• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
BNPB: Kelaparan Yang Terjadi Di Papua Tengah Membuat 6000 Orang Harus Mengungsi

BNPB: Kelaparan Yang Terjadi Di Papua Tengah Membuat 6000 Orang Harus Mengungsi

Agustus 2, 2023
DPD RI dan MRP Didesak Akhiri Polimik, Fokus pada Implementasi Otsus

DPD RI dan MRP Didesak Akhiri Polimik, Fokus pada Implementasi Otsus

April 10, 2026
Puncak Arus Balik Libur Paskah, 44 Ribu Pemudik Sudah Tiba di Stasiun 

Puncak Arus Balik Libur Paskah, 44 Ribu Pemudik Sudah Tiba di Stasiun 

April 6, 2026
ADVERTISEMENT
JK Akan Laporkan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar ke Bareskrim

JK Akan Laporkan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar ke Bareskrim

April 6, 2026
Menteri P2MI Bahas Peluang Kerja PMI di  Kawasan Eropa, Fokus Italia hingga Malta

Menteri P2MI Bahas Peluang Kerja PMI di  Kawasan Eropa, Fokus Italia hingga Malta

April 5, 2026
Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan 33  Sertifikat untuk Rumah Ibadah di Sulteng

Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan 33  Sertifikat untuk Rumah Ibadah di Sulteng

April 5, 2026
Tingkatkan Interoperabilitas, TNI AL Gelar Latihan Bersama Angkatan Laut Malaysia

Tingkatkan Interoperabilitas, TNI AL Gelar Latihan Bersama Angkatan Laut Malaysia

April 5, 2026
Menlu RI Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

Menlu RI Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

April 5, 2026
Polisi Selidiki Tewasnya Empat Pekerja Bangunan di Jakarta Selatan

Polisi Selidiki Tewasnya Empat Pekerja Bangunan di Jakarta Selatan

April 5, 2026
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat

Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat

April 4, 2026
Pastikan MBG di Desa Berkualitas, Mendes Tegaskan Mitra Dapur Jangan Main-main

Pastikan MBG di Desa Berkualitas, Mendes Tegaskan Mitra Dapur Jangan Main-main

April 4, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

BNPB: Kelaparan Yang Terjadi Di Papua Tengah Membuat 6000 Orang Harus Mengungsi

[Daerah]

Agustus 2, 2023
in Daerah, News
0
0
SHARES
210
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesian.Com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan kelaparan yang terjadi di Papua Tengah membuat 6000 orang harus mengungsi. BNPB, kata Suharyanto telah mendistribusikan bantuan untuk 6000 orang pengungsi itu.

Suharyanto menjabarkan kebutuhan dasar untuk 6000 pengungsi tersebut sudah terpenuhi saat ini. Bantuan yang telah didistribusikan diantaranya 50 ton beras, 3 motor trail, 3000 paket makanan siap saji, tenda, matras, selimut dan barang kebutuhan lainnya.

Suharyanto membeberkan bantuan yang telah didistribusikan ke pengungsi ini merupakan penanganan jangka pendek. Ke depan, Suharyanto menjabarkan penanganan jangka menengah dan panjang harus dilakukan agar tak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari.

Untuk penanganan jangka menengah dan panjang ini, Suharyanto menyebut dirinya bersama dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy akan datang ke Papua Tengah.

“Ini saya mau ke sana untuk memastikan sebetulnya ada masalah apa. Kalau (penanganan) jangka pendek sudah kita berikan bantuan ke 6000 pengungsi,” kata Suharyanto saat pembukaan ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulasi Exercise (ARDEX) di Yogyakarta, sebagaimana dilansir VIVA.co.id, Selasa 1 Agustus 2023.

“Hampir setiap tahun terjadi. Itu karena masyarakat tinggal di ketinggian. Ketika terjadi fenomena El Nino di sana (Papua Tengah) malah turun hujan es sehingga tanaman jagung mati,” sambung Suharyanto.

ADVERTISEMENT

Terkait distribusi kebutuhan dasar bagi pengungsi di Papua Tengah, Suharyanto menilai ada sejumlah hambatan. Suharyanto merinci jika kondisi medan yang sulit dan gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jadi penghambat distribusi.

“Untuk mendistribusikan logistik itu hanya ada dua jalan. Pertama lewat pesawat udara. Kedua pakai sepeda motor. Jaraknya berjam-jam kalau sepeda motor itu. Kadang-kadang saat pendistribusian logistik lewat udara ini diganggu oleh KKB. Itu juga menghambat,” ujar Suharyanto.

“Tapi TNI juga sudah turun. Kementerian Sosial juga turun. Mudah-mudahan kehadiran saya dan Pak Menko PMK bisa menemukan inti masalahnya,” pungkas Suharyanto

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah di Papua, untuk menangani bencana kelaparan dampak cuaca ekstrem di Papua Tengah secepat-cepatnya.

Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan wartawan terkait upaya penanganan bencana kekeringan akibat cuaca ekstrem, yang menyebabkan gagal panen dan kelaparan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

“Saya sudah perintahkan pada Menko PMK, Menteri Sosial, BNPB dan juga di daerah, di papua untuk segera menangani secepat-cepatnya,” kata Presiden usai meresmikan sodetan Ciliwung di Jakarta, Senin.

Presiden menekankan, persoalan yang terjadi adalah terdapat daerah spesifik di Papua Tengah yang pada musim salju, menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh.

“Problemnya, supaya tahu ya, itu ada daerah spesifik yang kalau di musim salju itu yang namanya tanaman tidak ada yang tumbuh, di ketinggian yang sangat tinggi, distrik itu,” ujar Presiden.

Permasalahan lain adalah kendala terkait keamanan dalam pendistribusian bantuan kepada masyarakat di sana. Menurut Presiden, pesawat pengantar bantuan tidak berani turun, atas faktor keamanan.

“Sebab itu saya minta tadi TNI untuk membantu mengawal. Di sana memang problemnya selalu seperti itu, medannya yang sangat sulit, pesawat yang mau turun pilotnya nggak berani, sehingga problem itu yang terjadi,” ujarnya.

Untuk diketahui cuaca ekstrem di Papua Tengah terjadi sejak Juni 2023 lalu. Saat ini dilaporkan sedikitnya enam orang meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang berakibat pada gagal panen dan kelaparan di sejumlah distrik, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.(***)

 

 

Komentar Facebook

Tags: Kelaparan di Papua TengahKepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
ShareTweetSend

Related Posts

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi memberikan arahan dalam pertemuan relawan tangguh bencana di Pendopo Kabupaten Klaten, Kota Klaten, Jawa Tengah, Jumat (28/6)

Menggandeng Inklusi Disabilitas Sebagai Bagian Penting dalam Penanggulangan Bencana

Juli 1, 2024
Foto Pemerintah Serahkan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa Cianjur

Foto Pemerintah Serahkan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa Cianjur

Juni 8, 2024
BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca di Sumsel, Semai Tiga Ton NaCl Disemai di Langit OKU

BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca di Sumsel, Semai Tiga Ton NaCl Disemai di Langit OKU

Juni 2, 2024

Gunungapi Ibu Halmahera Barat Masih Awas, Tim Gabungan Terus Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Mei 29, 2024

Upaya Penanganan Darurat Banjir dan Banjir Bandang Sumsel Terus Ditingkatkan, Kepala BNPB Turun ke Lokasi Terdampak

Mei 29, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?