
Bangkalan, SatukanIndonesia.com – Kemunculan aktivitas dan gerakan dari organisasi yang telah dibubarkan dan dikenal memiliki idelogi lain di luar Pancasila menjadi perhatian tersendiri Gerakan pemuda Ansor, salah satunya Pengurus Wilayah Gerakan pemuda Ansor (GP Ansor) Jawa Timur. Dalam berbagai kesempatan, Ketua PW GP Ansor Jatim Mussafa Safril selalu mengingatkan bahaya laten dari beberapa organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah. Kali ini Haji Safril (panggilan Mussafa Safril) menyampakannya dalam pembukan Diklatsar Bantuan Serbaguna (Banser) Ansor yang digelar di Pondok Pesantren Ar-Rowiyah, Mancengan, Modung, Bangkalan Jumat lalu (7/2).
Dalam samnbutan yang disampaikan, aktivis muda asal Madura ini mengingatkan sekaligus menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap bangkitnya organisasi-organisasi yang berpotensi merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini terutama terkait dengan berbagai bentuk kebangkitan Kembali organisasi yang dilarang pemerintah. Dalam pantauan GP Ansor dan Banser, berbagai pola dilakukan dalam bereksistensi. Salah satunya melalui gerakan massa yang memanfaatkan momen-momen tertentu yang sedang berlangsung.
Di hadapan peserta Diklatsar, secara serius Safril menyatakan “Kita harus selalu waspada, karena kelompok-kelompok ini bisa saja berganti nama atau melakukan pendekatan berbeda, tetapi tetap membawa misi yang sama, yaitu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Di berbagai tempat dan situasi mereka berusaha mencari peluang, terutama di wilayah yang dianggap umat Islamnya mudah diprovokasi.”
Ia juga menegaskan bahwa Banser sebagai kader pengawal Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan membendung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Menurutnya, keberadaan Banser di tengah masyarakat bukan hanya sebagai barisan pertahanan fisik, tetapi juga benteng moral dan ideologis yang harus selalu siap menghadapi berbagai ancaman terhadap NKRI. “Jangan pernah lengah, tetap perkuat pemahaman kebangsaan, dan jaga persatuan umat,” tambahnya.
Diklatsar Banser Modung Raya kali ini diikuti oleh 86 peserta dari kecamatan Modung di Kabupaten Bangkalan. Mereka akan mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup kedisiplinan, wawasan kebangsaan, keterampilan pengamanan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masyarakat. Selain itu, mereka juga akan dibekali dengan pemahaman agama yang moderat sebagai bagian dari upaya menangkal radikalisme.
Ketua PC Ansor Bangkalan Lora Zainal Arifin Zuber, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyambut baik penyelenggaraan Diklatsar ini. Ia menyampaikan harapannya agar para kader Banser yang telah dididik mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di wilayah Madura. “Banser harus menjadi perekat umat, menjaga harmoni sosial, dan mengawal ulama serta pesantren dari ancaman kelompok-kelompok yang ingin merusak persatuan bangsa,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya Diklatsar ini, diharapkan semakin banyak kader Banser yang siap mengemban tugas menjaga NKRI dari berbagai ancaman, baik yang bersifat fisik maupun ideologis. Ketua Korwil Ansor Jatim wilayah Madura, H. Syafiuddin, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya membentuk fisik yang kuat, tetapi juga mental dan wawasan kebangsaan yang kokoh agar setiap anggota Banser selalu siap menghadapi dinamika sosial yang berkembang.
Untuk Jawa Timur, sebagaimana komitmen GP Ansor terhadap Pancasila, NKRI dan Kebhinnekaan sekaligus menghadirkan Islam yang Rahmatan lil Alamin dalam berbagai kesempatan Safril menyatakan bahwa jajaran GP Ansor dan Banser dari tingkat Provinsi hingga desa dan kelurahan akan senantiasa waspada terhadap segala bentuk Tindakan intoleransi dan juga gerakan anti NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (Yos).













