• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
ilustrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis oleh Personel TNI

Maret 1, 2025
Ducting Pertama Diluncurkan, Tri Adhianto Tekankan Koordinasi Agar Penataan Kabel Lebih Tertib

Ducting Pertama Diluncurkan, Tri Adhianto Tekankan Koordinasi Agar Penataan Kabel Lebih Tertib

Mei 5, 2026
Polisi Periksa 36 Saksi Terkait Penyidikan Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi

Polisi Periksa 36 Saksi Terkait Penyidikan Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi

Mei 5, 2026
ADVERTISEMENT
Pemerintah Gaspol UMKM! Target 10 Juta Wirausaha Tekan Kemiskinan

Pemerintah Gaspol UMKM! Target 10 Juta Wirausaha Tekan Kemiskinan

Mei 5, 2026
Menaker Yassierli Tegaskan Jaminan Sosial untuk Semua Pekerja Tanpa Terkecuali

Menaker Yassierli Tegaskan Jaminan Sosial untuk Semua Pekerja Tanpa Terkecuali

Mei 5, 2026
Wakil Ketua DPR Kawal Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Daycare Yogyakarta

Wakil Ketua DPR Kawal Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Daycare Yogyakarta

Mei 5, 2026
Menpora Erick Thohir Dorong Transformasi SEA Games Jadi Ajang Prestasi dan Ekonomi Regional

Menpora Erick Thohir Dorong Transformasi SEA Games Jadi Ajang Prestasi dan Ekonomi Regional

Mei 5, 2026
Dubes RI Dorong Perluasan Peluang Kerja PMI Sektor Pariwisata di Turki

Dubes RI Dorong Perluasan Peluang Kerja PMI Sektor Pariwisata di Turki

Mei 5, 2026
Menkeu Purbaya Pastikan Bakal Copot Dua Pejabat Terkait Restitusi Pajak

Menkeu Purbaya Pastikan Bakal Copot Dua Pejabat Terkait Restitusi Pajak

Mei 5, 2026
Mahasiswa Ambil Peran, 7 Tuntutan Buruh Menggema di May Day

Mahasiswa Ambil Peran, 7 Tuntutan Buruh Menggema di May Day

Mei 5, 2026
Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Batam Hadiri May Day 2026, Apresiasi Aksi Pekerja dan Gerakan Batam Bersih

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Batam Hadiri May Day 2026, Apresiasi Aksi Pekerja dan Gerakan Batam Bersih

Mei 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Mei 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis oleh Personel TNI

[Daerah]

Maret 1, 2025
in Daerah, News, Ragam Info
0
0
SHARES
156
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

ilustrasiJAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam tindakan intimidasi dan ancaman yang dilakukan oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap jurnalis Kompas.com bernama Adhyasta Dirgantara.

Insiden ini terjadi saat peliputan kegiatan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Markas Besar Polri pada Kamis, 27 Februari 2025.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi ketika Adhyasta bersama sejumlah jurnalis lainnya mewawancarai Jenderal Agus yang sedang menuju mobilnya. Adhyasta menanyakan perihal dugaan penyerangan Polres Tarakan, Kalimantan Utara, oleh prajurit TNI.

Setelah Jenderal Agus menjawab pertanyaan tersebut dan meninggalkan lokasi, dua pengawalnya menghampiri Adhyasta dan melakukan intimidasi.

Dalam rekaman video yang diterima, terdengar salah satu pengawal mengatakan, ‘Ngapain kau? Emang nggak di-briefing?’.

Sementara itu, pengawal lainnya mengancam dengan ucapan, ‘Kutandai muka kau, ku sikat kau.’

Tak hanya itu, pengawal TNI tersebut juga terlihat memeriksa kartu identitas pers milik Adhyasta.

 

Menanggapi peristiwa ini, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menyampaikan sejumlah tuntutan.

Pertama, mendesak Detasemen Polisi Militer untuk segera melakukan tindakan disiplin dan etik terhadap aparat TNI yang terlibat dalam insiden ini.

Menurut koalisi, ancaman dan intimidasi terhadap jurnalis adalah bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers.

Kedua, koalisi meminta kepolisian untuk menangkap pelaku intimidasi dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Dalam hal ini, mereka merujuk pada Pasal 18 ayat (1) UU Pers No 40 Tahun 1999 yang mengatur tentang penghalangan kerja jurnalistik.

“Kami mendesak kepolisian untuk mengusut kasus ini dengan serius, karena setiap upaya menghambat kerja jurnalistik adalah pelanggaran terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang,”ujar koalisi dalam pernyataan resmi yang diterima media ini, Jumat (28/02/2025).

Ketiga, koalisi meminta Dewan Pers untuk menerjunkan Satgas Anti-Kekerasan guna memastikan kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas.

Selain itu, mereka juga menuntut Dewan Pers untuk lebih aktif dalam mendokumentasikan serta menangani kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Keempat, koalisi menekankan bahwa intimidasi dan ancaman terhadap jurnalis merupakan bentuk pelanggaran hak atas rasa aman serta hak publik atas informasi.

“Jurnalis menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi. Segala bentuk ancaman terhadap mereka adalah ancaman terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi,”tulis koalisi dalam rilis.

 

Perlu diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan terdiri dari berbagai organisasi, diantaranya Imparsial, YLBHI, KontraS, PBHI Nasional, Amnesty International Indonesia, ELSAM, Human Rights Working Group (HRWG), WALHI, SETARA Institute, Centra Initiative, LBH Jakarta, LBH Pers, LBH Masyarakat, LBH Surabaya Pos Malang, Aliansi untuk Demokrasi Papua (ALDP), Public Virtue, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, dan Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN).

Kasus ini menambah panjang deretan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat TNI, serta menambah catatan buruk perilaku aktor Negara dalam menjamin keberlangsungan demokrasi.

“Pembiaran terhadap perilaku kekerasan berbentuk ancaman dan intimidasi ini, semakin menunjukan ketidakberpihakan Negara terhadap keberlangsungan ruang sipil,”tutup rilis tersebut. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Intimidasi terhadap JurnalisJakartaMayarakat SipilTNI
ShareTweetSend

Related Posts

Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

April 22, 2026
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Akui Dendam saat Kejadian di Hotel Fairmont

4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Akui Dendam saat Kejadian di Hotel Fairmont

April 16, 2026
Menlu RI Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

Menlu RI Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

April 5, 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Minta Evaluasi dan Penarikan Pasukan

Maret 30, 2026

141 Peserta dari 26 Negara Ikuti ASEAN Plus Cadet Sail 2026 yang Digelar TNI AL.

Maret 27, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?