
MALANG, satukanindonesia.com – Perdana Menteri Kepulauan Salomon, Matthew Wale bertemu Sekretaris Jenderal (Senjend) PBB António Guterres di Sekretariat PBB di New York, pada tanggal 21 September 2026.
Pertemuan tersebut membahas prioritas utama iklim dan pembangunan, untuk Kepulauan Solomon dan Pasifik.
“Kebutuhan mendesak akan pendanaan iklim yang lebih besar, dukungan adaptasi yang lebih kuat, dan pendanaan yang berarti untuk kerugian dan kerusakan,”demikian dikutip dari lama sibconline.com. Selasa (22/09/2026).
Ia menekankan, perubahan iklim merupakan tantangan langsung dan nyata bagi negara-negara kepulauan Pasifik.
Perdana Menteri Wale juga mengangkat, tingginya biaya pembangunan dan akses terhadap pendanaan konsesi bagi Negara-negara Berkembang Kepulauan Kecil, termasuk kebutuhan untuk mengenali kerentanan melalui Indeks Kerentanan Multidimensi (MVI).
Selanjutnya, Wale menyoroti, Kepulauan Solomon yang akan segera lulus dari status Negara Tertinggal dan perlunya memastikan hal ini tidak mengurangi akses terhadap pembiayaan pembangunan dan ketahanan yang penting.
Ia menyampaikan, apresiasi atas dukungan PBB melalui Dana Pembangunan Perdamaian, yang akan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan dan kapasitas kelembagaan di Kepulauan Solomon.
Sementara Sekretaris Jenderal Guterres menegaskan, komitmen kuat PBB terhadap Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil, dengan perhatian khusus terhadap Pasifik.
Sekretaris Jenderal PBB juga menegaskan, pentingnya dukungan internasional yang berkelanjutan, untuk Kepulauan Solomon dan kawasan sekitarnya.
Seperti diketahui, Sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dimulai pada hari Senin di New York, dan Perdana Menteri Wale diperkirakan akan berpidato di Majelis Umum pada hari Jumat.
Perdana Menteri juga akan mengadakan serangkaian pertemuan bilateral dan pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB. [***/GRW]













