
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Talibantelah menawarkan gencatan senjata tiga bulan kepada pemerintah Afghanistan dengan imbalan pembebasan 7.000 tahanan gerilyawan, tawaran itu diungkap seorang perunding pemerintah Afghanistan ketika Pakistan mengonfirmasi kelompok gerilyawan itu menguasai sebuah penyeberangan perbatasan utama.
“Ini adalah permintaan besar,” kata Nader Nadery, anggota kunci dari tim pemerintah Afghanistan yang terlibat dalam pembicaraan damai dengan Taliban. Dia menambahkan kelompok pemberontak itu juga menuntut penghapusan nama-nama pemimpin mereka dari daftar hitam PBB. Baca juga: AS Kerahkan Sekelompok Pembom B-52 ke Indo-Pasifik untuk Bela Sekutunya
“Mereka telah menguasai penyeberangan perbatasan Spin Boldak,” kata juru bicara kementerian Zahid Hafeez Chaudhri, sehari setelah Taliban merebut kota itu.
Perbatasan ditutup hari Rabu oleh pejabat Pakistan setelah Taliban merebut Spin Boldak dan mengibarkan bendera pemberontak di atas kota itu. “Massa yang terdiri dari sekitar 400 orang berusaha menerobos gerbang dengan paksa. Mereka melemparkan batu, yang memaksa kami menggunakan gas air mata,” kata seorang pejabat keamanan di pihak Pakistan.
Dia mengatakan sekitar 1.500 orang telah berkumpul di perbatasan pada Rabu menunggu untuk menyeberang.
Jumadad Khan, seorang pejabat senior pemerintah di Chaman, mengatakan situasinya sekarang “terkendali”.













