• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Bencana Longsor di Imogiri, 2 Korban Masih Dicari hingga Kendala Tanah Yang Labil

Bencana Longsor di Imogiri, 2 Korban Masih Dicari hingga Kendala Tanah Yang Labil

Maret 26, 2019
Sebelum Jabatan di Dewan HAM berakhir, Indonesia Mesti Penuhi Desakan MSG

Sebelum Jabatan di Dewan HAM berakhir, Indonesia Mesti Penuhi Desakan MSG

September 10, 2026
Presiden Prabowo Bersama Menpora Erick Thohir Lepas Atlet ke Asian Games 2026

Presiden Prabowo Bersama Menpora Erick Thohir Lepas Atlet ke Asian Games 2026

September 10, 2026
ADVERTISEMENT
Dubes Inggris Dukung Sektor Kakao Berkelanjutan Papua

Dubes Inggris Dukung Sektor Kakao Berkelanjutan Papua

September 10, 2026
DPR Dorong Pencarian Optimal Hilangnya 5 Jurnalis saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

DPR Dorong Pencarian Optimal Hilangnya 5 Jurnalis saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

September 10, 2026
Mendagri Tito Dorong IMT-GT Jadi Platform Konkret Perkuat Ekonomi Kawasan

Mendagri Tito Dorong IMT-GT Jadi Platform Konkret Perkuat Ekonomi Kawasan

September 10, 2026
Pelaku ‘Bom Molotov’ Kantor Komnas HAM Papua Ingin Hancurkan Negara

Pelaku ‘Bom Molotov’ Kantor Komnas HAM Papua Ingin Hancurkan Negara

September 10, 2026
Komisi E DPRD DKI Dorong Layanan Eksekutif RSUD Jadi Skema Subsidi Silang

Komisi E DPRD DKI Dorong Layanan Eksekutif RSUD Jadi Skema Subsidi Silang

September 10, 2026
KPK: Aksi Pencegahan Korupsi Capai 67,49 Persen, Fokus pada Dampak Tata Kelola

KPK: Aksi Pencegahan Korupsi Capai 67,49 Persen, Fokus pada Dampak Tata Kelola

September 10, 2026
Mendes Dorong Kepastian Agraria bagi 34.323 Desa di Kawasan Hutan

Mendes Dorong Kepastian Agraria bagi 34.323 Desa di Kawasan Hutan

September 10, 2026
DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Wali Kota Amsakar Sampaikan RAPBD 2027 Rp4,86 Triliun

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Wali Kota Amsakar Sampaikan RAPBD 2027 Rp4,86 Triliun

September 10, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, September 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Bencana Longsor di Imogiri, 2 Korban Masih Dicari hingga Kendala Tanah Yang Labil

[Nasional]

Maret 26, 2019
in Nasional
0
0
SHARES
271
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

DIY, SatukanIndonesia.com – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, DIY, terus melakukan pencarian korban longsor di Imogiri.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan segera memperbaiki kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, yang longsor pada Minggu (17/3/2019) malam.

Namun, penanganan perbaikan masih memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Berikut ini fakta lengkap bencana banjir dan longsor di DIY:

1. Tiga korban meninggal dan dua diduga masih tertimbun longsor

BPBD Bantul, Yogyakarta, mencatat tiga korban tewas dan dua masih dalam pencarian akibat bencana longsor di di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

“Total sampai saat ini ada 3 korban tewas dan 2 orang masih dalam pencarian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (18/03/19).

Korban ketiga adalah Painem (71), warga Numpukan, Karangtengah, Imogiri, yang diketahui mengalami hipotermia karena banjir.

Sudiatmojo (86) menjadi korban tanah longsor di Kedungbuweng, Pajimatan, Wukirsari, Imogiri.

Satu korban lain diketahui bernama Sukiyat (56), warga Nogosari 2, Selopamioro, Imogiri. “Korban hanyut semalam (Minggu, 17/3/2019) saat berada di pos ronda dan baru ditemukan siang ini,” ujarnya.

2. Kondisi tanah di lokasi longsor masih labil

Pencarian korban longsor di Dusun Kedungbuweng, Imogiri, yakni Eko Supatmi (46) dan Rufi Kusuma Putri (9), sempat dihentikan. Hal ini karena kondisi medan yang sulit dan sudah malam.

“Kami memutuskan bersama dandim dan polres untuk menghentikan proses pencarian. Besok pagi sekitar pukul 08.00 sudah mulai dilanjutkan,” kata Dwi Daryanto, Senin (18/03/19).

Dwi menjelaskan untuk mencari kedua korban, pihaknya sudah menerjunkan tiga alat berat, tetapi hingga petang belum ditemukan. Selain itu, alat berat juga sulit bergerak karena kondisi tanah masih labil.

“Kesulitannya tanah di atas masih bergerak labil. Ada aliran air yang liar,” ucapnya.

3. Penyebab bencana banjir dan longsor di DIY

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, penyebab banjir dan longsor di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (17/03/19) ialah cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem itu diakibatkan topan Savannah. Saat ini, imbas Savannah sudah mulai berkurang, tetapi masyarakat tetap harus waspada.

“Pertanyaannya kapan akan terjadi longsor? Menunggu pemicu. Pemicunya apa? Antara lain curah hujan yang ekstrem. Bisa juga pemicunya gempa bumi atau getaran sehingga kalau ditanya kapan longsornya, ya tinggal menunggu turunnya hujan yang ekstrem atau terjadinya getaran seperti itu,” kata Dwikorita.

4. BNPB peringatkan cuaca ekstrem di DIY

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana banjir dan longsor akibat anomali cuaca dalam beberapa hari ke depan.

“Fenomena alam peningkatan aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa teridentifikasi berlangsung hingga dua hari ke depan. Demikian juga siklon tropis Savannah dapat berdampak pada ketersediaan uap air yang melimpah terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Jawa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers di Yogyakarta yang dikutip dari Antaranews, Senin (18/03/19).

Menurut Sutopo, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir prakiraan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Yogyakarta hingga 20 Maret 2019.

5. Warga mulai menyingkirkan sisa banjir

Banjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, di sejumlah wilayah mulai surut pada Senin (18/03/19).

Sejumlah warga yang rumahnya sempat terdampak banjir mulai berbenah dengan menyingkirkan endapan lumpur yang terbawa saat banjir.

Mapolsek Imogiri, misalnya, sampai saat ini masih dibersihkan dari endapan lumpur. KSPKT Mapolsek Imogiri Aiptu Suyadi mengatakan, hujan deras pada Minggu (17/3/2019) sore mengakibatkan banjir menggenangi Mapolsek Imogiri pada Minggu malam. Ketinggian banjir mencapai dua meter.

“Saya datang sekitar pukul 19.30 WIB, tidak bisa masuk, air sekitar dua meter,” katanya saat ditemui di Mapolsek Imogiri, Senin.

Suyadi mengatakan, banjir baru surut sekitar pukul 02.00. Banjir mengakibatkan seluruh arsip di ruangan bawah terendam. Beruntung, arsip di komputer tidak terdampak banjir.

6. Makam Raja Mataram di Imogiri akan diperbaiki

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eka Nugraha mengatakan, kerusakan makam raja Mataram akan diperbaiki setelah diterjang longsor. Hal itu disampaikan seusai meninjau longsor di makam raja Imogiri Senin (18/03/19).

“Akan koordinasi dulu dengan teman-teman teknis yang lain, seperti dinas PUP-ESDM dan yang lain, termasuk BPBD. Kami akan melihat situasi di lapangan dulu. Kondisinya seperti apa dan tindak lanjutnya seperti apa, nanti didiskusikan,” kata Aris.

Menurut Aris, tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY dan Dinas Kebudayaan DIY sudah meninjau lokasi longsor.

“Kalau ini kan perlu penanganan cepat, padahal dana istimewa membutuhkan revisi dan sebagainya. Nanti kami lihat dulu,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, kompleks makam raja Mataram di Imogiri, Desa Wukirsari, Bantul, Yogyakarta, longsor, Minggu (17/03/19) malam.(*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BanjirBencanaBMKGBNPBBPBDLongsor ImogiriMakam Raja ImogiriYogyakarta
ShareTweetSend

Related Posts

BMKG: Cuaca di Jakarta Cerah Merata, dengan Tingkat Kelembapan Berkisar 38 hingga 76 Persen 

BMKG: Cuaca di Jakarta Cerah Merata, dengan Tingkat Kelembapan Berkisar 38 hingga 76 Persen 

September 3, 2026
BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Kabut di Sejumlah Kota Indonesia pada Sabtu

BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Kabut di Sejumlah Kota Indonesia pada Sabtu

Agustus 29, 2026
3.000 Lebih Titik Panas di Papua, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

3.000 Lebih Titik Panas di Papua, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Agustus 25, 2026

Anggota Komisi IV DPR Desak Kemenkeu Cairkan Anggaran Darurat Rp290 Miliar untuk Karhutla

Agustus 24, 2026

Turap Bumi Bekasi Baru Selesai Dibangun, Kurangi Dampak Banjir Rawalumbu

Agustus 15, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?