
Jakarta, satukanindonesia.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat, untuk membahas pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial, terutama terkait program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul tiba di KPK sekitar pukul 09.32 WIB, sedangkan Agus Jabo lebih dahulu hadir pada pukul 09.13 WIB.
“Konsultasi, minta nasihat sekaligus menyampaikan perkembangan-perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kemensos,” kata Gus Ipul kepada wartawan.
Ia menjelaskan pihaknya ingin memastikan seluruh proses pengadaan berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi.
Menurut Gus Ipul, program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk Sekolah Rakyat, tidak boleh tercoreng oleh penyimpangan anggaran.
“Oleh karena itu, kami sejak awal sudah menyatakan terbuka, dan menyampaikan segala hal yang sudah kami lakukan kepada publik maupun kepada lembaga-lembaga pemeriksa seperti BPK atau BPKP,” ujarnya.
Gus Ipul mengatakan pihaknya datang ke KPK untuk meminta kritik, saran, serta pengawasan terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemensos pada 2026.
Ia menegaskan tidak ada persiapan khusus sebelum bertemu pimpinan KPK selain membawa seluruh data dan perkembangan pengadaan yang sedang berjalan.
Selain KPK, Kemensos juga membuka ruang pengawasan bagi lembaga non-pemerintah untuk ikut mengawal program tersebut.
Sebelumnya, Mensos menyatakan akan menyampaikan seluruh proses pengadaan untuk operasional Sekolah Rakyat, termasuk pengadaan sepatu siswa yang sempat menjadi sorotan di media sosial.
Gus Ipul menegaskan pihaknya siap menerima audit dan masukan agar program Sekolah Rakyat berjalan akuntabel.
Pertemuan dengan KPK tersebut juga menjadi bagian dari langkah pencegahan korupsi di lingkungan Kemensos.(***)













