
Jakarta, SatukanIndonesia. Com – Perwakilan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) melakukan studi banding pelaksanaan Formula E di Ad Diriyah, Arab Saudi. Pelaksanaan Formula E tahun 2022 diawali di Arab Saudi.
Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto mengungkapkan satu dari beberapa aspek yang diperhatikan tim Jakpro dan IMI dari perhelatan Formula E adalah bagaimana menyiapkan acara tersebut meski terkendala beberapa tantangan.
Menurut anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, studi banding yang dilakukan PT Jakpro dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) ke Diriyah, Arab Saudi untuk belajar dan mendapatkan pengalaman dari kota penyelenggara kegiatan balap mobil listrik Formula E merupakan pemborosan.
“Saya menilai studi banding ke Arab Saudi untuk belajar menggelar perhelatan Formula E, itu menghabiskan anggaran saja. Di tengah pandemi seperti ini malah melakukan perjalanan ke luar negeri, seharusnya memberikan contoh yang baik untuk masyarakat,” ujar Kent, sapaan Kenneth di Jakarta, Minggu (30/1).
Kent menyarankan panitia untuk fokus pada tender pembangunan aspal lintasan Formula E yang sebelumnya dikabarkan gagal. Sebab, lanjut dia, kegagalan lelang sirkuit Formula E bisa menjadi pintu masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki proses lelang perhelatan mobil balap listrik yang akan digelar di kawasan pantai karnaval Ancol, Jakarta Utara tersebut.
Seperti diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara mengenai tender untuk penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
“Formula E sekali lagi bukan gagal tender ada yang perlu diperbaiki direvisi karena kita ingin semuanya prosesnya berlangsung baik transparan, terbuka,” kata Riza di Jakarta, Jumat (28/1).
Riza melanjutkan, transparan yang dimaksud yaitu keterbukaan secara teknis. Sebab dalam penyelenggaraan kegiatan internasional banyak persyaratan yang harus dipenuhi.
“Tidak semudah seperti membangun jalan dan sebagainya ini sirkuit berkelas internasional jadi harus ada syarat-syarat yang (terpenuhi),” ucapnya.
Politikus Gerindra tak mempersoalkan pembangunan sirkuit atau lintasan Formula E yang dianggap terlalu mepet dengan acara. Riza optimistis sirkuit tersebut selesai sebelum 4 Juni 2022.
“Mohon maaf bukan bermaksud untuk menggampangkan, itu bisa cepat dikerjakan beda kalau kita bangun gedung ini kita membangun jalan,” jelas dia. (*)













