
Jakarta, SatukanIndonesia.com – China mengancam akan membom nuklir Jepang, jika Jepang Terus urusi Taiwan. Beijing bersumpah akan membuat Tokyo menyerah tanpa syarat untuk keduanya kalinya setelah tragedi bomatom di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II.
Ancaman China terhadap Jepang tersebut diunggah oleh akun Partai Komunis China cabang provinsi Shaanxi beberapa waktu lalu. Video yang berdurasi 5 menit tersebut menyerukan untuk melawan Jepang menggunakan senjata pemusnah massal. Baca juga: Fotografer Reuters Tewas Saat Meliput Perang Afghanistan – Taliban
“Kami akan menggunakan bom nuklir terlebih dahulu. Kami akan menggunakan bom nuklir terus-menerus. Kami akan melakukan ini sampai Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat untuk kedua kalinya,” bunyi ancaman tersebut dalam sebuah video yang dipublikasikan channel militer China; Liu Jun Tao Lue, di platform berbagi video; Xigua Video.
“Ketika kami membebaskan Taiwan, jika Jepang berani melakukan intervensi dengan kekuatan—bahkan jika hanya mengerahkan satu tentara, satu pesawat atau satu kapal—kami tidak hanya akan membalas dengan tembakan tetapi juga mengobarkan perang skala penuh melawan Jepang sendiri,” lanjut ancaman tersebut.
Ketegangan antara Tokyo dan Beijing telah melonjak tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Eropa Barat Diterjang Banjir Bandang, Tewaskan 128 Orang
Wakil Perdana Menteri Taro Aso sebelumnya menyuarakan pembelaan Jepang untuk Taiwan jika diinvasi China. “Kami harus membela Taiwan, di bawah aliansi kami dengan Amerika Serikat (AS),” katanya. Menteri Pertahanan Yasuhide Nakayama menambahkan Jepang dan AS harus melindungi Taiwan sebagai negara demokratis.
Video ancaman mengerikan itu ditemukan oleh penulis dan aktivis hak asasi manusia (HAM) kelahiran China; Jennifer Zeng, yang mem-posting-nya di Twitter dan blognya.
Setelah dia membagikannya secara detail, video itu dihapus dari Xigua. Jennifer Zeng membagikan video tersebut bersama dengan teks bahasa Inggris. Baca juga: Taliban Tawarkan Gencatan Senjata 3 Bulan ke Afghanistan
Video itu menambahkan bahwa China ingin menargetkan kemampuan Jepang untuk bertahan dalam perang. “Selama Jepang menyadari bahwa ia tidak mampu membayar harga perang, ia tidak akan berani mengirim pasukan ke Selat Taiwan,” lanjut video ancaman tersebut.
Video itu menambahkan bahwa China ingin menargetkan kemampuan Jepang untuk bertahan dalam perang. “Selama Jepang menyadari bahwa ia tidak mampu membayar harga perang, ia tidak akan berani mengirim pasukan ke Selat Taiwan,” lanjut video ancaman tersebut. Baca juga: Legenda Film Kung Fu Jackie Chan, Ingin Gabung Partai Komunis China
Partai Komunis China (PKC) yang berkuasa di China mengatakan bahwa beberapa kali di masa lalu Jepang telah mencoba untuk merugikan kepentingan China, oleh karena itu jika perang pecah antara kedua negara, Beijing akan membalas dendam untuk “kejahatan” Tokyo saat ini dan masa lalu.
Dikatakan dalam video itu bahwa Jepang adalah satu-satunya negara yang terkena bom atom, dan memiliki ingatan yang mendalam tentang dampak serangan bom atom. “Dan dibutuhkan Amerika Serikat, yang membom nuklirnya, berbaring. Justru karena Jepang memiliki perasaan yang unik bahwa pencegahan nuklir terhadap Jepang akan mendapatkan hasil dua kali lipat dengan setengah usaha,” imbuh video tersebut.
Baca juga: Mike Pence Sebut Partai Komunis China Ancaman Terbesar di Bumi
Lebih lanjut, video itu menyatakan bahwa dengan memilih Jepang sebagai “pengecualian”, dengan mengabaikan kebijakan tidak boleh menggunakan nuklir terlebih dahulu, PKC memperingatkan Jepang dan menginformasikan kepada dunia bahwa jika Jepang ikut campur secara militer dalam urusan dalam negeri China, termasuk penyatuan Taiwan oleh daratan China, senjata nuklir pasti akan digunakan untuk melawan Jepang, dan akan digunakan terus menerus sampai menyerah tanpa syarat. Tidak akan ada pembicaraan damai untuk sementara waktu.
Mereka juga menambahkan bahwa mereka akan mengambil kembali Kepulauan Diaoyu dan Kepulauan Ryukyu. “Kami akan mengelola mereka atau membiarkan mereka mandiri,” sambung video itu.
(nal/SI)













