
JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Menanggapi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Pelajar di tanah Papua, Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara.
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam upaya memberikan pemahaman tentang pentingnya asupan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi generasi muda di Papua.
“Kami sedang mengerjakan tugas membangun SDM yang berkualitas untuk masa depan. Dan ini adalah hak setiap anak di Indonesia untuk mendapatkan makanan yang berkualitas,”katanya dalam siaran pers yang dikutip media ini, Sabtu (01/03/2025).
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh Indonesia, untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses makanan bergizi sebagai hak dasar mereka.
Dadan memahami, bahwa penolakan yang terjadi, mungkin disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai manfaat program ini.
Oleh karena itu, BGN akan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) di Papua untuk menyampaikan informasi secara persuasif dan edukatif kepada masyarakat.
“Yang berhak menolak ya sementara kami maklumi dan mungkin belum tahu manfaatnya. Nanti kami secara persuasif dengan pemerintah daerah akan menyampaikan hal-hal terkait makan bergizi,”ujarnya.
Dadan menegaskan, BGN tetap menghormati keputusan masyarakat yang memilih untuk tidak mengikuti program tersebut.
“Kalau yang tidak ingin, ya kita tidak penuhi dulu, karena itu hak mereka. Kalau yang berhak menolak kan ngapain kita paksakan, tapi kami akan persuasif karena pentingnya untuk generasi mendatang,”ujarnya.
Dalam pelaksanaan pendekatan persuasif ini, BGN akan mengutamakan dialog dan sosialisasi melalui berbagai saluran, termasuk pertemuan dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, serta melibatkan kader-kader kesehatan lokal.
Dicecar mengenai kemungkinan adanya pengaruh pihak lain di balik penolakan tersebut, Dadan tidak ingin berspekulasi.
Ditegaskannya, fokus BGN saat ini adalah menjalankan program sesuai dengan tujuannya.
“Ya kalau itu sudah konteks lain. Kita fokus saja ke pelaksanaan tugas makan bergizi,”katanya.
Seperti diketahui, salah satu penolakan terjadi ketika pelajar di kota Wamena dan kabupaten Jayawijaya melakukan aksi demonstrasi menolak MBG di halaman Kantor Gubernur provinsi Papua Pegunungan, pada 17 Februari 2025 lalu.
Dikabarkan sebelaumnya, pelaksanaan progam MBG di Bumi Papua (Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat dan Papua Barat Daya) mengalami gelombang aksi penolakan dari pelajar. Pelajar di Bumi Papua lebih memilih program pendidikan gratis mulai dari seolah dasar sampai perguruan tinggi guna mempersiapkan diri menghadapi dan meraih cita-cita yang gilang gemilang.
[Redaksi/GRW]













