• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
ilustrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis oleh Personel TNI

Maret 1, 2025
DLH Kota Bekasi Gandeng KP2C dan Tim Marinir TNI AL Susur DAS Kali Bekasi

DLH Kota Bekasi Gandeng KP2C dan Tim Marinir TNI AL Susur DAS Kali Bekasi

Agustus 29, 2026
Bunda Literasi Kota Bekasi Hadiri Grand Final Lomba Menulis Cerpen Tingkat SMP/MTs Kota Bekasi 2026

Bunda Literasi Kota Bekasi Hadiri Grand Final Lomba Menulis Cerpen Tingkat SMP/MTs Kota Bekasi 2026

Agustus 29, 2026
ADVERTISEMENT
KPK Geledah Kantor Disdik Kabupaten Bogor Usut Korupsi Pengadaan

KPK Geledah Kantor Disdik Kabupaten Bogor Usut Korupsi Pengadaan

Agustus 29, 2026
Mensesneg, Menpora, dan Seskab Melepas 12 Ribu Pelari Merdeka Run 2026 di Istana Merdeka

Mensesneg, Menpora, dan Seskab Melepas 12 Ribu Pelari Merdeka Run 2026 di Istana Merdeka

Agustus 29, 2026
Perkuat Pengawasan MBG, Pemkot Bekasi Pastikan Pelaksanaan di 249 SPPG Berjalan Tepat Sasaran

Perkuat Pengawasan MBG, Pemkot Bekasi Pastikan Pelaksanaan di 249 SPPG Berjalan Tepat Sasaran

Agustus 29, 2026
BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Kabut di Sejumlah Kota Indonesia pada Sabtu

BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Kabut di Sejumlah Kota Indonesia pada Sabtu

Agustus 29, 2026
Kemendes PDT Dorong BUMDes Manfaatkan Media Digital untuk Gaet Pasar dan Investor

Kemendes PDT Dorong BUMDes Manfaatkan Media Digital untuk Gaet Pasar dan Investor

Agustus 29, 2026
Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.

Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.

Agustus 29, 2026
Apel Gebrak, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Wali Kota Bekasi dalam Upaya Pengurangan Sampah di Bantargebang.

Apel Gebrak, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Wali Kota Bekasi dalam Upaya Pengurangan Sampah di Bantargebang.

Agustus 29, 2026
Dinilai Berpihak untuk Meningkatkan Kualifikasi UMKM, Perda Produk Halal di Kota Bekasi Perlu

Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Dorong BPN/ATR Tuntaskan Status Lahan Tanggul Sementara di Areal PML

Agustus 28, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis oleh Personel TNI

[Daerah]

Maret 1, 2025
in Daerah, News, Ragam Info
0
0
SHARES
158
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

ilustrasiJAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam tindakan intimidasi dan ancaman yang dilakukan oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap jurnalis Kompas.com bernama Adhyasta Dirgantara.

Insiden ini terjadi saat peliputan kegiatan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Markas Besar Polri pada Kamis, 27 Februari 2025.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi ketika Adhyasta bersama sejumlah jurnalis lainnya mewawancarai Jenderal Agus yang sedang menuju mobilnya. Adhyasta menanyakan perihal dugaan penyerangan Polres Tarakan, Kalimantan Utara, oleh prajurit TNI.

Setelah Jenderal Agus menjawab pertanyaan tersebut dan meninggalkan lokasi, dua pengawalnya menghampiri Adhyasta dan melakukan intimidasi.

Dalam rekaman video yang diterima, terdengar salah satu pengawal mengatakan, ‘Ngapain kau? Emang nggak di-briefing?’.

Sementara itu, pengawal lainnya mengancam dengan ucapan, ‘Kutandai muka kau, ku sikat kau.’

Tak hanya itu, pengawal TNI tersebut juga terlihat memeriksa kartu identitas pers milik Adhyasta.

 

Menanggapi peristiwa ini, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menyampaikan sejumlah tuntutan.

Pertama, mendesak Detasemen Polisi Militer untuk segera melakukan tindakan disiplin dan etik terhadap aparat TNI yang terlibat dalam insiden ini.

Menurut koalisi, ancaman dan intimidasi terhadap jurnalis adalah bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers.

Kedua, koalisi meminta kepolisian untuk menangkap pelaku intimidasi dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Dalam hal ini, mereka merujuk pada Pasal 18 ayat (1) UU Pers No 40 Tahun 1999 yang mengatur tentang penghalangan kerja jurnalistik.

“Kami mendesak kepolisian untuk mengusut kasus ini dengan serius, karena setiap upaya menghambat kerja jurnalistik adalah pelanggaran terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang,”ujar koalisi dalam pernyataan resmi yang diterima media ini, Jumat (28/02/2025).

Ketiga, koalisi meminta Dewan Pers untuk menerjunkan Satgas Anti-Kekerasan guna memastikan kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas.

Selain itu, mereka juga menuntut Dewan Pers untuk lebih aktif dalam mendokumentasikan serta menangani kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Keempat, koalisi menekankan bahwa intimidasi dan ancaman terhadap jurnalis merupakan bentuk pelanggaran hak atas rasa aman serta hak publik atas informasi.

“Jurnalis menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi. Segala bentuk ancaman terhadap mereka adalah ancaman terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi,”tulis koalisi dalam rilis.

 

Perlu diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan terdiri dari berbagai organisasi, diantaranya Imparsial, YLBHI, KontraS, PBHI Nasional, Amnesty International Indonesia, ELSAM, Human Rights Working Group (HRWG), WALHI, SETARA Institute, Centra Initiative, LBH Jakarta, LBH Pers, LBH Masyarakat, LBH Surabaya Pos Malang, Aliansi untuk Demokrasi Papua (ALDP), Public Virtue, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, dan Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN).

Kasus ini menambah panjang deretan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat TNI, serta menambah catatan buruk perilaku aktor Negara dalam menjamin keberlangsungan demokrasi.

“Pembiaran terhadap perilaku kekerasan berbentuk ancaman dan intimidasi ini, semakin menunjukan ketidakberpihakan Negara terhadap keberlangsungan ruang sipil,”tutup rilis tersebut. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Intimidasi terhadap JurnalisJakartaMayarakat SipilTNI
ShareTweetSend

Related Posts

TNI dan Polri Diminta Buka Data Jumlah Aparat Yang Dikerahkan di Papua

TNI dan Polri Diminta Buka Data Jumlah Aparat Yang Dikerahkan di Papua

Agustus 24, 2026
Militer Indonesia Serang Markas TPNPB di Puncak Jaya Papua

Militer Indonesia Serang Markas TPNPB di Puncak Jaya Papua

Agustus 21, 2026
Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Agustus 18, 2026

Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Agustus 14, 2026

Gubernur DKI Pastikan Jakarta Aman, Pemprov Bersama TNI-Polri Siap Jaga Keamanan

Agustus 2, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?