• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kapitra Ampera: Di Papua Tidak Ada KKB, Tapi Yang Ada Aktivitas Teror dan Membunuh Masyarakat

Kapitra Ampera: Di Papua Tidak Ada KKB, Tapi Yang Ada Aktivitas Teror dan Membunuh Masyarakat

April 28, 2021
Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

April 25, 2026
PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

April 25, 2026
ADVERTISEMENT
DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

April 25, 2026
Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsilidasi Arah Pembangunan Nasional

Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsolidasi Arah Pembangunan Nasional

April 25, 2026
PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

April 25, 2026
Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

April 25, 2026
Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

April 25, 2026
Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

April 25, 2026
Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

April 24, 2026
Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

April 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, April 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukum

Kapitra Ampera: Di Papua Tidak Ada KKB, Tapi Yang Ada Aktivitas Teror dan Membunuh Masyarakat

[Hukum]

April 28, 2021
in Hukum, Politik
0
0
SHARES
139
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pengacara sekaligus Politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera menegaskan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak ada di Papua, tetapi yang ada adalah teroris dan separatis dengan aktivitas meneror dan membunuh masyarakat serta perbuatan biadab lainnya seperti memperkosa, membakar sekolah dan heli sipil.

“Sudah saatnya Indonesia menetapkan KKB tersebut sebagai kelompok separatis/teroris. Apalagi Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi mereka di Indonesia,” kata Kapitra Ampera dalam keterangan yang diterima, Rabu (27/4/2021).

Kapitra Ampera kemudian menyampaikan pokok pikiran yang menjadi pertimbangan perlunya penetapan status separatis/teroris kepada KKB.

ADVERTISEMENT

Pertama, United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) atau Front Persatuan Pembebasan/Kemerdekaan Papua Barat, pimpinan Benny Wenda, telah mendeklarasikan bahwa tujuan utamanya adalah memerdekakan diri dari NKRI. Jika mereka telah menyatakan dirinya sebagai gerakan separatis, adalah sudah semestinya pemerintah RI juga menetapkan organisasi tersebut, berikut para pengikutnya, sebagai kelompok separatis.

Kedua, untuk mencapai tujuannya, kelompok separatis tersebut juga menggunakan metode dan teknik terorisme, seperti, antara lain mencoba mengusir warga non-OAP keluar dari Papua (Eksodus), yang bertentangan dengan hak asasi fundamental manusia, yaitu hak untuk hidup (rights to life), dan juga menargetkan sasaran-sasaran soft target dan non-kombatan, antara lain para guru, murid, tukang ojek, pekerja, pedagang, dokter dan rakyat yang tidak berdosa lainnya.

“Pemerintah pusat harus tegas untuk menghentikan teroris separatis dengan menumpas dan menghancurkannya,” pungkas Kapitra. (*)

 

Komentar Facebook

Tags: Kapitra AmperaKKBPDI PerjuanganTeroris
ShareTweetSend

Related Posts

DPD RI Respon Situasi Keamanan di Tanah Papua

DPD RI Respon Situasi Keamanan di Tanah Papua

April 22, 2026
Olly Dondokambey Dampingi Megawati Soekarnoputri Pada Forum Dialog Peradaban Beijing

Olly Dondokambey Dampingi Megawati Soekarnoputri Pada Forum Dialog Peradaban Beijing

Juli 12, 2025
Soal Hilangnya Mantan Kasat Reskrim, Kapolres Teluk Bintuni Nyatakan Siap Diperiksa

Soal Hilangnya Mantan Kasat Reskrim, Kapolres Teluk Bintuni Nyatakan Siap Diperiksa

Maret 19, 2025

Buku Dilarang, Penulis Papua Layangkan Surat Kekecewaan ke Perpustakaan Indonesia

Maret 16, 2025

Ikut Bebaskan Pilot Susi Air dari KKB, Personel Polda Papua Dapat Penghargaan

Februari 18, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?