Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengungkapkan hingga kini ada 4.211 tempat pemungutan suara (TPS) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang sulit terjangkau.
“Ada sekitar 4.211 TPS yang kemudian sulit dijangkau geografinya,” kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir Kumparan.
4.211 TPS itu, kata Bagja, belum termasuk di daerah-daerah Papua. Daerah-daerah terluar ini dianggap titik sebaran TPS yang rawan. Dari ketiadaan akses internet hingga hambatan pendistribusian.
“Ini belum bicara Papua, ini di luar Papua. Jadi khususnya daerah terluar, ini yang menjadi kerawanan,” kata Bagja.
Bawaslu memang telah melakukan pemetaan sejumlah tempat pemungutan suara sebagai antisipasi jelang pencoblosan 14 Februari 2023.
Temuannya, terdapat 7 indikator TPS rawan yang paling banyak terjadi, 14 indikator yang banyak terjadi, dan satu indikator yang jarang terjadi.
Salah satu indikator dari 7 tersebut adalah kendala jaringan internet yang terdapat di 36.236 TPS. Sementara dari 14 indikator yang kerap menghambat adalah ketiadaan listrik dan kesulitan pendistribusian.
Dua indikator atau kejadian yang banyak terjadi itu masing-masing terdapat di 8.099 dan 1.587 TPS. (***)













