• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
AS Sebut Butuh Indonesia untuk Lawan Dominasi China-Rusia

AS Sebut Butuh Indonesia untuk Lawan Dominasi China-Rusia

Oktober 21, 2020
Hari Otonomi Daerah Ke-30, Komisi II DPR Tekankan Perkuat Kemandirian dan Sinergi Pusat-Daerah

Hari Otonomi Daerah Ke-30, Komisi II DPR Tekankan Perkuat Kemandirian dan Sinergi Pusat-Daerah

April 27, 2026
Wakil Ketua Komisi I DPR Minta PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL usai Prajurit TNI Gugur

Wakil Ketua Komisi I DPR Minta PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL usai Prajurit TNI Gugur

April 27, 2026
ADVERTISEMENT
Anggota DPR Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait Penyesuaian Harga BBM

Anggota DPR Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait Penyesuaian Harga BBM

April 27, 2026
Bupati Taput Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXX

Bupati Taput Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXX

April 27, 2026
Enam Kasus Pelanggaran HAM di Tanah Papua jadi Atensi

Enam Kasus Pelanggaran HAM di Tanah Papua jadi Atensi

April 27, 2026
Ketua MA Sunarto Dorong Pidana Non-Penjara, Selaras Paradigma Hukum Modern

Ketua MA Sunarto Dorong Pidana Non-Penjara, Selaras Paradigma Hukum Modern

April 27, 2026
KPK-MA Sinergi Tingkatkan Kompetensi Aparatur Cegah Korupsi Peradilan

KPK-MA Sinergi Tingkatkan Kompetensi Aparatur Cegah Korupsi Peradilan

April 27, 2026
Menteri ATR/BPN Tekankan Kebijakan Pemerintah Harus Memanusiakan Manusia

Menteri ATR/BPN Tekankan Kebijakan Pemerintah Harus Memanusiakan Manusia

April 27, 2026
TNI AL dan Bais TNI Gagalkan Upaya Penyelundupan 1.832 Item Kosmetik Ilegal di Perbatasan

TNI AL dan Bais TNI Gagalkan Upaya Penyelundupan 1.832 Item Kosmetik Ilegal di Perbatasan

April 27, 2026
Sang Penjaga Peradaban Pergi di Antara Angin Kampus dan Taman Kota

Sang Penjaga Peradaban Pergi di Antara Angin Kampus dan Taman Kota

April 26, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, April 27, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

AS Sebut Butuh Indonesia untuk Lawan Dominasi China-Rusia

[Internasional]

Oktober 21, 2020
in Internasional
0
0
SHARES
37
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper pada Selasa (20/10/2020) mengungkapkan inisiatif baru untuk memperkuat dan memperluas aliansi dengan negara demokrasi yang berpikiran sama untuk melawan Rusia dan China.

Dia turut menggarisbawahi perlunya membangun hubungan yang lebih dekat dengan “negara demokrasi yang berpikiran sama seperti India dan Indonesia”.

Esper mencatat, dia telah bertemu dengan Menhan Indonesia Prabowo Subianto pada Senin lalu dan akan mengunjungi India pada pekan depan.

“Mereka semua mengakui apa yang sedang dilakukan China,” kata Esper.

Esper mengatakan Pentagon secara sistematis akan memantau dan mengelola hubungannya dengan negara-negara mitra yang bertujuan untuk menemukan cara guna mengoordinasikan militer dan memajukan penjualan senjata AS.

Inisiatif itu disebut Panduan untuk Pembangunan untuk Aliansi dan Kemitraan (GDAP). Inisiatif tersebut muncul hanya dua pekan sebelum pemilihan umum AS yang apabila Presiden Donald Trump kalah, publik akan menyaksikan Esper diganti pada Januari.

“Jaringan sekutu dan mitra Amerika memberi kita keuntungan asimetris yang tidak dapat ditandingi oleh musuh kita,” kata Esper. Dia menyebut jaringan itu sebagai “tulang punggung tatanan berbasis aturan internasional”.

“Contoh seperti ini menggambarkan pentingnya menyelaraskan dengan negara-negara yang berpikiran sama, besar dan kecil, untuk mempertahankan tatanan bebas dan terbuka yang telah melayani kita semua dengan sangat baik selama beberapa dekade,” kata Esper seperti dilansir dari AFP.

“China dan Rusia mungkin memiliki kurang dari sepuluh sekutu yang digabungkan,” ucapnya.

Dia menuturkan China menggunakan paksaan dan perangkap keuangan untuk membangun aliansi dengan negara-negara lemah seperti Myanmar, Kamboja, dan Laos.

“Semakin kecil negara dan semakin besar kebutuhannya, semakin berat tekanan dari Beijing,” kata Esper.

Pernyataan tersebut merujuk pada kunjungan yang telah dilakukan Esper untuk membangun hubungan pertahanan dengan Malta, Mongolia, dan Palau.

Selain itu, juga terkait rencana AS dalam menghadirkan pertahanan yang lebih besar di Eropa Timur, termasuk pangkalan pasukan AS di Polandia.

 Esper mengatakan bagian penting dari upaya ini adalah untuk memperluas penjualan senjata AS, untuk membantu sekutu meningkatkan kemampuan pertahanan, dan untuk mendukung industri pertahanan AS dalam melawan persaingan dengan Moskow dan Beijing.

“Kita harus bersaing dengan China dan Rusia yang industri milik negaranya dapat mempercepat ekspor militer dengan cara yang kita tidak bisa, dan kita tidak pernah mau, dalam banyak kasus,” tuturnya.

Esper mengaku telah mengambil langkah-langkah untuk meredakan pembatasan ekspor sistem senjata “kritis” dan mempercepat persetujuan, dan akan menggunakan GDAP untuk mengidentifikasi peluang penjualan senjata dan melindungi pasar AS.

Dia mencontohkan pelonggaran pembatasan AS baru-baru ini pada ekspor drone medan perang, di mana AS dapat menjualnya ke Taiwan dan Uni Emirat Arab.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Amerika SerikatChinaIndonesiaRusia
ShareTweetSend

Related Posts

Diplomasi  Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis Tegaskan Politik Bebas Aktif Indonesia

Diplomasi  Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis Tegaskan Politik Bebas Aktif Indonesia

April 16, 2026
Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

April 15, 2026
Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

April 13, 2026

Indonesia dan Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Total Nilai Kerja Sama USD23,1 Miliar

April 1, 2026

Demokrasi yang Terancam dari Akar: Ketika Kritik Dibalas Intimidasi

Maret 19, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?