JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Kapuspen TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan, TNI mendukung pemulihan situasi usai serangan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terhadap tenaga pendidik dan kesehatan, di distrik Anggruk, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Ditegaskannya, TNI berkomitmen untuk selalu melindungi masyarakat, terutama tenaga pendidik dan kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.
“TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, dan mendukung pemulihan situasi pasca tindakan pengecut dari TPNPB,”kata Kristomei dalam keterangan yang diterima media ini, Senin (24/03/2025).
Ia menuding, serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB pimpinan Elkius Kobak, yang sebelumnya meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar.
“Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, kelompok ini melakukan aksi kekerasan pembunuhan, dan menganiaya enam orang guru, membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat,”katanya.
Untuk merepon peristiwa tersebut, kata dia, TNI bersama aparat terkait telah berhasil mengevakuasi 42 tenaga pengajar dan tenaga kesehatan dari Yahukimo ke Jayapura.
“Keberadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Papua, sangat penting bagi kemajuan dan masa depan masyarakat setempat,”ucapnya.
Disebutkannya, TNI juga meningkatkan pengamanan di wilayah rawan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda), untuk menindak tegas pelaku serangan tersebut.
“TNI akan terus mendukung perlindungan mereka serta memastikan keamanan, di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan keamanan,”ujarnya.

Dia menegaskan, TNI tidak akan tinggal diam terhadap aksi-aksi TPNPB yang mengancam keselamatan warga sipil dan stabilitas keamanan di Papua. [**/GRW]













