
Jakarta, satukanindonesia.com – Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK meminta pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan memperketat pengawasan belanja untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, pengendalian defisit perlu diiringi strategi penerimaan yang tepat sasaran serta penggunaan anggaran yang efisien.
“Kalau kita belajar dari tahun 2025, defisit pada kuartal IV menyumbang 48 persen dari total defisit selama setahun. Jadi, tetap kita harapkan pemerintah menekan angka defisit itu,” kata Amin AK, dalam keterangan persnya, dilansir dari sinpo.id, Senin 12 Oktober 2026.
Ia menilai, pemerintah perlu memperkuat strategi penerimaan negara sekaligus memastikan belanja berjalan efisien. Namun, upaya menggali potensi penerimaan harus dilakukan secara kreatif dan tepat sasaran, dengan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat serta keberlangsungan usaha.
Selain itu, perluasan basis pajak atau ekstensifikasi juga tetap diperlukan untuk meningkatkan penerimaan negara. Namun, kebijakan tersebut perlu diarahkan pada potensi yang belum tergarap optimal.
“Ekstensifikasi pajak tetap penting, tetapi harus ada kreativitas. Jangan sampai yang dikejar justru pengusaha kecil dan UMKM yang memang masih perlu perlindungan,” tegasnya.
Terakhir, Amin meminta pemerintah mengawasi belanja negara secara ketat untuk mencegah inefisiensi. Pengendalian pengeluaran dinilai penting agar kebutuhan belanja pemerintah tetap terpenuhi tanpa mengabaikan upaya menjaga defisit.(***)













