
Beijing, SatukanIndonesia.com – Babak baru eksperimen fusi nuklir untuk tokamak superkonduktor canggih (EAST), atau “matahari buatan China,” dimulai di Institut Ilmu Fisika Hefei bulan ini.
Menurut wakil direktur institut tersebut, Song Yuntao, percobaan ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pemanas tambahan EAST untuk membuat matahari buatan “lebih panas” dan lebih “tahan lama.” Pengujian ini diperkirakan akan berlangsung selama setengah tahun, dikutip dari Russia Today (RT), Kamis, (23/12/2021).
Baca Juga: Menlu AS Antony Blinken Kecam Ulah Agresif China dalam Pidatonya di Universitas Indonesia
Reaktor EAST dirancang untuk meniru proses fusi nuklir yang dilakukan oleh matahari. Sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2006.
EAST telah menjadi platform uji terbuka bagi para ilmuwan China dan internasional untuk melakukan eksperimen terkait fusi.
Baca Juga: G7 Peringatkan Rusia: Jika Benar-benar Invansi Ukraina, Siap Terima Ganjaran Besar

EAST adalah salah satu dari tiga tokamak domestik utama yang saat ini dioperasikan di seluruh China.
Baca Juga: AS Pasang Radar Jarak Jauh Baru di Alaska, Peringatan Dini Terhadap Rudal Balistik Korut
Ini adalah bagian dari fasilitas Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional, yang akan menjadi reaktor fusi nuklir terbesar di dunia ketika mulai beroperasi pada tahun 2035. (Nal/SI)













