
JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Menanggapi adanya pernyataan tidak setuju dari Yasril Ananta Baharuddin selaku Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar jika Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, DR. HR Agung Laksono memberikan tanggapannya secara resmi mewakili Dewan Pakar.
Menurut Agung Laksono, pernyataan yang disampaikan Yasril Ananta Baharuddin merupakan peryataan pribadi, bukan merupakan sikap dan keputusan kelembagaan Dewan Pakar Partai Golkar.
“Itu hanya pernyataan pribadi dia, bukan keputusan Dewan Pakar Partai Golkar. Dewan Pakar justru melihat beberapa calon ketum yang muncul seperti Agus Gumiwang Kartasasmita, Bambang Soesatyo dan Bahlil Lahadalia mereka memenuhi syarat,” kata Agung Laksono sebagaimana dilansir dari Lintasparlemen.com.
Bahkan Agung melihat Agus Gumiwang Kartasasmita sudah menyatakan tidak akan maju sedangkan Bamsoet belum pasti akan maju juga.
“Namun Bahlil kelihatannya konsisten untuk terus maju dalam Munas XI Golkar, malah kabarnya 30 persen lebih sudah mendukungnya,” ungkapnya.
Artinya, kata dia syarat maju sebagai caketum Golkar di Munas XI yakni memiliki dukungan 30 persen lebih sudah dipenuhi.
“Kalau tidak memiliki dukungan minimum 30 persen tentu tidak bisa maju,” tegasnya.
Ketua Dewan Majelis Pertimbangan Organisasi PPK KOSGORO’57 yang juga mantan Menkokesra ini meprediksi dukungan kepada Bahlil akan terus mengalir dan bertambah sampai dengan hari pelaksanaan Munas Golkar yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 20/8 mendatang.
“Bisa juga dengan dukungan sebesar itu terjadi musyawarah mufakat (Aklamasi) yang dilakukan dengan pengambilan kepeutusan terlebih dahulu,” ujarnya.
Mengenai tudingan Bahlil bukanlah kader Golkar tulen yang belum memilik prestasi, loyalitas, dedikasi dan perbuatan tidak tercela pada Partai Golkar atau Bahlil dikenal ke-Golkar-annya baru sebatas wakil bendahara Golkar di tingkat Provinsi, Agung membahtahnya, karena pada masa kepemimpinan Aburizal Bakrie, Bahlil merupakan kader Golkar.
“Bahlil sudah lama jadi kader Gplkar yakni sejak kepengurusan Ketum Pak Aburizal Bakrie menjadi salah satu pengurus di Golkar Papua,” bebernya.
Soal Bahlil yang juga disebut-sebut sebagai titipan istana, Agung mengatakan hal itu sama sekali tidak benar.
“Kalau sekadar rumor saya tidak mau tanggapi, apalagi pak Jokowi sudah berkali-kali menyatakan tidak ikut campur dalam masalah internal partai,” tegasnya.
Ia berharap Rapimnas dan Munas XI berjalan dengan lancar dan tidak ada keributan-keributan.
“Semoga berjalan dengan demokratis dan terjadi musyawarah mufakat. Dulu terpilihnya pak Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar juga berdasarkan. Musyawarah Mufakat,” bebernya. (Redaksi)













