JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Kevin Jagar Eliezer Nababan (21), Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung menjadi delegasi Indonesia pada agenda Student International 2024, di Negeri Sakura, Hiroshima, Jepang, 1-10 Augustus 2024. International Student Seminar, merupakan acara tahunan International Network of Universities di Hiroshima University, dengan mengusung tema “World Peace and Political Justice“.
Kevin Jagar, anak kedua dari Derman P. Nababan, Ketua PN Jayapura ini menuturkan, Seminar Mahasiswa Internasional untuk Kewarganegaraan dan Perdamaian Global itu, merupakan program pelatihan mendalam unik yang diselenggarakan oleh Universitas Hiroshima, Jepang. Selama sepuluh hari di Kota Hiroshima, Kevin dan teman-temannya, mendapat pelatihan melalui ceramah, studi kasus, dan diskusi kelompok kecil. Tidak kalah penting, peserta dari berbagai negara itu, melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata lokal dan pengalaman belajar budaya masyarakat Jepang.

Lebih jauh Kevin yang memiliki hoby di bidang art directing dan desain komunikasi visual itu menjelaskan, agenda ini diadakan, sekaligus memeringati jatuhnya bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasakhi, oleh Amerika Serikat (AS) pada bulan Augustus 1945. Peristiwa, tragis yang meluluhlantakkan Kota Hiroshima dan Nagasakhi menjadi mimpi buruk bagi masyarakat Jepang dan dunia. Sebagaimana diketahui, tidak kurang dari 129 ribu korban jiwa meregang nyawa, terpapar radiasi nuklir, menandai berakhirnya Perang Dunia II, sebelumnya Jerman telah menyerah di Eropah.
Kevin Jagar Nababan, alumni SD Antonius Jl. Sriwijaya Medan itu menambahkan, puluhan mahasiswa yang memiliki kepedulian akan perdamaian dunia, disaring melalui seleksi ketat. Kemampuan Bahasa Inggris, dan nilai di atas rata-rata, memasuki tingkat IV. Mereka ditantang memainkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekelompok mahasiswa mewakili berbagai negara, melakukan negosiasi untuk meloloskan rancangan resolusi, layaknya Sidang Umum PBB.

Masih menurut Kevin, seluruh peserta juga menghadiri acara ‘Peace Memorial Ceremony‘, dipimpin langsung Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, serta diplomat-diplomat negara kerabat Jepang.
“Senjata nuklir dan ancaman penggunaannya tidak hanya terbatas pada buku-buku sejarah, tetapi mewakili bahaya nyata dan masa kini yang masih ada bersama kita hingga saat ini. Terlalu banyak orang yang tidak menyadari fakta bahwa kita beruntung mengakhiri Perang Dingin tanpa perang nuklir. Kita tidak bisa lagi memaksakan keberuntungan kita. Namun, beberapa orang dengan gegabah kembali mengancam dengan senjata nuklir” demikian pesan tertulis Guterres dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Perwakilan Tinggi untuk Urusan Pelucutan Senjata Nakamitsu Izumi.
Guterres mengatakan, “Kita tidak akan pernah melupakan pelajaran” dari 6 Agustus 1945. Ia menyerukan, “Jangan ada lagi Hiroshima dan jangan ada lagi Nagasaki”. Sekjen PBB itu mendesak orang-orang untuk menciptakan dunia tanpa senjata nuklir.
Pada kesempatan itu, mereka juga bertemu dan berbicara dengan penyintas peristiwa jatuhnya bom Hiroshima, Keiko Ogura, seorang ibu sepuh, kini sudah berusia 87 tahun, yang disebut Hibakusha. Ia tinggal dua kilometer, dari pusat jatuhnya bom di Hiroshima, ia mengaku bersyukur masih bisa selamat dari kepungan paparan radiasi ‘awan hitam’ bagaikan jamur raksasa, menyelimutui kotanya, Hiroshima, saat usinya beranjak 8 tahun.
Selain peduli pada masalah sosial kemasyarakatan, Kevin Jagar pada masa SD dan SMP aktif dalam paduan suara, dan telah beberapa kali mendapatkan medali Emas dalam berbagai even termasuk dalam “3Rd Bali International Choir Festival 2014. Kevin bersama Paduan Suara SMP Marsudirini, Bekasi juga mendapat medali Emas dalam Festival Paduan Suara International Danau Toba di Parapat, 2016. Dari kecil memang senang berteman dengan banyak orang. Melalui momen Student International Seminar 2024 ini, pertemanannya semakin luas, dari berbagai universitas di Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Jepang, bahkan Afrika Selatan. (Redaksi)













