
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, sedang mempersiapkan vaksinasi Covid-19 secara drive thru bagi pengendara sepeda motor.
Upaya ini untuk mengurangi kemungkinan penularan virus Corona saat masyarakat antre menunggu divaksin.
“Drive thru ini salah satu akselerasi kita kerjakan untuk mempercepat proses penyuntikan vaksinasi. Proses akselerasi-akselerasi juga modifikasi seperti ini akan juga jalan, baik itu drive dengan menggunakan mobil maupun drive thru dengan menggunakan motor,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam sebuah acara yang disiarkan kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Selasa (2/3/2021).
Meski demikian, dia belum bisa menjamin kapan vaksinasi drive thru pengendara motor mulai dilaksanakan.
Kemenkes menggandeng perusahaan pengembang aplikasi transportasi dan aplikasi telemedicine untuk memulai vaksinasi drive thru mobil bagi warga lansia di DKI Jakarta, Rabu (3/3/2021) ini.
Vaksinasi akan dilakukan di Parkir Hall C Jakarta International Expo. Lansia yang ikut vaksinasi drive thru harus mempersiapkan kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta.
Vaksinasi drive thru telah dilaksanakan di Kawasan Wisata Nusa Dua, Bali, akhir pecan lalu.
“Masukan dari pengalaman di Bali itu, akan kita kerjakan di Jakarta,” ujar Dante.
10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin
Dante mengatakan, Indonesia kembali menerima 10 juta dosis bahan baku (bulk) vaksin asal Sinovac, China, yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin.
Bahan baku vaksin ini untuk vaksinasi tahap kedua yakni kelompok lansia dan petugas pelayanan umum. 10 juta bahan baku yang tiba akan diproses oleh PT Bio Farma menjadi 8 juta vaksin.
“Semuanya ini akan dilakukan secara terintegrasi dan vaksin yang baru tiba ini akan didiberikan untuk program vaksinasi tahap kedua yaitu petugas pelayanan umum dan lansia,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Dante, Indonesia telah mendapatkan sekitar 38 juta vaksin untuk memenuhi kebutuhan program vaksin gratis pemerintah sebanyak 363 juta vaksin.
“Jadi keseluruhan kita sudah mendapatkan vaksin kurang lebih 38 juta untuk kebutuhan vaksin pemerintah dalam program vaksinasi ke seluruh rakyat Indonesia.
Kedatangan vaksin ini tercatat sebagai kedatangan vaksin tahap kelima. Selain Sinovac, Indonesia juga membeli vaksin Covid-19 bermerek Pfizer, AstraZenneca, dan Novavax.
“Semua vaksin tersebut akan memenuhi kebutuhan vakasinasi seluruh masyarakat Indonesia sebanyak 186 juta penduduk Indonesia,” ujar Dante.
Vaksin Merah Putih Lebih Murah
Menteri Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN) mengatakan harga vaksin Merah Putih kemungkinan lebih murah dari vaksin Covid-19 impor.
“Kalo range harga tentunya saat ini belum bisa diprediksi, tapi yang pasti tadi sudah mendapatkan anggaran baik di riset maupun di uji klinis, mudah-mudahan ini bisa 5 dolar atau lebih kurang dari 5 dolar,” ujar Bambang pada acara virtual Peringatan Satu Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, kemarin.
Jika harga vaksin 5 dolar, bila dirupiahkan sekitar Rp 72.000. Namun Bambang belum dapat memastikan perkiraan harga sesuai keputusan PT Bio Farma sebagai yang memproduksinya.
Menurut Bambang, Vaksin Merah Putih akan lebih murah lantaran prosesnya sudah didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan uji klinisnya akan didanai Pemerintah.
Bibit vaksin akan diserahkan ke Bio Farma pada akhir Maret, setelah melewati tahapan di laboratorium yang hampir 100 persen.(*)













