• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

Juli 23, 2025
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
ADVERTISEMENT
Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

April 17, 2026
Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

April 17, 2026
Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

April 17, 2026
Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

April 17, 2026
MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

April 17, 2026
KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

April 17, 2026
Papua Barat Kehilangan Rp100 Triliun dari Aktivitas Tambang Ilegal

Papua Barat Kehilangan Rp100 Triliun dari Aktivitas Tambang Ilegal

April 17, 2026
Aparat Keamanan dan TPNPB Saling Tuduh Serang Pemukiman Warga Sipil

Aparat Keamanan dan TPNPB Saling Tuduh Serang Pemukiman Warga Sipil

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, April 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

[Daerah]

Juli 23, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
110
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Mama Pedagang Papua saat melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya//dokP2MKS

SORONG, satukanindonesia.com – Pedagang asli Papua yang terdiri dari penjual Noken, Sayur, dan hasil bumi melakukan aksi atau demonstrasi di halaman kantor Gubernur Papua Barat Daya, kota Sorong, Selasa (22/07/2025).

Aksi yang dilakukan merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang dinilai mengabaikan kepentingan ekonomi kerakyatan.

Levina Duwit, Koordinator Perempuan Papua Membangun Kedaulatan Sosial (P2MKS) menyebutkan, Pedagang Papua (mama Papua) selama ini hanya dijadikan objek politik dan janji kampanye, tanpa kepastian kebijakan nyata.

“Mama-mama Papua bukan peminta-minta. Mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga dan masyarakat adat. Tapi di mana tempat yang layak untuk mereka jualan? Sudah tahun 2025, kami masih jual di trotoar, di kolong, bahkan di bawah panas dan hujan. Di mana keadilan untuk perempuan Papua?”kata Levina.


Ditambahkannya, pemerintah provinsi lebih memilih membangun berbagai proyek besar yang tidak menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil, khususnya mama-mama Papua.

“Gubernur bisa bangun tugu, bisa bangun gedung. megah, tapi kenapa tidak bisa bangun satu pasar saja untuk mama-mama Papua? Apakah kami ini tidak penting di mata pemerintah?”ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pasar permanen yang bersih, ramah dan khusus bagi mama Papua adalah bentuk konkret dari perlindungan ekonomi berbasis gender dan budaya.

Pasalnya, selama ini banyak mama Papua yang dipinggirkan dari pasar resmi dan tidak memiliki akses ruang untuk menjual hasil kebun mereka secara aman.

“Pasar bukan hanya tempat jual beli, tapi tempat kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi kami berlangsung. Di situlah mama-mama bertemu, saling dukung, dan bertahan hidup. Maka kami minta, jangan tunda-tunda lagi! Bangun pasar khusus untuk mama Papua sekarang juga!”tegasnya.

Levina menegaskan, keberpihakan nyata terhadap perempuan adat Papua tidak cukup dengan kata manis di media sosial, tapi harus dibuktikan melalui kebijakan anggaran dan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan komunitas perempuan di akar rumput. Mereka sudah cukup lama bersabar.

“Kami tidak mau hanya dengar janji. Kami menuntut realisasi. Kami minta gubernur segera bertemu langsung dengan komunitas pedagang mama Papua dan tetapkan lokasi serta anggaran pembangunan pasar,”pintannya.

P2MKS dan komunitas pedagang perempuan Papua menyatakan, siap mengawal tuntutan ini dengan aksi massa lebih besar jika Pemprov Papua Barat Daya tidak segera memberikan respon.

Mereka juga berencana menyurati DPR Provinsi Papua Barat Daya dan meminta dukungan fraksi-fraksi, untuk memprioritaskan anggaran pasar mama-mama Papua dalam APBD Perubahan 2025.

“Ini bukan soal proyek. Ini soal martabat mama-mama Papua. Kami ingin berdagang dengan tenang, tanpa diusir, tanpa digusur. Dan itu hanya bisa terjadi kalau pemerintah bangun pasar yang berpihak pada kami,”kata Levina.

Sementara Yohanis Mambrasar, koordinator Aksi menegaskan, akan terus menyuarakan hak-hak ekonomi mama pedagang Papua dan mendesak pemerintah untuk segera bertindak konkret.

Misalnya, Kementerian Sosial RI untuk menyediakan dana simpan pinjam berbentuk koperasi khusus bagi mama-mama pedagang Papua, serta kepada Kementerian Perhubungan RI untuk menyediakan transportasi penunjang, terutama bagi pedagang yang berdomisili di pinggiran Kota Sorong.

“Kami minta Gubernur Papua Barat Daya segera menindaklanjuti aspirasi kami. Jangan tunda-tunda lagi. Kami juga minta Kementerian Perdagangan RI segera berkoordinasi dengan gubernur agar disediakan tempat jualan yang layak dan bantuan modal usaha,”kata Yohanis.

Ia menegaskan, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tetapi sebuah panggilan moral, pengingat keras bahwa di balik jargon Otonomi Khusus Papua, masih ada suara rakyat kecil yang diabaikan.

“Wajah-wajah perempuan Papua yang setiap hari berjuang demi menyambung hidup di emperan jalan, kini bangkit dan menagih keadilan,”pungkasnya. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Demonstrasikantor Gubernur Papua Barat DayaKota SorongMama Pedagang PapuaTagih Janji Gubernur PBD
ShareTweetSend

Related Posts

Kemdiktisaintek Didesak selesaikan Persoalan Tunjangan Kinerja Dosen

Kemdiktisaintek Didesak selesaikan Persoalan Tunjangan Kinerja Dosen

Februari 6, 2025
Perayaan HAM se-Dunia di Manokwari Dinilai Ternoda, LBH Papua: Segera Proses Hukum Komandan PHH

Perayaan HAM se-Dunia di Manokwari Dinilai Ternoda, LBH Papua: Segera Proses Hukum Komandan PHH

Desember 13, 2023
LBH Papua Soroti Polisi Terkait Pembubaran Masa Aksi 1 Desember di Kota Sorong

LBH Papua Soroti Polisi Terkait Pembubaran Masa Aksi 1 Desember di Kota Sorong

Desember 2, 2023

Massa Demo Depan Gedung KPK, Tuntut Firli Bahuri Mundur

April 6, 2023

Tolak Kriminalisasi Johannes Rettob, Warga Mimika Gelar Aksi Damai

Maret 8, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?