• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kapolda Janji Usut Insiden Maybrat, Gubernur Elisa Kambu : ‘Saya Juga Marah’

Kapolda Janji Usut Insiden Maybrat, Gubernur Elisa Kambu : ‘Saya Juga Marah’

Agustus 20, 2026
RUU Sisdiknas Harus Jamin Pemerataan Pendidikan dan Pembiayaan yang Adil

RUU Sisdiknas Harus Jamin Pemerataan Pendidikan dan Pembiayaan yang Adil

Oktober 12, 2026
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Cartridge Vape isi Kokain, Nilainya Rp 34 Miliar

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Cartridge Vape isi Kokain, Nilainya Rp 34 Miliar

Oktober 12, 2026
ADVERTISEMENT
Menhut Raja Juli Sebut Siaga Karhutla Masih Sebulan Lagi

Menhut Raja Juli Sebut Siaga Karhutla Masih Sebulan Lagi

Oktober 12, 2026
Mendagri dan Mentan Teken Surat Edaran, Perkuat Penyuluh Pertanian untuk Swasembada Pangan

Mendagri dan Mentan Teken Surat Edaran, Perkuat Penyuluh Pertanian untuk Swasembada Pangan

Oktober 12, 2026
Gubernur DKI Tinjau Gedung Sekolah Terpadu SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jaktim

Gubernur DKI Tinjau Gedung Sekolah Terpadu SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jaktim

Oktober 12, 2026
Mendagri Tito Soroti Serangan Houthi di Arab Saudi, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Mendagri Tito Soroti Serangan Houthi di Arab Saudi, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Oktober 12, 2026
Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Oktober 12, 2026
Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN  dan Optimalkan Penerimaan Negara

Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN dan Optimalkan Penerimaan Negara

Oktober 12, 2026
Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Oktober 12, 2026
Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Oktober 12, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Kapolda Janji Usut Insiden Maybrat, Gubernur Elisa Kambu : ‘Saya Juga Marah’

(Daerah)

Agustus 20, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
191
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru saat memberikan penjelasan kepada pengunjukrasa di Maybrat//istimewa

MAYBRAT, satukanindonesia.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Daya, Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru berjanji mengusut tuntas dugaan penembakan terhadap tiga warga Maybrat, Silvester Assem (25 tahun), Anike Fatie (47 tahun), dan Selfiana Sorry (66 tahun) pada 13 Agustus 2026.

Hal ini ditegaskan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru di hadapan massa Solidaritas Masyarakat Maybrat Pro Demokrasi dan Peduli HAM (SMM Prodem HAM), di kantor Bupati Maybrat, Provinsi Papua Barat, Rabu (19/08/2026).

Ia mengatakan, telah mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan, dan memahami kegelisahan masyarakat yang menuntut kejelasan serta keadilan atas persitiwa tersebut.

Pasalnya, tuntutan masyarakat untuk mengungkap kasus penembakan tersebut secara tuntas merupakan tuntutan yang akan menjadi perhatian serius kepolisian.

“Dengar baik-baik, saya Kapolda ini yang lahir dari perempuan Papua. Saya perhatikan betul tuntutannya itu untuk diusut tuntas, dan kita akan usut tuntas,”tegasnya.(19/08/2026).

Namun, Kapolda meminta, masyarakat memberikan ruang kepada kepolisian untuk bekerja. Sebab, katanya, proses pengusutan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan informasi yang beredar, tetapi membutuhkan pengumpulan fakta dari lokasi kejadian.

Oleh karena itu, katanya, hingga kini pihaknya masih menghadapi keterbatasan data dari tempat kejadian perkara (TKP).


“Data dari TKP belum sepenuhnya dikumpulkan, dan sampai sekarang saya bahkan belum bisa bicara karena tidak ada data yang dikumpulkan langsung dari TKP,”ucapnya.

Dikemukakannya, bahwa kepolisian masih membutuhkan fakta lapangan untuk memastikan rangkaian kejadian. Bagaimana penembakan terjadi, siapa yang berada di lokasi, jenis senjata yang digunakan, serta siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban.

Untuk itu, sebagai orang nomor satu di kepolisian daerah Papua Barat Daya, ia meminta, masyarakat ikut membantu memberikan informasi yang dapat memperkuat proses penyelidikan.

Dipastikan, Polda Papua Barat Daya tidak akan membiarkan tuntutan masyarakat berhenti sebagai aspirasi, di depan Kantor Bupati Maybrat. Sambung, kata dia, jajaran Polda akan mengusut peristiwa itu, dengan seluruh potensi yang dimiliki.

Sementara Elisa Kambu, Gubernur provinsi Papua Barat Daya menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) bersama seluruh unsur, tidak boleh membiarkan dugaan kekerasan terhadap warga sipil, di Kabupaten Maybrat berlalu tanpa kepastian hukum.

Menurutnya, dugaan penembakan terhadap warga merupakan masalah serius yang tidak boleh dianggap biasa. Gubernur mengaku juga marah atas peristiwa tersebut, karena Pemda tidak menginginkan kekerasan terjadi pada siapa pun.

“Peristiwa itu tidak hanya menyakiti masyarakat. Saya berhati-hati mengatakan ini, tetapi kita semua, saya juga marah. Marah bukan karena apa, kita ini menolak kekerasan yang terjadi terhadap siapapun dalam bentuk apapun seperti ini,”aku Elisa Kambu.

Masyarakat sipil maupun aparat keamanan, katanya, harus mendapatkan perlindungan hukum. Tidak boleh menjadi korban kekerasan.

Berkaitan dengan adanya aspirasi untuk menarik pasukan dari Maybrat, kata Kambu, kewenangan itu merupakan ranah pemerintah pusat. Pemprov tidak memiliki kewenangan untuk itu.

Namun tuntutan masyarakat tersebut, sebagai kepala daerah memastikan tetap diperjuangkan melalui jalur resmi kepada pemerintah pusat. Keterbatasan kewenangan, tidak boleh menjadi alasan Pemda mengabaikan aspirasi masyarakat.

“Saya juga akan menyampaikan secara tertulis. Surat gubernur untuk kita sampaikan ke sana,”ucapnya.

Untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa tersebut, Gubernur Kambu pun meminta, polisi diberi ruang mengusut dugaan penembakan tiga warga Maybrat itu. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Anike FatieBrigjen Pol. Yulius Audie Sonny LatuheruKapolda Papua Barat DayaPenembakan warga MaybratSelfiana SorrySilvester Assem
ShareTweetSend

Related Posts

DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

September 15, 2026
Teknologi AI Berpotensi Disalahgunakan jika Tak Dibarengi Literasi Digital

Teknologi AI Berpotensi Disalahgunakan jika Tak Dibarengi Literasi Digital

Juli 26, 2026
Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda Diantaranya Papua Barat Daya

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda Diantaranya Papua Barat Daya

Juli 5, 2026

Kapolda Baru Diminta Tindak Tegas Pelaku Ilegal logging dan Ilegal Mining di PBD

Juli 4, 2026

Diduga Terlibat Kasus BBM Subsidi di Sorong, Oknum Perwira Polisi Diperiksa

Mei 15, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?