
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kementerian Sosial atau Kemensos pimpinan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Agus Jabo seharusnya dapat memberikan kinerja maksimal untuk rakyat Indonesia. Terlebih saat ini Indonesia tengah dihadapkan oleh dua tantangan besar yakni masalah judi online (judol) dan PHK massal.
Untuk pinjol, mengacu laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK yang memperkirakan tahun ini perputaran dana judi online mencapai Rp 1.200 triliun. Kenaikan perputaran dana ini telah menunjukkan kurang signifikanya peran satgas judi online.
Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah memandang, Kementerian Sosial mempunyai peran penting untuk menekan angka pengguna judi online di tanah air. Salah satunya ialah terkait dengan pengawasan kepada Bansos dan BLT yang dikhawatirkan digunakan untuk judi online.
“Kemensos itu harus memastikan bansos-bannsos, BLT, betul-betul digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pengennya ada pengawasan penggunaan bansos gitu,” jelas Trubus kepada awak media di Jakarta, Selasa,(10/6/2025).
“Uang yang digelontorkan itu benar-benar tepat sasaran untuk urusan rumah tangga, bukan untuk beli rokok atau judi online, pengennya seperti itu,” tambah Trubus.
Lebih lanjut, Trubus menegaskan, pentingnya peran Kemensos dalam membantu masyarakat yang terdampak PHK massal baru-baru ini. Selain bantuan, kata dia, Kemensos seharunysa hadir membantu masyarakat ke akses-akses pekerjaan.
“Sebenarnya teman-teman Kemensos itu harus melakukan upaya berkaitan dengan masyarakat yang PHK atau pengangguran agar memiliki akses ke ekonomi dan pekerjaan padat karya atau berkoordinasi dengan kementerian lembaga lain,” tandas Trubus.(**)













