• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Wakili 26 Negara, China Kritik AS dan Negara Barat soal HAM

Wakili 26 Negara, China Kritik AS dan Negara Barat soal HAM

Oktober 7, 2020
Senator Filep Wamafma Soroti Sejumlah Persoalan Pendidikan di Papua Barat

Senator Filep Wamafma Soroti Sejumlah Persoalan Pendidikan di Papua Barat

Oktober 22, 2026
Fondasi Kelembagaan HAM Menguat di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Fondasi Kelembagaan HAM Menguat di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Oktober 22, 2026
ADVERTISEMENT
Pemprov DKI Terima Hibah Aset Rampasan Rp9,65 Miliar dari KPK

Pemprov DKI Terima Hibah Aset Rampasan Rp9,65 Miliar dari KPK

Oktober 22, 2026
Penyidik Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu, Dalam Kasus Dugaan KorupsiTunjangan DPRD Rp 18,79 Miliar

Penyidik Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu, Dalam Kasus Dugaan KorupsiTunjangan DPRD Rp 18,79 Miliar

Oktober 22, 2026
Presiden Prabowo Ancam Bongkar Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Presiden Prabowo Ancam Bongkar Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Oktober 22, 2026
Hadir di SMP YPK 2 Manokwari, Filep Soroti PIP, Kesejahteraan Guru Honorer Hingga Kualitas MBG

Hadir di SMP YPK 2 Manokwari, Filep Soroti PIP, Kesejahteraan Guru Honorer Hingga Kualitas MBG

Oktober 22, 2026
Serap Aspirasi di SMP Negeri 10 Manokwari, Senator Filep Dorong Kelengkapan Laboratorium dan Bantuan Komputer

Serap Aspirasi di SMP Negeri 10 Manokwari, Senator Filep Dorong Kelengkapan Laboratorium dan Bantuan Komputer

Oktober 22, 2026
Israel Bergabung dengan Pasifik Islands Forum

Israel Bergabung dengan Pasifik Islands Forum

Oktober 22, 2026
Terus Berinovasi, Melalui SI-BALAI KEREN Pengusaha Bisa Pilih Program CSR Pemkot Bekasi

Terus Berinovasi, Melalui SI-BALAI KEREN Pengusaha Bisa Pilih Program CSR Pemkot Bekasi

Oktober 22, 2026
Pembangunan Flyover Bulak Kapal Segera Dimulai, Pembayaran 32 Bidang Tanah Menyusul Pekan Depan secara Transparan dan Akuntabel

Pembangunan Flyover Bulak Kapal Segera Dimulai, Pembayaran 32 Bidang Tanah Menyusul Pekan Depan secara Transparan dan Akuntabel

Oktober 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Wakili 26 Negara, China Kritik AS dan Negara Barat soal HAM

[Internasional]

Oktober 7, 2020
in Internasional
0
0
SHARES
41
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Bendera China.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Utusan China membuat pernyataan di Debat Umum Komite Ketiga Majelis Umum PBB yang menuduh Amerika Serikat dan negara Barat melanggar hak asasi manusia.

Dalam debat umum yang dihelat hari Senin (5/10/20), perwakilan permanen Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun menyampaikan kritik mewakili 26 negara yang hadir.
Mereka menyerukan pencabutan lengkap dan segera terkait sanksi, dan mengungkapkan keprihatinan besar pada diskriminasi ras sistematis yang terjadi di AS maupun negara-negara barat.

Zhang Jun membuat pernyataan atas nama Angola, Antigua dan Barbuda, Belarusia, Burundi, Kamboja, Kamerun, Kuba, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Kemudian Guinea Ekuatorial, Eritrea, Iran, Laos , Myanmar, Namibia, Nikaragua, Pakistan, Palestina, Rusia, Saint Vincent dan Grenadines, Sudan Selatan, Sudan, Suriname, Suriah, Venezuela, dan Zimbabwe.

Saat ini dunia tengah menghadapi pandemi virus corona. Penanggulangan dan pemulihan dari virus itu membutuhkan solidaritas global dan kerja sama internasional.

Namun demikian dalam pernyataan bersama itu disebutkan penerapan tindakan koersif sepihak masih kerap dilakukan oleh AS dan negara-negara barat.

“Kami terus menyaksikan penerapan tindakan koersif sepihak, yang bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB dan hukum internasional, multilateralisme dan norma dasar hubungan internasional,” kata Zhang dilansir dari Global Times, Selasa (6/10/20).

Zhang berkata tindakan pemaksaan seperti itu memiliki dampak yang tidak dapat disangkal pada hak asasi manusia, karena menghalangi realisasi penuh pembangunan sosial dan ekonomi dan menghambat kesejahteraan penduduk di negara-negara yang terkena dampak.

“Ini sangat relevan dalam konteks pandemi Covid-19. Pejabat senior PBB dan komunitas internasional telah menyadari dampak negatif yang berat dari tindakan ini,” kata Zhang.

Pernyataan Zhang menyambut seruan Sekretaris Jenderal PBB pada 26 Maret 2020, tentang pengabaian sanksi yang melemahkan kapasitas negara untuk menanggapi Covid-19, serta pernyataan yang dibuat oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia pada 23 Maret.

Pernyataan itu juga menyambut baik resolusi Majelis Umum yang baru-baru ini diadopsi tentang tanggapan yang komprehensif dan terkoordinasi terhadap Covid-19.

Resolusi Majelis Umum menyerukan negara-negara untuk menahan diri dari mengumumkan dan menerapkan tindakan ekonomi, keuangan, atau perdagangan sepihak yang tidak sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB.

Hampir 20 tahun setelah adopsi Deklarasi Durban dan Program Aksi, kejadian seperti kematian George Floyd dan penembakan Jacob Blake di AS terus terjadi. Orang-orang yang rentan terus menderita atau kehilangan nyawa mereka karena rasisme dan kebrutalan polisi.

Zhang menyatakan contoh-contoh seperti itu mengingatkan bahwa diskriminasi rasial yang kronis dan mengakar, kebrutalan polisi, dan ketidaksetaraan sosial masih ada.

Istilah “tindakan koersif sepihak” biasanya mengacu pada tindakan ekonomi yang diambil oleh satu negara untuk memaksa perubahan kebijakan negara lain.

Contoh tindakan itu termasuk sanksi perdagangan dalam bentuk embargo dan gangguan aliran keuangan serta investasi antara negara pengirim dan negara target. (*)

Sumber

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Amerika SerikatChinaInternasionalPBB
ShareTweetSend

Related Posts

Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Oktober 14, 2026
Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

September 30, 2026
Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

September 23, 2026

Forum Pasifik Mengadvokasi Isu-isu regional di Majelis Umum PBB

September 21, 2026

Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan Bantargebang Sebagai Kawasan Ekonomi Sirkular

Juli 1, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?