• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kondisi Kesehatan Memburuk, Front Aliansi Mahasiswa Papua Desak KPK Hentikan Sidang Lukas Enembe

Kondisi Kesehatan Memburuk, Front Aliansi Mahasiswa Papua Desak KPK Hentikan Sidang Lukas Enembe

Juli 24, 2023
OTT Bupati Langkat, KPK Amankan Tujuh Orang 

OTT Bupati Langkat, KPK Amankan Tujuh Orang 

Juli 3, 2026
Cegah kemacatan, Polantas Humbahas Intensifkan Keamanan Padat Kenderaan.

Cegah kemacatan, Polantas Humbahas Intensifkan Keamanan Padat Kenderaan.

Juli 3, 2026
ADVERTISEMENT
Blokade Dibuka, Gubernur Papua Barat Daya Komitmen Tindaklanjuti Tuntutan Mama Papua

Blokade Dibuka, Gubernur Papua Barat Daya Komitmen Tindaklanjuti Tuntutan Mama Papua

Juli 3, 2026
Apkasi Sebut Penguatan Otonomi Daerah Jadi Kunci Kemandirian Fiskal

Apkasi Sebut Penguatan Otonomi Daerah Jadi Kunci Kemandirian Fiskal

Juli 3, 2026
Ketua Komisi II DPR Usul Hak Keuangan Kepala Daerah Naik Cegah Korupsi

Ketua Komisi II DPR Usul Hak Keuangan Kepala Daerah Naik Cegah Korupsi

Juli 3, 2026
Ketua DPR Dorong Penetapan Komisaris BUMN Berdasarkan Profesionalisme dan Kompetensi

Ketua DPR Dorong Penetapan Komisaris BUMN Berdasarkan Profesionalisme dan Kompetensi

Juli 3, 2026
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp4,2 Miliar ke KPU dan Polri

KPK Serahkan Aset Rampasan Rp4,2 Miliar ke KPU dan Polri

Juli 3, 2026
Wamendagri Ingatkan Pemda Prioritaskan Urusan Pendidikan

Wamendagri Ingatkan Pemda Prioritaskan Urusan Pendidikan

Juli 3, 2026
Kejagung Tetapkan Sekretaris Deputi BGN Tersangka Baru Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Sekretaris Deputi BGN Tersangka Baru Korupsi MBG

Juli 3, 2026
GMNI Bengkulu Soroti Potongan Komisi Aplikasi Ojol, Desak Aplikator Patuhi Perpres Nomor 27 Tahun 2026

GMNI Bengkulu Soroti Potongan Komisi Aplikasi Ojol, Desak Aplikator Patuhi Perpres Nomor 27 Tahun 2026

Juli 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juli 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Kondisi Kesehatan Memburuk, Front Aliansi Mahasiswa Papua Desak KPK Hentikan Sidang Lukas Enembe

[Daerah]

Juli 24, 2023
in News, Ragam Info
0
0
SHARES
456
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Kondisi Gubernur Papua Nonaktif, Lukas Enembe//ISTIMEWA

JAYAPURA, SatukanIndonesia.Com – Front Aliansi Mahasiswa Papua (F-AMP), mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil langkah terkait proses hukum Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe.

Pasalnya, kondisi kesehatan Lukas Enembe kini sedang memburuk hingga harus dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto lagi.

“Kami mendesak agar KPK, Jaksa, para dokter, dan majelis hakim segera mengambil keputusan. Agar proses hukum Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe dihentikan, sehingga proses saat ini diarahkan seluruhnya untuk melakukan perawatan kesehatan,”tegas Elon Wonda, Ketua (F-AMP) kepada wartawan, Jumat (21/07/2023).

Dijelaskannya, mendengar kondisi kesehatan Lukas Enemba tersebut masyarakat Papua sangat terpukul dan khawatir.

“Terus terang, ini sudah di luar batas toleransi dan kesabaran kami. Seluruh masyarakat Papua yang tidak tega hati melihat kondisi tokoh masyarakat kami, Bapak Lukas seperti saat ini. Bagaimana kalau beliau mati di dalam penjara? Itu siapa yang mau bertanggung jawab atas seluruh kemarahan masyarakat Papua? Jujur saja, kami terus pantau kondisi ini dan luar biasa perlakuan terhadap Bapak Lukas seakan tanpa ampun,”kata Elon.

Menurutnya, dalam proses hukum yang dijalani Lukas Enembe terkesan ada perlakukan diskriminasi oleh para penegak hukum.

“Ada perlakuan diskriminatif sangat serius oleh KPK, Jaksa dan Majelis Hakim yang seakan tetap memaksa untuk disidangkan meski dalam kondisi fisik lemah akibat sakit yang diderita,”sebutnya.

Tak hanya itu, kata dia, para penegak hukum juga memaksakan proses persidangan terhadap Lukas Enembe saat ini jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) Lukas Enembe yang berhak mendapatkan kesehatan yang baik.

“Beliau sakit dan punya hak asasi untuk sehat. Hargai dulu aspek ini baru kita bicara hukum. Jangan hukum dipaksakan lalu mengabaikan aspek kemanusiaan yang berdasarkan penghargaan atas martabat manusia harus diutamakan,”kata Elon

Lanjut dia, F-AMP bersama seluruh masyarakat Papua, tidak menerima perlakuan terhadap Lukas yang sangat di luar asas pertimbangan kemanusiaan.

“Bagaimana seorang terdakwa yang sakit lalu dipaksakan sidang. Apa yang diharapkan? Bukannya orang sakit harus dipastikan sehat terlebih dahulu? Bagaimana kami bisa yakin penegakan hukum yang menimpa Bapak Lukas ini bukan suatu operasi politik sistematis? Karena perlakuan tidak manusiawi seperti saat ini,”kata Elon.

Kata Elon Wonda, pihak keluarga Lukas Enembe mengaku tidak membayangkan perlakuan yang dinilai secara moral, mental dan spiritual Enembe sudah tidak kuat. Namun beruntung Enembe memiliki daya tahan yang kuat, terutama secara moral dan spiritual.

“Kami bangga bahwa beliau tegar dan kuat, karena dia pemimpin besar. Tetapi secara manusiawi beliau tentu punya keterbatasan yang perlu mendapat perlakuan humanis dari penegak hukum. Untuk itulah kami mendorong agar hentikan saja seluruh proses hukum saat ini dan biarkan Pa Lukas fokus urus kesehatannya terlebih dahulu,”ujar Elon.

Seperti diketahui, Jaksa KPK menyatakan Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe tidak mau makan dan minum obat saat berada di rumah tahanan KPK. Hal tersebut yang menyebabkan kondisi Lukas memburuk hingga harus dirawat lagi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.

Dimana, tanggal 15 Juli Jaksa KPK menerima laporan dari Rumah Tahanan (Rutan) bahwa terdakwa mengeluh pusing dan mual, di hari itu dia tidak mau makan dan minum obat, sehingga memicu sakit itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan RSPAD, Lukas disebut menderita penyakit gagal ginjal kronis. Akan tetapi, Rianto meminta jaksa untuk melibatkan Ikatan Dokter Indonesia juga memeriksa kondisi kesehatan Lukas. [GRW/redaksi]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Front Aliansi Mahasiswa Papua (F-AMP)KPKLukas Enembe
ShareTweetSend

Related Posts

Hinca Panjaitan Sebut Anggaran KPK Harus Perkuat Pencegahan dan Monitoring

Hinca Panjaitan Sebut Anggaran KPK Harus Perkuat Pencegahan dan Monitoring

Juni 18, 2026
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Rp21 Miliar oleh Dirjen Bea Cukai Djaka Budi

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Rp21 Miliar oleh Dirjen Bea Cukai Djaka Budi

Juni 17, 2026
KPK Lelang 108 Aset Rampasan Hasil Korupsi Senilai Rp311 Miliar

KPK Lelang 108 Aset Rampasan Hasil Korupsi Senilai Rp311 Miliar

Juni 15, 2026

Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Juni 12, 2026

KPK Perkuat Akuntabilitas, Hampir 94 Persen Rekomendasi Pengawasan Telah Ditindaklanjuti

Juni 10, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?