
JAKARTA, SatukanIndonesia.com – Guna mencegah gangguan keamanan di Jayapura Papua, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan Kodam Komando Daerah Militer atau Kodam XVII Cenderawasih.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Papua dan Kodam Cendrawasih untuk menguatkan koordinasi dan kerja sama, khususnya dukungan penempatan anggota Polri dan TNI di lapas dan rutan yang dikategorikan rawan gangguan kamtib di Jayapura,”kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi melalui siaran pers yang dikutip, Sabtu (07/06/2026).
Selain penempatan personel, kerja sama maupun dukungan dari TNI dan Polri juga diberikan dalam bentuk pelatihan bagi petugas lapas dan rutan, termasuk di antaranya pelatihan pengamanan.
“Kami berharap anggota kami mendapatkan keterampilan yang maksimal karena pada waktunya nanti mereka akan menjadi bagian garda depan pengamanan dan pembinaan tahanan dan warga binaan,”ujar Dirjenpas.
Upaya ini dilakukan Ditjenpas setelah 19 narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire, Papua Tengah, Senin (02/06/2025).
Dalam pertemuan dengan polda dan kodam pada hari Selasa (03/06/2025), Dirjenpas menekankan pentingnya upaya preventif sekaligus progresif untuk mencegah peristiwa berulang.
“Upaya itu agar tidak terjadi lagi pelarian, keributan, dan bahkan penyerangan terhadap petugas lapas dan rutan,”ucap Mashudi.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa langkah menindaklanjuti peristiwa narapidana kabur, yakni razia, tes urine, pengetatan prosedur operasional standar keluar masuk orang dan barang, serta penguatan aturan baik kepada petugas, warga binaan, keluarga warga binaan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sebelumnya, sebanyak 19 narapidana melarikan diri dari Lapas Kelas II B Nabire pada Senin, sekitar pukul 11.00 WIT.
Sebelum melarikan diri, salah satu di antara napi yang kabur sempat melukai tiga petugas lapas.
Pada hari Selasa (03/06/2025), disebutkan oleh Mashudi bahwa dua orang petugas korban pembacokan telah selesai dioperasi, sedangkan satu orang lainnya rawat jalan. Dua petugas lapas yang telah dioperasi adalah komandan jaga serta kepala seksi keamanan dan ketertiban. [**/GRW]













