
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengakui jika korupsi sudah merajalela menjadi seperti budaya yang turun menurun.
KPK pun dikatakannya memerlukan dukungan dari segenap pihak termasuk perguruan tinggi, agar pemberantasan korupsi yang dilakukan dapat memberikan dampak yang signifikan.
“Peran pemuda di Indonesia untuk memberantas korupsi sungguh sangat penting, karena sebagai calon pemimpin bangsa para pemuda ini harus menanamkan sikap anti korupsi dalam kehidupan. Penanganan korupsi tidak hanya menjadi tugas KPK, tetapi seluruh elemen bangsa termasuk mahasiswa,” ungkap Firli, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Infopublik, Kamis (18/8/2022).
Sambungnya, peran pemuda dalam memberantas dan menanamkan nilai antikorupsi dapat dimulai dengan cara yang sederhana. Melalui sistem pendidikan, pemuda harus berperan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi yang ada Indonesia, seperti memahami serta meneladankan pendidikan anti korupsi.
Ia juga mengharapkan, mahasiswa dapat mengoptimalkan proses pemberantasan korupsi yang ada, serta dapat berjalan dengan baik dalam memberantas korupsi. KPK sendiri mempunyai kepentingan dengan para pemuda, karena dalam orkestrasi pemberantasan korupsi, pemuda harus terlibat dalam orkestrasi tersebut.
“Mulai dari kegiatan ini atau sampai kapan pun, mari kita ciptakan lingkungan kampus di mana mahasiswa atau siapa pun berani bersuara menyampaikan apa yang ia rasakan tidak benar. Hal itu harus dihargai dan dibukakan ruang untuk menjaga budaya integritas antikorupsi,” jelas Firli.
Ia juga menambahkan, karena pemberantasan korupsi membutuhkan kesamaan pemahaman mengenai tindak pidana korupsi itu sendiri. Dengan adanya persepsi yang sama, pemberantasan korupsi bisa dilakukan secara tepat dan terarah.
Firli juga menegaskan, salah satu perilaku antikorupsi bisa diukur melalui indeks perilaku antikorupsi (IPAK). Karena sesungguhnya indikator pencapaian tersebut bisa diukur, jangan sampai mengukur dengan alat yang tidak bisa untuk mengukur.
“Melalui audiensi ini, prinsipnya KPK memberikan perhargaan kepada mahasiswa kelompok Cipayung Plus dan mendorong seluruh civitas akademika dalam pemberantasan korupsi, diantaranya melalui perbaikan tata kelola universitas dan penerapan kurikulum pendidikan antikorupsi bagi mahasiswa,” kata Firli.
Sementara Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, menambahkan peran pemuda sangat diperlukan untuk lebih mengoptimalkan proses pemberantasan korupsi, mengingat karakteristik dan sejarah pemuda yang selalu menjadi pelopor perubahan di Indonesia.
“Tentu saja upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemuda akan memberikan efek yang luar biasa, agar kedepannya indonesia dapat diwujudkan sebagai negara yang akan terlepas dari tindakan korupsi. Karena sejak awal KPK berdiri, peran dan partisipasi mahasiswa di daerah sangat kurang dalam pencegahan dan menekan angka korupsi di daerah,” ungkap Pahala.
Pahala juga menjelaskan, keterlibatan mahasiswa sebagai upaya pemberantasan korupsi tentu tidak seperti yang dilakukan para institusi penegak hukum. Peran yang perlu dilakukan mahasiswa bisa dengan ikut membangun budaya anti korupsi di masyarakat.
“Dengan adanya mahasiswa, diharapkan dapat memakai perannya sebagai agen menuju perubahan sekaligus sebagai motor penggerak gerakan anti korupsi di masyarakat. Maka dari itu, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya,” jelas Pahala.
InfoPublik













