
MANADO, satukanindonesia.com – Kisruh di wadah Persatuan Wartan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulu), kini mengerucut tajam.
Hal ini setelah Ketua PWI Sulut terpilih Sintya Bojon periode 2026 – 2031 secara demokratis, pada Konferensi PWI Sulut 31 Maret 2026, diadukan seorang ibu yang meminta namanya tidak disebutkan dalam dugaan perselingkuhan.
Ketua PWI Sulut terpilih Sintya Bojon saat dikonfirmasi , tiidK berkomentar banyak.
“Silahkan lapor, dan siapa saja boleh buat laporan. Saya tidak kenal orang yang melaporkan saya ke PWI Pusat,” tegasnya saat dihubungi via Wats App, Kamis (23/04/2O26)
Menurut pelapor yang meminta namanya tidak disebutka, laporan ke PWI Pusat terebut terkait hubungan perselingkuhan yang dilakukan oknum berinisial S tersebut dengan seorang Lelaki yang telah memiliki Istri dan anak, yang menyebabkan rusaknya hubungan sebuah rumah tangga.
“Sudah dilaporkan ke PWI Pusat termasuk juga ke Dewan Kehormatan PWI Pusat. Dalam laporan disebut Oknum S ini telah merusak rumah tangga orang lain. Oknum S ini jabatannya sebagai Petinggi di PWI Provinsi Sulawesi Utara dan baru akan dilantik,” jelas Sumber, Rabu (22/4/2026).
Sumber juga menyebutkan, laporan dilayangkan ke PWI Pusat karena oknum S ini tidak memiliki itikad baik untuk menyudahi hubungan terlarang yang sudah merusak rumahtangga orang lain.
“Perilaku Sintya yaitu hubungan gelap (hugel) atau selingkuh dengan Suami orang sudah pernah didapati disebuah rumah kos di Minahasa. Oknum Sintya juga sudah beberapa kali diingatkan lewat pesan whatsApp, tapi bukannya memperbaiki diri, malah semakin intens dalam berhubungan dengan Suami orang. Semua bukti chattingan lengkap,” beber Sumber lagi
Sintya Bojoh, tampak wanita petarung dan tangguh, tidak mempersoalkan pengaduan ini. (Voucke)













