• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
TPNPB Nyatakan Eksekusi Aparat Keamanan, Satgas Damai Cartenz : Korban adalah Warga Sipil

TPNPB Nyatakan Eksekusi Aparat Keamanan, Satgas Damai Cartenz : Korban adalah Warga Sipil

Oktober 15, 2026
Jaga Ketahanan Negara, Persatuan Wartawan dan Lemhannas Teken MoU

Jaga Ketahanan Negara, Persatuan Wartawan dan Lemhannas Teken MoU

Oktober 15, 2026
Komisi III DPR RI Desak Penegak Hukum Tindak Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung

Komisi III DPR RI Desak Penegak Hukum Tindak Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung

Oktober 15, 2026
ADVERTISEMENT
BBM Langka di Bali, Puan Maharani Desak Pertamina Tambah Pasokan

BBM Langka di Bali, Puan Maharani Desak Pertamina Tambah Pasokan

Oktober 15, 2026
MA Tegaskan Tak Toleransi Intimidasi terhadap Hakim Usai Insiden Penyiraman di PN Pati

MA Tegaskan Tak Toleransi Intimidasi terhadap Hakim Usai Insiden Penyiraman di PN Pati

Oktober 15, 2026
Meluas hingga Papua, Karhutla Akan Dibahas Di KTT ASEAN Manila

Meluas hingga Papua, Karhutla Akan Dibahas Di KTT ASEAN Manila

Oktober 15, 2026
Dewan Pengawas BPJS RI Tinjau Pelayanan Kesehatan di Jayapura

Dewan Pengawas BPJS RI Tinjau Pelayanan Kesehatan di Jayapura

Oktober 15, 2026
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, 2 dari Pihak Swasta

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, 2 dari Pihak Swasta

Oktober 15, 2026
KemenPANRB di Forum OECD Paris Tegaskan Transformasi Birokrasi Perkuat Layanan Publik

KemenPANRB di Forum OECD Paris Tegaskan Transformasi Birokrasi Perkuat Layanan Publik

Oktober 15, 2026
KTP Elektronik Buka Akses Hak Dasar SAD, Pagai : Bagian dari HAM

KTP Elektronik Buka Akses Hak Dasar SAD, Pagai : Bagian dari HAM

Oktober 15, 2026
Indonesia-AS Perkuat Pertahanan Lewat MDCP 2026

Indonesia-AS Perkuat Pertahanan Lewat MDCP 2026

Oktober 15, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

TPNPB Nyatakan Eksekusi Aparat Keamanan, Satgas Damai Cartenz : Korban adalah Warga Sipil

(Fokus Berita)

Oktober 15, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
13
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Korban penikaman di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (12/10/2026), saat mendapat penanganan medis//ISTIMEWA

JAKARTA, satukanindonesia.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan mengeksekusi empat orang di kota Dekai, kabupaten Yahukimo, provinsi Papua Pegunungan, pada tanggal 12 Oktober 2026.

Keempatnya diklaim sebagai anggota TNI-Polri, dan agen intelijen militer Indonesia.

Namun Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menyatakan, para korban adalah warga sipil. Selain itu, korban hanya dua orang, bukan empat orang seperti klaim TPNPB.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom mengatakan, Manajemen Markas Pusat Komando Nasional atau KOMNAS TPNPB, telah menerima laporan dari Komandan TPNPB Batalyon Yallenang, Mayor Yabane Sonyap, dari markas TPNPB pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa mereka melakukan penikaman dan penembakan terhadap empat orang aparat militer Indonesia termasuk agen intelijen.

Katanya, kejadian itu sebagai serangan balasan atas gugurnya Tirinus Keroman, pasukan TPNPB dari Batalyon Yallenang, dan TPNPB Kamando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap aparat dan agen intelijen militer pemerintah Indonesia di Kabupaten Yahukimo.

Menurut Sambom, TPNPB Yahukimo menegaskan, kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya untuk segera mengevakuasi seluruh warga imigran Indonesia yang berada di Kabupaten Yahukimo.

“Jika hal ini tidak diindahkan, maka dalam operasi TPNPB kalau ditemukan orang-orang imigran Indonesia maka siap tembak mati dan eksekusi mati di tempat,”kata Sebby Sambom keterangan yang dikutip, Kamis (15/10/2026).

Sebab lanjut Sambom, warga migran Indonesia itu dianggap pihaknya sebagai agen intelijen militer Pemerintah Indonesia, yang sedang beroperasi di wilayah perang di Yahukimo.

“Entah dia tukang bakso, sopir, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk guru dan tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, sekali lagi warga imigran Indonesia segera keluar dari wilayah perang dan kembali ke kampung halamannya di luar dari Tanah Papua demi keamanan dan keselamatan warga Indonesia,”katanya.

Dikatakannya, TPNPB secara resmi sudah mematuhi hukum humaniter internasional, dan sebelum kejadian telah mengeluarkan imbauan agar warga sipil mengosongkan wilayah perang.

Sementara Kepala Satuan Tugas (Kasatgas Humas) Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan, dalam dua kasus tersebut tidak ada korban dari aparat TNI-Polri. Namun, korban adalah dua orang warga sipil.

“Terkait korban TNI silakan konfirmasi ke TNI. Kalau Polri, alhamdulillah tidak ada korban,”katanya melalui keterangan yang dikutip, Kamis (15/10/2026).

Sebelumnya, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangani dua kasus kekerasan yang terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada 11 dan 12 Oktober 2026.

Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga berinisial A (46 tahun) meninggal dunia dan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial ET (51 tahun) mengalami luka berat.

Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan kasus pertama terjadi di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, Minggu (11/10/2026), sekitar pukul 18.15 WP (Waktu Papua), dan kasus kedua adalah kasus penganiayaan berat terhadap ET (51 tahun) terjadi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai, Senin pagi (12/10/2026).

“Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya,”kata Yusuf Sutejo dalam keterangan pers, Senin (12/10/2026).

Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkannya, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. [ONE/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: juru bicara TPNPBSatuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026Sebby SambomTPNPB
ShareTweetSend

Related Posts

Kontak Tembak di Maybrat, Komandan TPNPB Sorong Raya Dilaporkan Gugur

Kontak Tembak di Maybrat, Komandan TPNPB Sorong Raya Dilaporkan Gugur

Oktober 10, 2026
Dua Anggota TPNPB di Maybrat Tewas Ditembak TNI

Dua Anggota TPNPB di Maybrat Tewas Ditembak TNI

Oktober 4, 2026
TPNPB Ditangani dengan Operasi Keamanan dan Pendekatan Teritorial

TPNPB Ditangani dengan Operasi Keamanan dan Pendekatan Teritorial

September 27, 2026

MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

September 18, 2026

TPNPB Nyatakan Bertanggungjawab Terhadap Penembakan ASN di Jayawijaya

September 13, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?