Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang mengatakan tidak ada Jokowi effect terkait hasil Pemilu 2024. Hasto menyebut hasil 2024 karena adanya bantuan sosial atau bansos effect.
“Narasi-narasi yang pak Hasto sampaikan adalah narasi tanpa bukti, narasi tanpa argumentasi yang kuat seperti nyinyiran nenek-nenek,” ujar Habiburokhman, sebagaimana dilansir metrotvnews.com, Selasa, 26 Maret 2024.
Habiburokhman juga menyoroti gugatan tim pemenangan nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin (Timnas AMIN). Habiburokhman menyebut dua berkas permohonan itu minim bukti dan lemah argumentasi.
“Kalau paslon AMIN itu yang dipersoalkan yang hal relevan dengan sengketa hasil pemilu PHPU kalau kita merujuk ke konstitusi pemilihan umum itu hanya delapan poin, ya soal berapa TPS yang kata dia ada pencoblosan ulang ada 2 ribu TPS, tidak ada relevansinya dengan kami,” bebernya.
Ia menyebut pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres sudah enggak tidak ada masalah. Ia mengatakan putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak membatalkan putusan MK Nomor 90.
“Kedua ada putusan MK nomor 141 yang justru menguatkan di putusan MK nomor 90 itu tidak terjadi intervensi dan tidak mengakibatkan pelanggaran prinsip hukum,” ungkapnya.
Sebelumnya, Hasto tidak sepakat dengan anggapan efek Jokowi atau Jokowi Effect yang berdampak terhadap hasil Pemilu 2024.
Menurut Hasto, bukanlah Jokowi effect yang berdampak terhadap hasil Pemilu 2024, melainkan karena bantuan sosial atau bansos yang gencar diberikan pemerintah menjelang hari pencoblosan.
Hasto mengatakan, pemberian bansos tersebut punya efek pada preferensi masyarakat terhadap pasangan capres dan cawapres tertentu. Dia juga menyinggung dugaan penggunaan aparatur negara hingga intimidasi.
“Jadi, yang ada bukan Jokowi effect. Tetapi, adalah bansos effect, penggunaan aparatur negara effect, intimidasi effect. Itu yang terjadi,” kata Hasto di Jakarta, Senin kemarin. (***)













