• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Aksi Bela Uighur di Hong Kong Berakhir Ricuh

Aksi Bela Uighur di Hong Kong Berakhir Ricuh

Desember 23, 2019
Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Juni 7, 2026
Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Juni 7, 2026
ADVERTISEMENT
Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Juni 7, 2026
Kemen PPPA dan Kemen P2MI Perkuat Pelindungan PMI Perempuan hingga Tingkat Desa

Kemen PPPA dan Kemen P2MI Perkuat Pelindungan PMI Perempuan hingga Tingkat Desa

Juni 7, 2026
BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Didominasi Berawan pada Minggu

BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Didominasi Berawan pada Minggu

Juni 7, 2026
Diwarnai ‘Walk Out’, Mubes V Kosgoro 1957 Dinilai Cacat Hukum

Diwarnai ‘Walk Out’, Mubes V Kosgoro 1957 Dinilai Cacat Hukum

Juni 7, 2026
Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Juni 6, 2026
Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Juni 6, 2026
Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Juni 6, 2026
Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Juni 6, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Aksi Bela Uighur di Hong Kong Berakhir Ricuh

[Internasional]

Desember 23, 2019
in Internasional
0
0
SHARES
116
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

SatukanIndonesia.com – Polisi anti huru-hara Hong Kong membubarkan aksi solidaritas untuk Uighur pada Minggu (22/12/19) yang berakhir ricuh setelah dimulai dengan damai.

Kericuhan terjadi setelah sebuah kelompok kecil dari peserta aksi memindahkan bendera China dari bangunan pemerintah dekat lokasi dan mencoba membakarnya.

Panitia aksi mencoba menghentikan aksi tersebut namun pihak polisi lebih dulu menembakkan gas air mata yang menimbulkan kemarahan lebih luas dari massa. Massa kemudian melempar barisan polisi dengan botol air mineral.

Salah satu petugas mengacungkan senjata ke arah massa, namun AFP melaporkan tidak ada peluru yang ditembakkan. Sejumlah peserta aksi kemudian diamankan oleh polisi.

Dukungan terhadap minoritas Muslim di Uighur telah menjadi bagian dari aksi pro-demokrasi di Hong Kong. Namun aksi pada Minggu (22/12/19) menjadi yang pertama kalinya didedikasikan untuk kasus Uighur.

Sekitar seribu orang berkumpul di lapangan terbuka dekat dengan pinggiran kota dan mendengarkan berbagai orasi yang mengingatkan penindasan atas Uighur oleh Partai Komunis China di Xinjiang bisa terjadi di Hong Kong.

“Kita tidak akan melupakan mereka yang memiliki tujuan yang sama dengan kita, perjuangan kita untuk kebebasan dan demokrasi dan kemarahan terhadap Partai Komunis China,” kata salah satu orator yang disambut oleh peserta aksi.

Banyak peserta mengibarkan bendera “Turkestan Timur” yang secara umum digunakan oleh separatis Uighur di Xinjiang, lengkap dengan simbol bulan sabit putih berlatar biru.

Bukan hanya bendera Turkestan Timur, ada pula bendera Tibet, serta Taiwan. Ketiga daerah tersebut selama ini dikenal berusaha lepas dari China.

China mendapatkan sorotan internasional karena melakukan tindakan keras terhadap Uighur dan minoritas Muslim, setelah sejumlah serangan mematikan oleh para militan.

Beijing membantah keberadaan kamp Xinjiang yang disebut digunakan untuk menindas minoritas, namun kini China menyebut bahwa para minoritas tersebut berada dalam “pelatihan keterampilan” demi melawan terorisme.(*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: CinaDemonstrasiHongkongUighur
ShareTweetSend

Related Posts

Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

Juli 23, 2025
Kemdiktisaintek Didesak selesaikan Persoalan Tunjangan Kinerja Dosen

Kemdiktisaintek Didesak selesaikan Persoalan Tunjangan Kinerja Dosen

Februari 6, 2025
Perayaan HAM se-Dunia di Manokwari Dinilai Ternoda, LBH Papua: Segera Proses Hukum Komandan PHH

Perayaan HAM se-Dunia di Manokwari Dinilai Ternoda, LBH Papua: Segera Proses Hukum Komandan PHH

Desember 13, 2023

Massa Demo Depan Gedung KPK, Tuntut Firli Bahuri Mundur

April 6, 2023

Tolak Kriminalisasi Johannes Rettob, Warga Mimika Gelar Aksi Damai

Maret 8, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?