Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Menteri BUMN Erick Thohir berencana merampingkan lagi jumlah perusahaan pelat merah. Kendati pembubaran 7 perusahaan sudah diresmikan hari ini, jumlah BUMN masih akan dipangkas lagi.
“Hari ini kita akan melakukan update mengenai proses pembubaran BUMN. Update ini dalam proses transformasi BUMN yang telah dilakukan Pak Erick Thohir sepanjang tahun 2019,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam konferensi pers Update Pembubaran Tujuh BUMN di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir Liputan6.com, Jumat (29/12).
Pria yang akrab disapa Tiko menyebut, pembubaran terhadap tujuh perusahaan BUMN tersebut lantaran secara bisnis sudah tidak mampu lagi bersaing. Sehingga, terpaksa dibubarkan agar tidak membebani keuangan negara.
“Untuk perusahaan BUMN yg sudah gak layak daru sisi bisnis dan keuangan gak mungkin dipertahankan, opsinya pembubaran,” ujar Tiko.
Tiko menyatakan, penetapan pembubaran tujuh perusahaan BUMN tersebut melalui dua mekanisme. Yakni melalui kepailitan dan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) .
Jadi, yang gak lagi punya kontribusi kita lakukan pembubaran. Ada 7 (perusahaan BUMN) yang kita lakukan,” ujar Tiko.
Berikut daftar tujuh BUMN yang resmi dibubarkan Erick Thohir:
- PT Merpati Airlines (Persero)
- PT Istaka Karya (Persero)
- PT Leces (pabrik kertas)
- PT Industri Gelas (Persero)
- PT Kertas Kraft Persero
- PT Industri Sandang Nusantara (Persero)
- PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), masih dalam proses penandatanganan PP Pembubaran. (***)











