan PENA berharap agar masyarakat mewaspadai kontent – kontent hasil rekayasa Artifisial Intelegent (AI) dan Internet of Think (IoT) yang dikelola melalui Algoritma dan Enggagement agar berdemonstrasi tanggal 27 Agustus 2026”, demikian dikatakan dalam Rilisnya, Rabu (26/8/2026).
Menurut Suhawi, DPP Persaudaraan PENA mencermati saat ini sedang marak terjadi aksi provokasi dan hoax diberbagai platform sosial media, yang kontennya berisi ajakan agar melakukan perbuatan yang dapat merusak ekosistem demokrasi dengan cara mengganggu ketertiban masyarakat, aksi anarkisme, vandalisme, dan sejumlah perbuatan, akan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS), program strategis dan jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto – Gibran Raka Buming Raka.
Untuk itu, lanjut Suhawwi, DPP Persaudaraan PENA menyerukan kepada setiap elemen etnis dan kedaerahan di seluruh Indonesia agar tidak turut menyebarluaskan aksi – aksi hoax, hasut, provokasi dan fitnah yang ditebar untuk memecah belah kerukunan dan ketentraman bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dan kedaulatan bangsa dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut ia mengatakan, kelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya agar dilakukan dengan tertib, damai, substantif dan menjaga kondusifitas pembangunan agar tidak ditunggangi oleh kelompok – kelompok serakahnomik yang rakus.
Berkaitan dengan adanya rencana aksi demonstrasi Kamis, 27 Agustus 2026, Suhawi menilai ada “kelompok serakahnomik yang sedang berupaya menyelamatkan diri dari perampasan aset koruptor yang sedang dilancarkan oleh pemerintah, para pelaku underpricing dan underinvoicing yang lama kelamaan makin tersudut.
“Karena itu, DPP Persaudaraan PENA menduga kelompok – kelompok tersebut bermaksud menungguangi aksi 27 Agustus 2026, agar bisa kabur, menyembunyikan aset hasil rampokan atas kekeyaan Indonesia selama ini”, ujarnya (***/Redaksi)













