
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Banyak pedagang kaki lima (PKL) yang tercekik di masa PPKM Darurat.
Tak lain dan tak bukan penyebabnya karena aturan pedagang wajib tutup maksimal pukul 20.00 WIB tak terkecuali untuk para PKL.
PKL di kawasan Pulogadung tak lepas dari penertiban. Kali ini, yang turun langsung Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi.
Dia datang langsung ke salah satu PKL untuk meminta mereka segera menutup dagangannya.
Namun, ada yang berbeda dari cara Beddy menutup PKL ini. Dia langsung menanyakan berapa keuntungan sang pedagang dalam sehari berjualan ini.
“Berapa biasanya laku? Untungnya berapa? Rp 100, 200, 300,” tanya Beddy, dikutip dari instagramnya, @beddy_ratakaann, Senin (12/7/2021).
“Biasanya Rp 100 pak enggak tentu,” jawab pedagang.
Pedagang itu terus membereskan sejumlah barang-barang. Di saat yang sama, Beddy mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang untuk diserahkan ke pedagang.
“Ini saya kasih sekarang, ini saya kasih sekarang ya. tapi ibu jangan buka lagi ya. Tutup ya,” tutur Beddy.
Aksi ini tersebut mendapat pujian dari masyarakat di media sosial. Mereka mendorong petugas lainnya memiliki sikap humanis seperti Kapolsek.
Kompol Beddy Suwandi merupakan lulusan Akademi Kepolisian 2003. Lewat akun instagramnya, dia kerap membagikan momen kedekatan dengan warga terutama mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri.
Pecinta ikan koi ini juga kerap keliling ke sejumlah tempat usaha untuk memastikan mereka menjalankan aturan selama pandemi corona dengan benar.
Kakak ipar vokalis Ungu, Pasha, ini juga kerap membagikan sendiri bantuan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri. (FA/SI).













