
Surabaya, satukanindonesia.com – Peringatan detik-detik proklamasi menjadi hal yang istimewa bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya insan pendidikan. Pasalnya dalam peringatan yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (17/8) ditandai dengan penyerahan piagam rekor dunia MURI oleh Senior Manager MURI, Triyono kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
Kedua piagam yang diterima Pemprov Jatim kali ini adalah piagam penghargaan terkait dengan aktivitas menjahit kain merah putih terbanyak dan pembentangan rangkaian kain merah putih dengan jumlah pelajar terbanyak. Yang menarik, piagam penghargaan dari Musium Rekor (MURI) ini bukan hanya pemecahan rekor di Indonesia namun pemecahan rekor dunia.
“Ibu Gubernur, piagam penghargaan yang diberikan oleh MURI ini bukan hanya untuk pemecahan rekor di Indonesia namun tingkatnya sudah dunia,” ungkap Senior Manager MURI Triyono dalam pernyataannya sesaat sebelum memberikan Piagam MURI.
“Piagam penghargaan pertama dengan nomor pemecahan rekor dunia 12335/R MURI/VIII/2025 diberikan Musium Rekor Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kegiatan menjahit kain merah putih terbanyak dengan melibatkan 7.467 pelajar serta 1.573 guru. Hasilnya kain merah putih sepanjang 15,273 Meter,” ungkap Triyono
Proses penjahitan kain merah putih tersebut dilakukan secara serentak sejak beberapa hari sebelum pemecahan rekor. Proses ini dikerjakan di SMKN 8 Surabaya. Dalam kesempatan kunjungan ke salah satu SMK Negeri favorit di Jawa Timur ini, Khofifah juga turut menjahit kain merah putih bersama ratusan pelajar yang bertugas pada sesi tersebut.
“Kita tentu masih ingat dulu bendera pusaka dijahit oleh Ibu Fatmawati. Kini semangat itu kita gelorakan kembali. Hari ini (Rabu. 13/8 –red) ribuan Fatmawati muda sedang menjahit bendera merah putih. Ini bagian dari upaya mengembangkan jiwa nasionalisme dan patriotisme,” ungkap Khofifah saat itu.
Untuk penghargaan kedua, dengan nomor pemecahan rekor 12336/R.MURI/VIII/2025 dengan tajuk rekor MURI diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pemecahan rekor dunia dengan jumlah pembentang terbanyak kain merah putih dengan jumlah pembentang terbanyak sebanyak 10.686 pelajar.
Selain pelajar, pembentangan kain merah putih tersebut juga dilakukan oleh 695 guru dan 402 pegawai Dinas Pendidikan Jatim. Selain di seputar Gedung Negara Grahadi, pembentangan ini juga dilakukan di beberapa tempat di Kota Surabaya.

Sebagai contoh, SMA Negeri 7 Surabaya membentangkan kain dari depan sekolah menuju Kapasari–Undaan–RS Adi Husada, sementara SMK Negeri 8 Surabaya bergerak dari RS Adi Husada melalui Ambengan–Kamboja–Klenteng Cheng Hoo hingga Makam Pahlawan dan Hi-Tech Mall.
Kemudian, SMA Negeri 5 Surabaya membentangkan kain dari Hi-Tech Mall menuju Kusuma Bangsa, BKR Pelajar, Wijaya Kusuma, Ambengan, Letjen Suprapto hingga kantor Satpol PP Kota Surabaya. Sementara itu, pelajar dan guru SMA Negeri 1 Surabaya menempuh rute Satpol PP–Walikota Mustajab–Toeng–Garnisun–Hotel Weta.
Secara rinci personal guru dan pelajar yang ikut berpartisipasi membentangkan kain merah putih terdiri dari SMA 1 sebanyak 834 pelajar , 50 guru, SMA 2 sebanyak 1077 pelajar, 56 guru, SMA 4 sebanyak 1000 pelajar, 54 guru, SMA 5 sebanyak 1055 pelajar, 54 guru, SMA 6 sebanyak 918 pelajar, 51 guru.
Selain itu dari SMA 7 sebanyak 1043 pelajar, 56 guru, SMA 9 sebanyak 1086 pelajar, 58 guru, sebanyak SMA 21 1055 pelajar, 65 guru, SMA Trimurti sebanyak 300 pelajar, 20 guru, SMK 4 sebanyak 700 pelajar, 58 guru, SMK 8 sebanyak 1080 pelajar, 75 guru, SMK 5 sebanyak 720 pelajar, 98 guru.
Usai acara pembentangan, kain merah putih tersebut akan dikembalikan ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dan dipotong sesuai ukuran bendera yang dikibarkan di instansi (120 kali 180 M).
Dalam pantauan Satukanindonesia.com, salah satu sosok yang terlihat sibuk sejak awal proses menjahit hingga pelaksanaan pembentangan adalah Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai. Dalam beberapa kesempatan kepala dinas yang pernah menjabat sebagai Pj Walikota Batu ini terlihat langsung mengkomando persiapan. Salah satunya pada saat gladi resik.
Ketika dikonfirmasi terkait capaian bersejarah tersebut, Aries menyatakan,’Kegiatan yang kita lakukan ini dalam rangka penguatan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme pelajar. Mereka adalah generasi penerus bangsa. Pemecahan rekor dunia MURI ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi para pihak khususnya jajaran pelajar, guru dan dinas pendidikan. Ini capaian keberhasilan semua pihak.”(Yosua)













