• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
BEM FP UNIVED Mengecam Keras Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Bukan Lagi Konflik Agraria, Tapi Kejahatan Kemanusiaan!”

BEM FP UNIVED Mengecam Keras Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Bukan Lagi Konflik Agraria, Tapi Kejahatan Kemanusiaan!”

November 24, 2025
Media Israel Soroti Pidato Presiden Prabowo yang Teriak ‘Free Palestine

Media Israel Soroti Pidato Presiden Prabowo yang Teriak ‘Free Palestine

September 23, 2026
Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

September 23, 2026
ADVERTISEMENT
Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

September 23, 2026
Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

September 23, 2026
Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

September 23, 2026
Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

September 23, 2026
Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

September 23, 2026
Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

September 23, 2026
TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

September 22, 2026
TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

September 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

BEM FP UNIVED Mengecam Keras Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Bukan Lagi Konflik Agraria, Tapi Kejahatan Kemanusiaan!”

[Fokus Berita]

November 24, 2025
in Fokus Berita, Hukum, News
0
0
SHARES
64
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Bengkulu, satukanindonesia.com – Peristiwa penembakan terhadap lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin, 24 November 2025, kembali membuka luka lama konflik agraria di Indonesia.

Insiden tragis ini diduga kuat dilakukan oleh pihak keamanan perusahaan perkebunan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) dan menandai eskalasi baru dari konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Penembakan terjadi di sekitar area perkebunan yang selama bertahun-tahun menjadi titik sengketa antara warga dan perusahaan. Kelima petani yang menjadi korban mengalami luka tembak serius dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Informasi lapangan menyebutkan bahwa aksi penembakan dilakukan menggunakan pistol dalam jarak yang dekat, memperlihatkan bentuk kekerasan yang sangat terencana dan mengancam keselamatan warga.

BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen menilai bahwa kejadian hari ini bukanlah insiden tunggal, tetapi puncak dari rangkaian panjang teror yang dialami para petani sejak 2012. Selama lebih dari 13 tahun, warga mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari intimidasi fisik dan psikologis, perusakan pondok tempat tinggal, penghancuran tanaman sebagai sumber penghidupan, hingga kriminalisasi petani yang mempertahankan tanah mereka sendiri.

Realitas kekerasan yang terus berulang membuktikan bahwa persoalan di Pino Raya tidak lagi bisa disebut sekadar konflik agraria yang dapat diselesaikan dengan prosedur administratif. Ini telah berubah menjadi persoalan serius yang menyangkut martabat manusia, hak hidup, dan keselamatan warga yang selama ini menjadi korban ketidakadilan struktural.

Dalam keterangannya, Iqbal, Ketua Bidang Politik dan Kajian Strategis BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyatakan bahwa apa yang terjadi hari ini adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa lagi ditoleransi.

“Peristiwa ini tidak bisa lagi disebut konflik agraria biasa. Ini adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang terjadi di depan mata kita. Petani ditembak di tanah mereka sendiri. Negara tidak boleh tinggal diam. Kapolda Bengkulu dan Kapolres Bengkulu Selatan harus mengusut tuntas kasus ini. Jika pelaku dibiarkan, korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,”** tegasnya.

Iqbal juga menyoroti lemahnya komitmen pemerintah daerah maupun pusat dalam menghadirkan solusi. Selama ini, penyelesaian konflik agraria di Bengkulu Selatan lebih banyak berhenti pada wacana dan pernyataan normatif tanpa langkah konkret yang berpihak kepada rakyat.

ADVERTISEMENT

“Pemerintah daerah maupun pusat harus turun tangan dan menghadirkan penyelesaian struktural. Bukan sekadar pernyataan normatif, bukan janji kosong. Jika negara hadir hanya pada seremonial, tapi absen saat rakyat ditembak, maka ada yang salah dengan keberpihakan pemerintah,” lanjutnya.

BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen menyatakan bahwa negara tidak boleh abai, terlebih ketika pelanggaran hak asasi manusia terjadi secara terang-terangan. Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu, terutama terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap petani.

Untuk itu, BEM FP Universitas Dehasen menuntut Kapolda Bengkulu dan Kapolres Bengkulu Selatan untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan. Penegakan hukum yang lemah hanya akan membuka peluang lebih banyak korban jatuh di kemudian hari. Selain itu, pemerintah harus segera menghadirkan penyelesaian agraria yang adil, menyeluruh, dan tidak lagi mengorbankan hak-hak petani.

Kami juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan operasional perusahaan yang terbukti melakukan kekerasan dan pelanggaran HAM. Dalam negara yang berasas Pancasila, kehidupan rakyat seharusnya mendapatkan perlindungan tertinggi, bukan justru menjadi sasaran senjata di tanahnya sendiri.

BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen mengajak seluruh elemen mahasiswa, masyarakat sipil, dan organisasi gerakan rakyat untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga para korban mendapatkan keadilan. Suara dan solidaritas publik adalah benteng terakhir ketika negara terlambat hadir di tengah rakyatnya. (Restu Alam)

Komentar Facebook

Tags: BEM FP UNIVEDkonflik agrariaPenembakan PetaniPT Agro Bengkulu SelatanUNIVED
ShareTweetSend

Related Posts

Kemendes PDT Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Pemulihan Desa

Kemendes PDT Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Pemulihan Desa

Agustus 12, 2026
Ini Solusi Penyelesaian Konflik Agraria di Papua Barat Daya

Ini Solusi Penyelesaian Konflik Agraria di Papua Barat Daya

Juni 11, 2026
Pernyataan Sikap BEM FP KBM UNIB Tolak Kekerasan Terhadap Petani di Bengkulu Selatan

Pernyataan Sikap BEM FP KBM UNIB Tolak Kekerasan Terhadap Petani di Bengkulu Selatan

November 26, 2025

GMNI Komisariat Hukum UNIB Kecam Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Kejahatan terhadap Kemanusiaan dan Hukum!”

November 25, 2025

Paralegal FH UNIB Desak Penegakan Hukum atas Penembakan Petani di Bengkulu Selatan

November 25, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?