
Washington, SatukanIndonesia.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden pada hari Selasa, (8/3/2022), memberlakukan larangan langsung terhadap minyak Rusia dan impor energi lainnya sebagai pembalasan atas invasi ke Ukraina.
“Kami melarang semua impor energi minyak dan gas Rusia,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.
“Itu berarti minyak Rusia tidak akan lagi diterima di pelabuhan AS dan rakyat Amerika akan memberikan pukulan kuat lainnya ke mesin perang (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/3/2022).
Baca Juga: Presiden AS Yakin Vladimir Putin Telah Memutuskan untuk Invasi Ukraina
Biden mengatakan sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya telah menyebabkan ekonomi Rusia “berlubang”. Dia mengatakan langkah terbaru telah dilakukan melalui konsultasi erat dengan sekutu dan mitra AS di seluruh dunia.
Biden telah bekerja sama dengan sekutu di Eropa, yang jauh lebih bergantung pada minyak Rusia, untuk mengisolasi ekonomi Rusia yang padat energi dan Putin.
Baca Juga: Gedung Putih Peringatkan, Orang Amerika Harus Tinggalkan Ukraina Dalam Waktu 48 Jam
Sesaat sebelum pernyataan Biden, Inggris mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir tahun 2022.
Dalam mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir tahun 2022, Inggris mengatakan akan memberi pasar dan bisnis lebih dari cukup waktu untuk menemukan alternatif impor, yang merupakan 8% dari permintaan.
Baca Juga: Latihan Perang Rusia di Belarus Dirancang untuk Kirim Pesan ke Ukraina
“Pemerintah juga akan bekerja dengan perusahaan melalui Satuan Tugas Minyak baru untuk mendukung mereka memanfaatkan periode ini dalam menemukan pasokan alternatif,” kata Sekretaris Bisnis dan Energi Inggris Kwasi Kwarteng. (nal/SI)













