
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (DPP AMPI) mengecam dan memperingatkan semua pihak yang secara sengaja membuat berit-berita di media sosial, Media Onlline dan media lainnya yang bertujuan nenyesatkan terhadap kepemimpinan Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM Republik Indonesia yang saat ini gencar-gencarnya membuat kebijakan campuran Etanol pada Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hal itu disampaikan Jhon Maheri Purba, S.H., M.H., selaku Ketua Lembaga Bantuan Hukum LBH DPP AMPI dalam Rilisnya yang diterima Media ini.
Menurut Jhon Maheri Purba, peringatan itu didasarkan karena faktanya pemanfaatan campuran Etanol pada BBM dapat meningkatkan performa mesin dan mengurangi emisi gas buang.
“Dengan tegas kami akan menempuh upaya hukum terhadap semua pihak-pihak yang karena ketidaktahuannya membuat dan menyebarkan berita-berita menyimpang akibat adanya kebijakan Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM Republik Indonesia yang saat ini gencar-gencarnya membuat kebijakan campuran Etanol pada Bahan Bakar Minyak (BBM)”, katanya.
Terkait dengan yang telah disampaikan Bapak Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM Republik Indonesia;
Ditambahkannya, penambahan etanol kedalam bahan bakar minyak (BBM) bukanlah merupakan hal baru dalam pembuatan bahan bakar minyak di dunia,sudah terdapat banyak negara yang menerapkan kebijakan untuk memanfaatkan etanol sebagai campuran BBM jenis bensin seperti di Thailand, Brazil, negara-negara eropa, bahkan di Amerika Serikat BBM jenis bensin dengan campuran etanol 85% atau biasa yang disebut E85 adalah standar BBM yang digunakan untuk mesin-mesin balap;
“Hal ini juga didukung dari hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Hassanudin dalam Tesisnya yang berjudul ”ANALISIS PENGARUH PEMAKAIAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN ETANOL (96% PABRIKAN) TERHADAP KINERJA MOTOR BENSIN” dilakukan pada tahun 2013yang menyatakan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi bahan bakar biopremium (E-5,E-10,E-15,dan E-20) rata-rata lebih bagus daripada bahan bakar premium dan emisi gas buang yang dihasilkan juga lebih rendah dibandingkan dengan premium,” tuturnya pada bagian Rilisnya. (Redaksi/Rlis)













