
Surabaya, SatukanIndonesia.Com – Setelah berhasil mengumpulkan 198 penghargaan bagi Jawa Timur, sebagaimana disampaikannya dalam Peringatan HUT Provinsi Jawa Timur Ke-77, 22 Oktober lalu, Kini Khofifah Indar Parawansa kembali menorehkan prestasi. Kali ini bukan sebagai Gubernur Jawa Timur tapi sebagai Ketua Umum Muslimat NU. Bersama ribuan anggota Muslimat NU, Khofifah mencetak hatrick dengan perolehan 3 Rekor MURI sekaligus.
Pemecahan ketiga rekor tersebut, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Maulidur Rasul Muslimat NU Jatim dan Pelantikan PC Muslimat NU Surabaya di Jatim Expo International Convention Center, Surabaya, Minggu (23/10/2022).
Ketiga rekor yang dimaksud adalah penyajian makanan dalam wadah ribuan cobek yang merupakan cobek terbanyak dalam catatan Musium Rekor Indonesia (MURI), Minum tablet zat besi yang melibatkan ribuan orang dan komitemn ibu hamil dalam menkonsumsi makanan dengan nutrisi tinggi yang dilakukan oleh 10.158 ibu hamil. Jika pemecahan rekor yang pertama dilakukan secara langsung, pemecahan rekor yang kedua dan ketiga dilakukan secara hybrid.
Penyajian makanan dalam wadah cobek tanah tersebut, menurut panitia merupakan salah satu bentuk pelestarian tradisi Muslim dalam kearifan lokal. Tak pelak, penyajian makanan ini membuat suasana lebih gayeng. Sambil makan beberapa undangan yang hadir, termasuk diantaranya Ketua MUI Jatim K.H. Mohammad Hasan Mutawakil Alallah, Ketua Umum PERGUNU Prof. Dr. K.H. Asep Saifudin Chalim, Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) dan beberapa bupati/walikota
Mengenai penghargaan yang kedua dan ketika, Khofifah dalam sambutannya menyatakan, “Alhamdulillah hari ini telah dipecahkan rekor MURI oleh Muslimat NU terkait hal mendasar yaitu penurunan stunting. Selain mengkonsumsi zat besi juga komitmen menjaga kehamilan agar ibu yang hamil tidak kurang gizi dan bayi yang dikandungnya sehat dan tidak kurang gizi saat lahir,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian rekor ini menjadi bukti bahwa Muslimat NU memberikan perhatian tinggi terhadap kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak. Khususnya ibu hamil agar melahirkan generasi bangsa yang unggul dan soleh.
Salah satunya dengan pemberian zat besi bagi ibu hamil sebagai upaya mencegah gizi buruk dan stunting. “Ada hal yang ibu-ibu lakukan, yaitu memberikan zat besi bagi ibu hamil,” ucapnya.
Hal ini, menjadi bagian yang sangat penting karena di antara sumber daya manusia yang kita siapkan. “Kita hindarkan kemungkinan anak-anak kita lahir kurang gizi, sehingga dapat berujung pada stunting,” tandasnya.













