• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Radikalisme Kampus Lebih Berbahaya

Radikalisme Kampus Lebih Berbahaya

November 6, 2018
Rapat Paripurna Menyetujui RUU Perampasan Aset jadi Usul DPR

Rapat Paripurna Menyetujui RUU Perampasan Aset jadi Usul DPR

Oktober 7, 2026
BMKG: Prakiraan Cuaca di Jakarta, Hari Ini Didominasi Berawan dan Potensi Hujan di Jakarta Selatan

BMKG: Prakiraan Cuaca di Jakarta, Hari Ini Didominasi Berawan dan Potensi Hujan di Jakarta Selatan

Oktober 7, 2026
ADVERTISEMENT
Mahkamah Konstitusi Tidak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Mahkamah Konstitusi Tidak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Oktober 7, 2026
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui DPR dan Pemerintah, Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui DPR dan Pemerintah, Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II

Oktober 7, 2026
Indonesia Mendapat Tambahan Investasi Rp715 Triliun dari Freeport

Indonesia Mendapat Tambahan Investasi Rp715 Triliun dari Freeport

Oktober 6, 2026
Saksikan Penyerahan Rp 13,2 Triliun, Presiden Prabowo Ngaku Disogok

Saksikan Penyerahan Rp 13,2 Triliun, Presiden Prabowo Ngaku Disogok

Oktober 6, 2026
PM Kepulauan Solomon Serukan Investasikan Uang Anda pada Alam

PM Kepulauan Solomon Serukan Investasikan Uang Anda pada Alam

Oktober 6, 2026
Mendagri Tito Tinjau Perbatasan Kaltara, DPRD Sebut Persoalan Pembangunan Mulai Diperhatikan Pusat

Mendagri Tito Tinjau Perbatasan Kaltara, DPRD Sebut Persoalan Pembangunan Mulai Diperhatikan Pusat

Oktober 6, 2026
DPR Menyetujui RUU Satu Data Indonesia Menjadi Undang-Undang 

DPR Menyetujui RUU Satu Data Indonesia Menjadi Undang-Undang 

Oktober 6, 2026
KPK Dorong Perbaikan Ekosistem Pendidikan Jelang Penilaian Integritas 2028

KPK Dorong Perbaikan Ekosistem Pendidikan Jelang Penilaian Integritas 2028

Oktober 6, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Radikalisme Kampus Lebih Berbahaya

[Nasional]

November 6, 2018
in Nasional
0
0
SHARES
84
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Radikalisme kampus dinilai lebih berbahaya daripada radikalisme yang muncul dari kampung-kampung karena tekanan ekonomi. Radikalisme dari kaum intelektual kampus bisa menularkan pada banyak orang. Tugas pemerintah harus membendung ini, karena sudah bersentuhan pula dengan ideologi negara.

“Ternyata radikalisme itu tidak saja menyangkut masyarakat bawah, tapi juga kampus. Ini sangat mengkhawatirkan. Kampus adalah golongan intelektual. Kalau kaum intelektual terpapar radikalisme, maka negara harus punya perhatian khusus atas radikalisme kampus,” papar Anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto saat ditemui usai mengikuti rapat kerja dengan Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (05/06/2018).

Dulu radikalisme muncul karena tekanan ekonomi, tapi sekarang radikalisme sudah masuk kampus. Radikalisme dari kaum intelektual sangat berbahaya, karena pelakunya juga menggunakan logika untuk menciptakan teror.

“Logika bertemu radikalisme sangat berbahaya. Satu hal yang harus diwaspadai, radikalisme tidak mengenal sekat lagi dalam berkomunikasi. Seluruh dunia bisa diakses. Semuanya seperti menjadi rumah kaca,” papar Anggota F-Gerindra ini.

Menurutnya, sumber-sumber radikalisme harus ditanggulangi sedini mungkin. Tautan-tautan radikalisme di dunia maya harus pula disetop agar tidak berkembang lebih lanjut.

Sementara paham radikal yang sudah berkembang saat ini harus segera diminimalisir pemerintahnya diimbau melakukan pendekatan ideologi kepada kaum intelektual kampus yang sudah terpapar radikalisme.

Dibanding radikalisme di kampung-kampung, radikalisme kampus butuh waktu lebih panjang untuk meredamnya. Sedangkan radikalisme yang muncul dari kampung-kampung lebih menonjolkan aksi kriminal untuk melakukan kerusakan saja.

“Kalau bicara radikalisme kaum intelektual, maka itu bicara ideologi negara. Inilah yang bisa mempengaruhi seseorang. Ini embrio yang secepatnya harus ditanggulangi. Mahasiswa tidak boleh dikekang juga. Mereka perlu diberi kesempatan untuk berpikir tapi pahamnya harus dikontrol,” tutup Wihadi. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: RadikalismeSatukan IndonesiaWihadi Wiyanto
ShareTweetSend

Related Posts

Serangan pada Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan Terhadap Pers

Serangan pada Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan Terhadap Pers

Februari 21, 2025
PEMBINAAN PERTAHANAN WILAYAH, TNI AL BERIKAN EDUKASI MASYARAKAT PESISIR DI MALANG

PEMBINAAN PERTAHANAN WILAYAH, TNI AL BERIKAN EDUKASI MASYARAKAT PESISIR DI MALANG

Juni 14, 2024
BNPT Perkuat Sinergi Penanggulangan Terorisme dengan Stakeholder dan Masyarakat

BNPT Perkuat Sinergi Penanggulangan Terorisme dengan Stakeholder dan Masyarakat

Juni 16, 2022

Menteri Agama: Tidak Ada Radikalisme di Pesantren, Catat Itu!

Oktober 22, 2021

Pemerintah Diminta Buat Regulasi Pelarangan Paham NII

Oktober 12, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?