
Surabaya, satukanindonesia.com – Kepuasan warga Jatim terhadap kinerja pemerintahan Khofifah-Emil mengalami peningatan di banding 100 hari pertama pemerintahan pasangan petahana ini. Jika dibandingkan 100 hari pertama terdapat peningkatan lebih dari 5 persen. Sebanyak 80,5 persen responden menyatakan puas, sementara 19,5 persen menyatakan kurang puas. Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Utama Accurate Research anda Consulting Indonesia (ARCI) dalam paparan hasil survey di Surabaya, Baihaki Siraj Jumat (22/8).
“Ada peningkatan kepuasan warga terhadap pemerintahan Khofifah – Emil. Jika period 100 hari kerja pertama paska dilantik di periode kedua, kepuasan warga berkisar 75 persen. Kini dalam kurun waktu 6 bulan pertama kerja kepuasan mencapai 80,5 persen,” ungkap direktur salah satu lembaga survei yang rajin melakukan survei Jatim ini.
Survei yang dilaksanakan 7 hngga 20 Agustus 2025 ini melibatkan 1.200 responden di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam survei ini menurut Baehaqi adalah metode Stratified Multistage Random Sampling dengan margin error 2.8 persen. Untuk tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Setidaknya terdapat program yang mendongkrak tingkat kepuasan terhadap petahana ini. Program tersebut diantaranya pemutihan pajak kendaraan bermotor, program Jatim Lestari yang berkaitan dengan penanganan sampah dan lingkungan hidup juga program di sektor kelautan dan perikanan. Program lain yang juga turut mendongkrak adalah program Bea Siswa SMA/SMK Swasta, Bus Trans Jatim dan juga program Perempuan Tangguh Mandiri.
Kepuasan terhadap kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor memiliki tingkat kepuasan tertinggi sebanyak 82,1 persen sementara 13.3 persen kurang puas. Sisangat 4,6 persen sangat kurang puas. Kebijakan ini sendiri berlangsung anatara 14 Juli hingga 31 Agustus 2025. Pemprov Jatim menargetan pembebasan pajak minimal Rp. 15 Milyar.
Program Jatim Lestari dalam hal penanganan sampah dan lingkungan hidup di Jawa Timur, 81,9% responden menyatakan puas. Sementara 10,5% responden menyatakan kurang puas, dan sisanya sebanyak 7,6% sangat kurang puas.
Sedangkan program Beasiswa SMA/SMK Swasta dari Pemprov Jatim, 79,1% responden menyatakan puas. Sebanyak 14,3% responden menyatakan kurang puas, dan 6,6% sangat kurang puas.
Untuk layanan Bus Trans Jatim tingkat kepuasan mencapai 79,1 persen. Sementara responden yang menyatakan kurang puas sebanyak 15,3 persen dan sangat kurang puas 5,6 persen. Kepuasan ini terjadi terkait dengan murahnya ongkos dan kenyamanan moda transportasi darat dengan subsidi tersebut. Selain itu pertambahan koridor dan juga feeder menjadi faktor yang cukup signifikan.
Selanjutnya, pada program Perempuan Tangguh Mandiri (bantuan kewirausahaan inklusif produktif), kepuasan warga di angka 77,1%. Sebanyak 16,3% responden menyatakan kurang puas, dan 6,6% sangat kurang puas.
Dari survei tersebut, Baihaki juga menyatakan terdapat beberapa hal yang menjadi ganjalan bagi responden dan berharap Khofifah – Emil dan jajarannya segera melakukan perbaikan. Beberapa hal tersebut diantaranya masih adanya pungli di SMA/SMK, peningkatan pelayanan kesehatan, upaya mengatasi pengangguran dan pemerataan akses kesehatan. (Yosua)













